Hard NewsHukum

Jaringan Bandar hingga Pemakai Sabu di Samarinda Diringkus Polisi dalam Sekali Penyelidikan

bandar
Polersta Kota Samarinda merelilis hasil tangkapan narkoba yang berhasil mereka ungkap. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Satuan Reserse Narkoba Polres Samarinda, kembali menangkap bandar dan pengedar narkotika yang beroperasi di wilayah tersebut. Tidak hanya itu, dari ungkap kasus itu, kepolisian juga mengamankan kurir dan para pelangga barang haram tersebut.

baca juga: Satu Warga Kaltim Dikabarkan Positif Corona, 24 Orang Menunggu Hasil Lab

Kapolres Samarinda Kombes Pol Arif Budiman menerangkan, berdasarkan dari laporan warga, pihaknya berhasil menangkap tersangka Welly dan Bayu di Jalan Pahlawan, Kecamatan Samarinda Ulu, pada Selasa, 17 Maret 2020 sekira pukul 22.15 Wita.

“Terungkapnya jaringan narkotika ini berawal dari laporan warga. Tim kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap 2 pelaku yang tengah kedapatan membawa sabu seberat 0,82 gram. Dari informasi tersangka, kami melakukan pengembangan,” jelas Kombes Pol Budiman, Rabu (18/3/20).

Setelah melakukan pengembangan, pihak kepolisian kembali meringkus dua orang tersangka lainnya, yakni Irwan dan Dedi. Keduanya diamankan pihak kepolisian di dua tempat berbeda. Dari tangan Irwan, polisi mengamankan barang bukti sabu 0,58 gram. Sedangkan dari tangan Dedi, polisi mengamankan sabu seberat 0,84 gram.

Kepada awak media, Kombes Pol Arif menyebutkan, dari keterangan tersangka Irwan dan Dedi, pihaknya kembali melakukan pengembangan dan menangkap pelaku lain bernama Jatmiko. Dari hasil melakukan pengeledahan terhadap pelaku, polisi mengamankan barang bukti sabu seberat 694,29 gram.

Tidak hanya itu, dari tangan pelaku, polisi juga ikut mengamankan barang bukti narkoba jenis lain, yakni 20 poket ekstasi dengan jumlah sebanyak 1.700 butir.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka Irwan dan Dedi, mereka mengaku bertugas sebagai kurir dari tersangka Jatmiko. Jatmiko ini merupakan bandar sabu. Sedangkan tersangka Wely dan Bayu merupakan pemakai yang kami dapatkan dari pengembangan kasus Dedi dan Irwan,” bebernya.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Kepada pihak kepolisian, tersangka Jatmiko sendiri mengakui baru melakukan bisnis haram tersebut, dengan dalih dia sudah cukup lama tidak mempunyai pekerjaan. Kendati demikian, apapun alasannya, proses hukum tetap akan berjalan.

Saat ini Polres Samarinda sedang mendalami kasus tersebut untuk mencari tahu dari mana tersangka mendapatkan barang haram itu. Untuk para pelaku sendiri akan dikenakan dijerat dengan Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 10 tahun penjara. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin



Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close