DPRD Kaltim

Jawab Tantangan IKN, Petani Kukar Butuh Suntikan Sarana dan Prasarana dari Pemerintah

tantangan
Wakil Ketua I DPRD Kaltim Muhammad Samsun. (Dirhan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Ditetapkannya Kaltim sebagai lokasi pembangunan ibu kota negara (IKN) yang baru bakal berimplikasi terhadap pembangunan di berbagai bidang. Sektor pertanian adalah satu di antaranya yang bakal terdampak dari rencana tersebut.

Wakil Ketua I DPRD Kaltim Muhammad Samsun mengatakan, dari hasil reses yang dia dapatkan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dia banyak menerima masukkan terkait masih terbatasnya sarana dan prasarana penunjang pengembangan pertanian.

Baca Juga: Bahas Masalah Ketenagakerjaan, Komisi IV DPRD Kaltim Agendakan Kunker ke Perusahaan Pertambangan

Di sisi lain, dengan telah ditetapkannya Kukar sebagai bagian dari lokasi pembangunan IKN, otomatis juga menjadi tantangan bagi petani. Lantaran bakal ada jutaan orang yang bermigrasi ke Tanah Benua Etam -sebutan Kaltim- jika IKN telah dibangun pemerintah pusat.

Logo dprd Kaltim

“Saya memang banyak turun ke basis petani. Ada peluang yang sangat besar dengan adanya pemindahan IKN. Akan ada penambahan penduduk hingga jutaan orang nantinya. Masing-masing pasti membawa perut. Semua pasti butuh diisi,” tutur dia, Kamis (7/11/19).

Kehadiran IKN itu bakal menjadi tantangan bagi petani dan masyarakat ke depannya. Petani bakal ditantang apakah dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kaltim dan mereka yang bakal bermigrasi ke Benua Etam.

“Tantangan kita ke depan, bagaimana petani menjawab kebutuhan itu. Sejauh mana pemerintah dan petani menjaga produktivitas pangan. Ada peluang (kebutuhan pangan) yang sangat besar untuk dipenuhi petani di Kaltim,” katanya.

Diakui dia, persoalan yang memang masih belum dapat dijawab Pemerintah Kaltim maupun Pemerintah Kukar yakni menyiapkan semua sarana dan prasarana pendukung bagi petani. Karena hingga dengan saat ini, masih banyak petani yang kesulitan sistem irigasi untuk mengalirkan air ke sawah-sawah yang mereka miliki.

“Permasalahannya memang bagaimana program pemerintah memberikan stimulan terhadap para petani. Entah itu sarana dan prasarana, kemudian fasilitas pertanian seperti irigasi, dan jalan usaha tani yang meningkatkan produksi pertanian,” imbuhnya.

Koordinasi dengan Pemerintah Kaltim dan Kukar akan coba dilakukan Samsun untuk membahas kebutuhan para petani tersebut. Baik dari sisi kebijakan anggaran maupun program berbasis pembinaan bagi petani. (*)

Penulis: Muhammad Aris
Editor: Dirhanuddin

5/5 (3 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close