Hard NewsHeadline

Jembatan Mahakam Kembali Ditabrak, Hadi: KSOP Harus Bikin Aturan Jelas Jangan Cuma Tahu Ambil Pungutan Saja!!!

Jembatan Mahakam
Jembatan Mahakam acap kali ditabrak oleh tugboat yang lalu lalang di bawahnya. (Dok Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Setiap tahunnya Jembatan Mahakam Samarinda selalu menjadi laluan puluhan hingga ratusan kapal industri. Baik dari perusahaan kayu, sawit dan batu bara. Padatnya aktivitas perlintasan ini rupanya juga membuat sejumlah kecelakaan. Satu di antaranya yang kerap terjadi, yakni kapal tugboat dan tongkang yang acap menabrak bagian tiangnya. Kepanikan pun jelas akan terjadi. Karena suara dentuman keras terdengar hingga ke pemukiman warga.

Baca juga: Gakkum LHK Amankan Puluhan Ekor Satwa Dilindungi dari Dua Orang Tersangka

Pada tahun ini, yang terakhir terjadi pada Minggu (17/11/2019) sekitar pukul 20.20 Wita, kemarin. Saat itu, arus lalulintas di atas jembatan Mahakam sedang ramai. Tiba-tiba saja terdengar suara benturan keras dari bagian bawahnya. Badan jembatan pun goyang. Sejumlah warga yang sedang melintas sontak saja dibuatnya panik.

Akibatnya, arus lalulintas menjadi macet total. Petugas berwajib bersama sejumlah anggota relawan bertindak cepat untuk mengatasi kemacetan, dengan melakukan buka tutup arus lalulintas dari arah Samarinda Seberang ke Samarinda Kota. Begitu pun sebaliknya.

Bahkan saat kejadian, diketahui jika Wakil Gubernur (Wagub) Hadi Mulyadi sedang berada di dalam gedung Hotel Harris dan merasakan langsung akibat kejadian tersebut. Saat itu, kata Hadi, ia sedang menghadiri sebuah acara, dan sedang mendengarkan sambutan awal dimulainya kegiatan tersebut.

“Bukan cuma suara, tapi getarannya itu sampai di dalam ruangan tempat saya berada,” ungkapnya saat dijumpai di kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Senin (18/11/2019) siang.

Hadi mengaku terkejut, awalnya bahkan ia mengira jika asal suara itu dari sebuah ledakan. Usut punya usut, rupanya ia baru mengetahui jika, getaran dan suara itu berasal dari sebuah kapal tugboat yang baru saja menabrak bagian tiang pilar Jembatan Mahakam.

Hingga siang tadi, Hadi mengaku belum mendapatkan laporannya dari pihak terkait seperti Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) maupun dinas terkait lainnya.

MAHYUNADI

“Sampai sekarang saya belum menerima laporannya. Malahan saya menerima laporannya dari kalian (media),” kata Hadi sembari menunjukkan awak media yang sedang mewawancarainya saat itu.

“Kalau begini terus gawat, lama lama-lama bisa bubar negara kalau begini caranya. Ya, kan seharusnya ada laporan segera mungkin. Mau itu dari PU, KSOP dan ESDM. Secepatnya saya akan suruh mereka bikin laporannya,” sambungnya.

Dengan tegas Hadi mengatakan, jika kejadian seperti ini memang kerap terulang tanpa adanya penyelesaian yang jelas. Selain itu, peristiwa ini pasti menjadi keresahan bagi masyarakat secara umum. Maka dari itu, agar tidak terus terulang, ia meminta agar pihak yang berwenang seperti KSOP bisa segera menerbitkan rambu-rambu dan peraturan yang tegas bagi para perusahaan.

“Seharusnya ada rambu dan aturan yang jelas. KSOP jangan tahunya cuma mungut saja. Saya pikir enggak tahu pungutannya berapa? Ya tahulah itu berapa jumlah pungutannya. Maksudnya di bikin rambu yang baik. Dari pihak pengusaha diingatlah karena ini sudah sering,” tegasnya.

Selain itu, Hadi juga meminta agar para perusahaan bisa melakukan pembinaan kepada karyawannya. Agar bisa mengantisipasi laluan kapal sebelum melintas di bawah kolong jembatan.

“Jangan tidur. Ini kapal jelas tidak sama dengan mobil. Dari jarak sekian ratus meter harus di banting duluan kemudinya biar enggak tabrakan,” jelasnya.

Hadi pun dengan lantang mengatakan pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada pihak perusahaan. Dan apabila terbukti bersalah, maka ia tidak akan segan memberikan sanksi.

Terpisah, Kapolsekta Kawasan Pelabuhan AKP Aldi Alfa Faroqi saat dikonfirmasi turut membenarkan peristiwa tersebut. Kata Aldi, setelah mendapatkan laporan, jajarannya segera menuju lokasi kejadian untuk menelusurinya.

“Memang betul ditabrak. Kami menemukan adanya goresan. Tapi tiang jembatan relatif aman dan utuh,” ungkapnya.

Saat sedang melakukan pengecekan di lokasi kejadian, polisi berpangkat balok tiga emas ini mengaku mendapatkan sedikit kesulitan. Lantaran waktu kejadiannya pada malam hari. Pihaknya sulit menemukan sejumlah keterangan saksi yang melihat secara langsung kejadian tersebut.

“Kami langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti Pelindo dan KSOP. Hasilnya kami ketahui kalau saat ini pihak KSOP sudah mengamankan ABK dan kami masih terus bersiaga menunggu koordinasi lanjutan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Upi
Editor: Yusuf Arafah

Tags
Show More

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Lihat Juga

Close
Back to top button
Close
Close