Isu Terkini

Jabat Pjs Bupati Kutim, Jauhar Effendi Prioritaskan Aset hingga Gaji Honorer

Jabat Pjs Bupati Kutim, Jauhar Effendi Prioritaskan Aset hingga Gaji Honorer
Pjs Bupati Kutim Muhammad Jauhar Effendi saat ditemui awak media. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Usai dilantik pada Sabtu (26/9/20) lalu sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Kutim, Muhammad Jauhar Effendi langsung menggelar rapat koordinasi dengan OPD dan sejumlah camat yang ada di Kutim.

Baca juga: Riza Indra Riadi Jabat PJS Wali Kota Bontang, 3 Program Menjadi Prioritas

Meski hanya menjabat kurang lebih 2 bulan, Pjs Bupati Kutim Muhammad Jauhar Effendi bakal melakukan penataan terkait prioritas anggaran, asset (kendaraan) yang belum dikembalikan oleh pensiunan ASN Kutim serta mengupayakan kesejahteraan Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) di lingkup Pemkab Kutim.

“Tadi dalam rapat koordinasi (Coffee Morning) kita telah menginventarisir berbagai persoalan yang ada di OPD dan lain-lain. Ada beberapa hal yang ditemukan pertama, terkait prioritas anggaran,” ungkap Jauhar yang juga selaku Asisten Pemkesra Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim ini, ditemui awak media usai Coffee Morning, diruang Meranti, Kantor Bupati, Senin (28/9/20) lalu.

Kedua adalah asset, sambung Jauhar. Misalnya ada kendaraan-kendaraan, yang masih dikuasai oleh seseorang yang sudah pensiun harus tertibkan. Setelah ditarik baru dibagikan kepada OPD yang memerlukan. Terutama, bagi OPD yang selama ini belum didukung oleh kendaraan operasional.

“Kita tidak mungkin mengadakan pengadaan baru, karena situasi Covid-19, sebab anggaran kita terbatas,” tuturnya.

Ketiga, lanjut Jauhar, honor TK2D yang dinilainya sangat rendah dan akan diupayakan ada peningkatan honor pada tahun anggaran 2021.

“Kalo tahun anggaran 2020 sudah tidak bisa lagi, karena hari Rabu (30/9/20) sudah pendapat akhir terkait PAPBD kita. Peningkatan honor TK2D ini akan diukur sesuai kemampuan anggaran,” terang Jauhar.

Dikatakan Jauhar, di Kutim dirinya mendapat informasi bahwa honor TK2D lulusan SMA diberi honor sebesar Rp1,2 juta. Untuk itulah ia membandingkan honor TK2D lulusan SMA di provinsi dengan honor Rp2,7 juta dan untuk lulusan sarjana Rp3 juta.

“Ini hanya sebagai gambaran saja, nanti sesuai kemampuan anggaran. Makanya akan kita cek dulu, mana program kegiatan yang kurang pas. Saya sering katakan sesuatu yang biasa itu belum tentu benar, tetapi sesuatu yang benar mari kita biasakan,” ucapnya.

Lebih jauh Jauhar menjelaskan, bahwa dia diberikan 3 amanah. Pertama memastikan penyelenggaraan pemerintahan di lingkup Pemkab Kutim termasuk di dalam masalah anggaran dan sebagainya berjalan dengan baik.

Kedua, menjaga netralitas ASN. Tiga, sebagai Ketua Satgas Covid-19, bagaimana upaya mengendalikan persebaran virus corona. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Suci Surya Dewi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks