Hard News

Jalan Sultan Sulaiman Samarinda yang Longsor Belum Mendapat Perhatian Pemerintah

Jalan Sultan Sulaiman Samarinda yang Longsor Belum Mendapat Perhatian Pemerintah
Sebagian jalan mulai terkikis akibat longsor membuat warga semakin khawatir. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Kondisi Jalan Sultan Sulaiman, Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan kian hari semakin memprihatinkan. Longsor yang terjadi pada Senin malam (13/7/20) lalu menambah kengerian pengendara saat melewati jalan tersebut.

baca juga: Samarinda Berstatus Transmisi Lokal Pasca 19 Nakes RS Moies Positif Covid-19

Salah satu warga bernama Saud Hutagalung (34) yang tempat tinggalnya berjarak tak jauh dari titik longsor ini mengatakan longsor terjadi sekira pukul 21.00 Wita. Namun saat itu dirinya tidak berada di rumah.

“Tadi malam sekitar jam 8 malam saat saya keluar tanah itu belum bergerak, saya jam 10 malam saya pulang tanahnya sudah turun,” ucapnya kepada Akurasi.id, Selasa (14/7/20).

Kekhawatirannya semakin bertambah lantaran saat ini intensitas hujan beberapa hari belakangan cukup deras. Apalagi rumah yang dia tinggali berada persis di tepi jurang.

“Bisa saja rumah saya yang kena imbasnya kalo tidak cepat ditindaklanjuti. Saya berharap longsor ini segera dapat penanganan dari pihak pemerintah,” harapnya.

Terpisah, Ketua RT 22 Kelurahan Makroman Sogiman menuturkan longsor ditempat itu terjadi sudah hampir lebih dari 3 bulan. Menurutnya penyebab longsor itu sendiri disebabkan lokasi itu yang menjadi jalur air mengalir ketika hujan turun.

“Kalo hujan turun airnya pasti lewat sini, itulah penyebab tanahnya sedikit-sedikit mulai terkikis,” bebernya.

Kepada media ini Sogiman mengaku khawatir jika longsor tersebut tidak segera cepat ditangani, maka longsor itu bisa membuat akses jalan terputus.

“Saya yakin jika ini tak segera ditanggulangi lama-lama tanahnya akan terkikis, sebelumnya saya juga pernah melaporkan kondisi di tempat tersebut saat musrembang di kelurahan namun sampai saat ini belum pernah ada tanggapan,” akunya.

Dari pantauan media ini, terlihat lokasi jalan longsor itu diberi garis pembatas oleh warga. Tujuannya agar warga yang berkendara dapat mengetahui bahwa jalan itu rusak.

Hingga saat ini, belum ada dinas terkait yang datang untuk melihat kondisi jalan tersebut. Sogiman berharap pemerintah dapat segera memperbaikinya.

“Dampak rusaknya jalan, bisa saja membuat pengendara terjatuh dan rawan kecelakan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Suci Surya Dewi

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close