Hard NewsPolitik

Jaang Utarakan Keinginan Mencalonkan Diri Jadi Gubernur IKN Kaltim Pertama

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang mulai melirik posisi kepala daerah IKN Kaltim. (Istimewa)

Akurasi.id, Samarinda – Penyelenggaraan pembangunan ibu kota negara (IKN) di Kaltim memang terbilang masih cukup lama. Karena yang akan dibangun pemerintah pusat dan daerah terbilang tidak sedikit. Namun jika IKN telah resmi dipindahkan dari Jakarta ke Kaltim, otomatis pemerintah akan membentuk daerah pemerintahan ibu kota negara.

Satu dari sekian toko dan pejabat di Kaltim yang sudah mengutarakan uneg-unegnya memimpin pembangunan IKN yakni Syaharie Jaang. Walau mengaku baru sebatas rencana dan ucapan selintas, wali kota Samarinda itu tampaknya menaruh sikap serius atas apa yang dia tuturkan.

“Saya siap (menorehkan sejarah) menjadi gubernur pertama ibu kota negara Kaltim (nantinya),” ucap Jaang saat menyampaikan sambutan di salah satu acara di rumah jabatan (rujab)-nya di Jalan S Parman, Samarinda, Sabtu (7/9/19).

Ketika ditanyakan ulang oleh awak media atas pernyataan itu, Jaang hanya membalasnya dengan senyuman. Dia berujar, apa yang dia ucapkan hanya sekadar candaan. Kendati demikian, pria yang menjabat ketua DPD Partai Demokrat Kaltim ini bercakap, jika memang IKN sudah terbangun dan pemilihan kepala daerah dibuka, maka tidak menutup kemungkinan dirinya akan maju mencalonkan diri.

“Kalau orang lain berani, kenapa saya enggak berani. Saya ingin turut membangun Kaltim agar lebih maju lagi ke depannya,” ucap dia sembari melepaskan candaan kepada awak jurnalis yang mewawancarainya.

Bagi Jaang, bicara politik dan birokasi, bukan sesuatu yang asing. Dua periode lamanya dia pernah menjabat sebagai wakil wali kota. Sesudah itu, dia juga menjabat wali kota Samarinda untuk dua periode. Dia bisa dibilang sudah hatam betul dengan urusan politik dan birokrasi.

Siapkan Samarinda Jadi Daerah Penyangga IKN

Terlepas dari guyonannya yang ingin menjadi gubernur pertama IKN Kaltim, Jaang berujar, saat ini pemerintah sedang membenahi Kota Samarinda untuk menjadi daerah penyangga bagi aparatur sipil negara (ASN) asal Jakarta yang bakal bermigrasi ke tanah Benua Etam –sebutan Kaltim.

Kata dia, mulai dari persoalan keamanan, kebersihan, lingkungan, banjir, dan sarana penunjang lainnya, sedang dibenahi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Sehingga penduduk Jakarta yang ke Kaltim, khususnya Samarinda merasa nyaman saat tinggal di Kota Tepian.

“Samarinda ini akan menjadi daerah penyangga (sebelum IKN selesai dibangun) selain Balikpapan. Tentunnya kami perlu melakukan pembenahan. Persoalan banjir adalah salah satunya. Supaya Samarinda bisa menjadi tempat tinggal yang baik dan nyaman,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Jaang, saat ini Pemkot Samarinda berencana mengusulkan pembangunan kawasan budaya di luar kawasan pembangunan IKN. Pasalnya, di sepanjang wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) maupun Samarinda, masih terdapat banyak lahan yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kawasan budaya.

“Kita punya banyak lahan di luar kawasan IKN yang telah ditetapkan. Bagaimana ke depannya, lahan-lahan itu kita siapkan menjadi desa dan kawasan khusus wisata di Kaltim. Itu akan menjadi destinasi wisata bagi IKN ke depannya,” jelas dia.

Beri Ruang bagi Pebisnis Properti

Setidaknya akan ada 1,5 juta orang penduduk Jakarta yang bermigrasi jika IKN sudah resmi dibangun di Kaltim. Potensi perpindahan penduduk yang begitu besar tersebut tidak begitu dikhawatirkan Jaang. Meski Samarinda akan menjadi salah satu daerah penyangga bagi penduduk Jakarta.

Menurutnya, seperti kebutuhan rumah hunian bagi penduduk Jakarta yang ke Kaltim, dari sisi perencanaan pasti telah disiapkan pemerintah pusat. Namun khusus di daerah Samarinda, Jaang mengaku, bakal mendorong para pengusaha properti untuk menyambut peluang tersebut.

“(Kalau misalnya dibutuhkan rumah hunian di Samarinda) biarkan para pengusaha yang bergerak di bidang properti yang menangkap peluang itu. Mereka pastinya telah menyiapkan semuanya (dengan adanya pemindahan IKN ke Kaltim),” sebutnya.

Kendati demikian, Jaang tidak ingin terlalu ikut campur dengan perencanaan yang telah dibuat pemerintah pusat. Namun pada prinsipnya, apa yang diminta oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk mendukung pembangunan IKN, Pemkot Samarinda akan selalu mendukungnya.

“Ya, apa yang sudah direncanakan pemerintan pusat, maka itu yang akan kami ikuti. Saya tidak akan ikut campur perencanaan pembangunan yang telah dibuat. Prinsipnya, kami akan selalu mendukung,” tandasnya. (*)

Penulis/Editor: Yusuf Arafah

4.3/5 (4 Reviews)
Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close