Hard NewsHeadlineIsu Terkini

Janda Berprofesi Kurir Laundry Ini Nyambi Jadi Pengedar Narkoba Bernilai Miliaran Rupiah

janda
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman saat menunjukkan hasil tangkapannya di depan awak media siang tadi. (Dok Polresta Samarinda)

Akurasi.id, Samarinda– Kota Tepian -sebutan Samarinda-selalu seksi di mata para bandar narkoba. Bayangkan saja, mendekati penghujung tahun ini, jajaran kepolisian mencatat sedikitnya telah mengamankan barang bukti sabu-sabu mencapai 5,5 kilogram(kg).

Teranyar, Korps Bhayangkara kembali mendapatkan tangkapan dari tangan seorang janda muda berusia 26 tahun dengan barang bukti 1,05 kg dan 560 butir ekstasi senilai lebih kurang Rp2 miliar.

baca juga: Sabu 3,67 gram Diamankan, Warga Muara Badak Terancam Penjara

Perempuan tersebut bernama Rika Nur Hartatik, warga kawasan Sungai Kunjang, Samarinda. Ia diketahui berkeseharian sebagai kurir laundry. Diduga karena kebutuhan layak hidup yang semakin meningkat, akhirnya membuat ia menjadi nekat, melakoni pekerjaan sampingan sebagai juru antar narkotika.

Di hadapan polisi, Rika mengaku jika baru kali pertama ia melakoni hal tersebut. Belum juga usai tugas yang diberikan kepadanya, Rika justru harus mendekam lebih dulu di balik bui.

Informasi dihimpun, ia diamankan pada Selasa (10/12/19) sekitar pukul 22.30 Wita lalu di salah satu lokasi di Jalan Gerilya, Gang Mandiri, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda.

Dikatakan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, pengungkapan ini berhasil dilakukan berkatkerja sama dari masyarakat, mengkonfirmasikan gerak-gerak mencurigakan dari seseorang yang hendak melakukan transaksi narkotika.

Berangkat dari informasi tersebut, polisi mulanya tidak langsung meringkus para pelakunya. Dibutuhkan 6 hari untuk menyelidiki. Genap sepekan, barulah polisi beraksi.

Sesaat sebelum melakukan transaksi, Rika telah mengendus kedatangan aparat kepolisian. Namun ia tidak gegabah, dan pelan-pelan coba meninggalkan barang bukti narkoba yang dibawanya di dalam tas kuning. Ia meninggalkan barang haram itu di salah satu motor yang terparkir di bibir jalan.

Setelahnya, barulah ia bergegas melarikan diri. Namun langkahnya saat itu kalah cepat dengan polisi. Walhasil, ia berhasil dibekuk tanpa perlawanan tak jauh dari barang buktinya.

Saat ditanya petugas asal barang haram itu, Rika hanya dapat tertunduk lesu. Karena ia baru pertama kali melakukannya, bahkan upah pun belum diketahuinya secara pasti.

“Pengakuan tersangka, ia hanya berperan sebagai pengantar. Untuk asal dan tujuan itu masih kami dalami,” ucap polisi berpangkat melati tiga.

Lebih lanjut ia menerangkan, Samarinda memang memiliki lokasi geografi yang begitu strategis. Karena bagian utaranya yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Terlebih mengingat Samarinda akan menjadi kota penyangga utama dari ibu kota negara (IKN) yang baru nantinya.”Terlebih menjelang Natal dan Tahun Baru kita harus lebih waspada,” imbuhnya.

Dengan barang bukti 1,05 kg dan 560 butir ekstasi, Arif menaksir nilainya mencapai lebih kurang Rp2 miliar. Karena untuk jenis sabu, 1gramnya bisa dijual senilai Rp1,7 juta.

MAHYUNADI

“1gram sabu bisa merusak 20 generasi penerus bangsa, kalikan saja kalau mencapai 1.000 gram. Berarti bisa mencapai 20.000 generasi yang terancam,” bebernya.

Sementara itu, Rika yang coba dijumpai menuturkan ia baru mengenal orang yang memintanya mengantar barang haram tersebut. Dan barulah mendapat upah setelah tugasnya selesai.

“Baru sekali, saya cuma disuruh saja. Belum tahu upahnya, saya juga baru kenal dua bulan lalu sama yang suruh,” singkatnya saat ditemui di Polresta Samarinda.

Nasi sudah menjadi bubur, akibat perbuatannya Rika harus mendekam di balik jeruji besi dan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya, meski ia mengaku baru yang pertama kalinya. (*)

Penulis: Muhammad Upi
Editor: Yusuf Arafah

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close