Hard NewsHeadlineHukum

Janji Bisa Adakan Uang Rp20 Miliar, Dukun di Samarinda Minta Syarat Cium hingga Tidurin Korban

dukun
Salah seorang korban perdukuan di Samarinda saat melaporkan kasus yang dia alami kepada petugas FKPM Kelurahan Pelita. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Ada-ada saja kelakuan pria bernama Iwan (50) asal Samarinda ini. Dengan dalih memiliki ilmu supranatural atau yang lebih dikenal dengan dukun, dia nyaris sukses mengelabui 1 keluarga yang berada di Jalan Gerilya, Gang Sepakat, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda.

baca juga: Uang Hasil Mengamen Bukannya Ditabung, Empat Bocah di Samarinda Malah Pakai Buat Ngelem dan Nyabu

Dengan iming-iming dapat menghasilkan uang gaib sebanyak Rp20 meliar, dukun gadungan itu mampu meyakinkan para korbannya. Caranya dengan melakukan ritual selama 5 hari setiap malamnya dengan melibatkan 5 perempuan, 2 di antaranya sudah lanjut usia dan 3 lainnya masih berusia muda.

Kelima perempuan yang nyaris menjadi korban dukun gadungan itu, yakni WI (21), AN, dan OD, yang diketahui masih satu kerabat keluarga. Kemudian 2 perempuan lain berusia lansia, adalah orang yang dibawa pelaku.

Kepada media ini, WI menjelaskan, bahwa saat malam kelima, dia diminta masuk sebuah ruangan gelap yang sudah tersedia bermacam-macam bahan ritual seperti bunga tujuh rupa, beras kuning, kopi dan dupa. Namun saat di kamar gelap, dukun cabul itu mencoba merayu WI.

“Saat di kamar, dia (pelaku) mau mencium saya, saya pun berontak. Karena saya tidak mau dicium, dukun itu marah dan menyuruh saya pulang, dan menganggap ritual ini gagal,” tuturnya.

Selama ini dukun palsu itu diketahui tinggal di rumah kakak Wi, yaitu AN. Selama berada di situ, AN memfasilitasi semua kebutuhan dukun tersebut.

“Kakak saya percaya saja, enggak tahu mungkin pengaruh gendam atau dihipnotis saya juga enggak tahu. Yang jelas selama 5 hari, semua keperluan dia (pelaku) dituruti terus seperti makan, rokok dan lain-lain,” ucapnya Wi saat diwawancarai wartawan Akurasi.id, Selasa (19/5/20) tadi.

Merasa dilecehkan dan ada yang janggal, WI pun langsung melaporkan kasus tersebut ke Forum Kemitran Polisi Masyarakat (FKPM) Kelurahan Pelita untuk dapat menindaklanjuti kasus tersebut.

Petugas FKPM yang tiba tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (19/5/20) sekira pukul 03.00 Wita, sudah tidak lagi mendapatkan dukun gadungan tersebut. Pelaku diduga telah berhasil melarikan diri.

Ketua FKPM Kelurahan Pelita, Marno Mukti mengatakan, sebagaimana keterangan yang dia dapatkan dari korban, bahwa pelaku akan kembalu lagi dalam 3 hari ke depan. “Namun dengan syarat korban harus menyediakan seekor kambing untuk melanjutkan ritualnya,” jelasnya.

Selain itu, dari keterangan kakak WI yaitu AN, kalau dia sempat dia ajak tidur (berhubungan bandan) lantaran AN sempat mendambakan untuk memiliki momongan. Pasalnya, AN sudah lama tak mendapatkan momongan, namun saat itu AN menolak ajakan dukun tersebut.

“Kami menyarankan agar para korban melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi, agar dapat ditindaklanjuti, apakah dukun ini bekerja sendiri atau berkelompok,” pungkas Marno. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close