Corak

Jaga Kondusifitas, Ismu Dukung Deklarasi Tolak Kerusuhan Pasca Pemilu

Jaga Kondusifitas, Ismu Dukung Deklarasi Tolak Kerusuhan Pasca Pemilu
Ketua DPRD Kutim Mahyunadi memimpin pembacaan deklarasi untuk mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan kondusifitas pasca Pemilu serentak 2019. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Kondusifitas dan keamanan masyarakat menjadi skala prioritas jajaran Kepolisian Resort (Polres) Kutim. Terutama dalam menjaga stabilitas dan keamanan pasca Pemilu serentak 2019. Maupun selama proses sidang sengketa pilpres yang masih berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK).

Melalui kegiatan deklarasi bertemakan #Kami Menolak Kerusuhan, Polres Kutim mengajak seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di wilayah setempat untuk mengajak masyarakat mewujudkan Indonesia yang aman, damai, dam kondusif.

Deklarasi itu dihelat di Aula Mapolres Kutim, Rabu (19/6/19). Mulai dari bupati, wakil bupati, TNI, Kejari Sangatta, ketua DPRD, dan berbagai elemen masyarakat Kutim ikut membubuhkan dukungannya untuk sama-sama menjaga keamanan bangsa.

Bupati Kutim Ismunandar mengatakan, kegiatan tersebut adalah langkah preventif untuk mengedukasi masyarakat. Kerusuhan adalah tindakan yang sangat merugikan karena berdampak buruk bagi semuanya.

“Kita menyikapi situasi nasional, menghindari semuanya (kerusuhan) terjadi. Sebagai tindakan preventif, kita berusaha menyadarkan masyarakat bahwa kerusuhan membawa dampak yang kurang baik,” tutur bupati yang akrab disapa Ismu itu.

Menurut orang nomor satu di lingkup Pemkab Kutim ini, tindakan preventif mencegah kerusuhan harus diikuti dengan langkah nyata. Kesadaran masyarakat harus muncul. Tidak hanya secara pribadi. Tetapi hingga ke anggota keluarga yang lain.

“Apapun keputusan hasil persidangan, kita serahkan semuanya kepada MK. Kita enggak usah ikut-ikutan masalah itu. Mereka sudah ahlinya di situ dan punya kewenangan di situ,” ujarnya.

Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan berkata, deklarasi itu merupakan bagian dari upaya pihaknya menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Di antaranya menolak kerusuhan pasca Pemilu 2019 untuk Indonesia damai.

“Kami minta masyarakat agar mewaspadai pihak-pihak tertentu yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Salah satunya melalui medsos (media sosial). Menjaga keutuhan NKRI serta menciptakan situasi yang aman dan damai haru lebih dikedepankan,” tegasnya.(*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Yusuf Arafah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks