HeadlinePolitik

Kampanye di Samarinda, Ma’ruf Amin Mendapat Gelar Tokoh Besar Pemersatu Bangsa

Kampanye di Samarinda, Ma’ruf Amin Mendapat Gelar Tokoh Besar Pemersatu Bangsa
Ma’ruf Amin mengenakan pakaian khas adat Dayak. Pakaian ini dikenakan cawapres nomor urut 01 ini setelah mendapat gelar kehormatan dari Suku Dayak. (Ufqil Mubin/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Pada Jumat (22/3/19) siang, Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 Ma’ruf Amin menghadiri acara Deklarasi Anak Republik Se-Kalimantan Timur, di Convention Hall, Gelanggang Olahraga (GOR) Sempaja, Samarinda. Dalam kesempatan itu, eks Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut diberikan gelar kehormatan Tokoh Besar Pemersatu Bangsa oleh organisasi yang menaungi Suku Dayak.

“Terima kasih masyarakat dayak. Ini mendorong saya, mendorong kita semua, seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga keutuhan bangsa sampai kiamat,” ucap Ma’ruf.

Selain itu, mantan Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) tersebut menyampaikan programnya bersama Joko Widodo (Jokowi). Dia juga membantah beragam tudingan yang kerap dilontarkan sejumlah pihak yang menyudutkan pemerintahan Jokowi.

  1. Sindir Prabowo yang Klaim Indonesia Akan Punah

Jika terpilih sebagai wakil presiden, Ma’ruf berjanji akan membangun Indonesia menjadi negara yang kuat. Bersama Jokowi, dia yakin akan membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi rakyat.

Dia menyebut, selama empat setengah tahun Jokowi memimpin Indonesia, anak-anak miskin bisa mengenyam pendidikan dengan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Jika terpilih, pada periode berikutnya, Jokowi akan memberikan kartu kepada orang miskin agar dapat menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

“Karena itu, jangan takut bermimpi. Jangan takut bercita-cita. Karena negara akan terus hadir membantu kalian,” imbuhnya.

Agar memudahkan setiap orang berobat, pemerintah memberikan beragam bantuan. Dengan bermodal Kartu Indonesia Sehat (KIS), sebagian besar rakyat mendapat pelayanan pengobatan gratis. Pemerintah memberikan KIS kepada 215 juta penduduk. Tidak hanya orang miskin, program tersebut menyasar orang-orang yang rentan miskin.

“Kita akan tingkatkan pelayanan (di berbagai bidang). Ekonomi sudah dibangun. Infrastruktur sudah dibangun. Ada infrastruktur darat, laut, dan infrastruktur langit,” terangnya.

Dia membantah pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengklaim Indonesia akan punah. “(Kami) akan membangun Indonesia kuat. Bukan Indonesia punah. Indonesia kok punah? Memangnya dinosaurus?” tegasnya.

Kampanye di Samarinda, Ma’ruf Amin Mendapat Gelar Tokoh Besar Pemersatu Bangsa
Seorang pemimpin Suku Dayak Kaltim menyampaikan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf. (Ufqil Mubin/Akurasi.id)
  1. Infrastruktur Langit Indonesia Kalahkan Iran

Dalam penggalan pernyataannya, Ma’ruf mengatakan, infrastruktur langit atau palapa ring telah menempatkan Indonesia sebagai negara besar. Jaringan yang menghubungkan seluruh wilayah itu membuat semua orang dapat terhubung lewat internet.

“Melalui jaringan online ini, tumbuh usaha-usaha. Namanya PBBT. Perusahaan Baru Berbasis Tehnologi. Yang sekarang dinamakan startup. Empat tahun ini, pemerintah sudah menumbuhkan lebih dari 1.000 startup,” ungkapnya.

Pertumbuhan perusahaan berbasis startup di Indonesia telah mengalahkan Republik Islam Iran. Negara tersebut membutuhkan waktu 10 tahun untuk menumbuhkan 1.000 startup. Sementara Indonesia, di tangan Jokowi, hanya butuh waktu empat setengah tahun.

“Bahkan sekarang sudah tumbuh namanya unicorn. Perusahaan besar di Indonesia yang modalnya sampai USD 1 triliun (seperti) Gojek, Tokopedia, Bukalapak. Nanti, Gojek akan menjadi decacorn. Yaitu perusahaan dengan modal USD 10 triliun,” terangnya.

Kampanye di Samarinda, Ma’ruf Amin Mendapat Gelar Tokoh Besar Pemersatu Bangsa
Ma’ruf menyampaikan sambutan di hadapan ribuan pendukungnya. (Ufqil Mubin/Akurasi.id)
  1. Janji Perjuangkan Harga Sawit

Cawapres yang kerap dipanggil kiai itu menyebut, harga sawit turun drastis karena persaingan global. Jika terpilih sebagai wakil presiden, Ma’ruf akan memperjuangkan peningkatan harga sawit.

Selain itu, dia akan melanjutkan program pengolahan sawit menjadi bahan bakar minyak (BBM). Sehingga sawit yang dihasilkan dalam negeri tidak dijual secara mentah di pasar global.

“Sekarang sawit sudah jadi campuran migas dan BMM. Baru 20 persen. Nanti ada B20. Sekarang sudah berhasil dilakukan riset. Nanti sawit akan diubah menjadi BBM 100 persen,” katanya.

Kampanye di Samarinda, Ma’ruf Amin Mendapat Gelar Tokoh Besar Pemersatu Bangsa
Perwakilan organisasi Anak Republik Se-Kalimantan Timur membacakan deklarasi dan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf. (Ufqil Mubin/Akurasi.id)
  1. Bantah Hoaks yang Menyerang Jokowi

Ma’ruf membantah tudingan sejumlah pihak yang menghubungkan Jokowi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Dia menyebut saat PKI dibubarkan, Jokowi baru berumur 4 tahun.

“Jokowi (juga) disebut anti ulama. Saya ‘kan ulama? Ente bengong apa? Kok enggak paham-paham? Kapan pahamnya? Katanya, ‘yang harus didukung itu ulama’. Dari dulu ulama itu tukang dukung. Kalau sudah jadi (presiden dan wakil presiden), wassalam,” sesalnya.

Kata dia, sering kali saat kontestasi politik di tingkat nasional dan daerah, para politisi meminta dukungan ulama. Setelah terpilih, ulama tidak diperhatikan. Ulama identik dengan daun salam.

“Daun salam itu untuk masak. Kalau ibu-ibu mau masak, cari daun salam. Biar apa? Biar wangi dan sejuk. Kalau sudah masak, yang pertama kali dibuang daun salam,” jelasnya.

Presiden ketujuh itu sama dengan politisi lainnya yang mengharapkan dukungan tokoh agama. “Tetapi bedanya, beliau menggandeng ulama sebagai wakil presiden,” tegasnya. (*)

Penulis: Ufqil Mubin
Editor: Ufqil Mubin

4.7/5 (6 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close