DPRD Kaltim

Kampanyekan Stop Kekerasan dan Eksploitasi Anak, Syafruddin Harapkan Orangtua Lebih Peka Pada Kebutuhan Anak

Syafruddin
Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syafruddin. (Dokumen Pribadi Syafruddin)

Akurasi.id, Samarinda – Masih banyaknya kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap di berbagai daerah di Kaltim membuat anggota DPRD Kaltim Syafruddin cukup prihatin. Politikus Partai PKB ini mengajak agar masyarakat dan para orang tua sama-sama menjaga dan merawat anak agar kelak menjadi generasi gemilangnya Kaltim dan Indonesia.

Hal itu disampaikan Syafruddin sekaligus memperingati Hari Anak Universal yang diperingati setiap 20 November. Pada momentum yang juga dikenal sebagai Sejarah Hari Anak itu, Udin sapaan karibnya mengajak para orang tua untuk sama-sama melawan setiap perbuatan dan tindakan kekerasan terhadap anak.

Baca Juga: Bahas Masalah Ketenagakerjaan, Komisi IV DPRD Kaltim Agendakan Kunker ke Perusahaan Pertambangan

Perilaku eksploitasi anak dalam bentuk apapun, sambungnya, di era saat ini bukan lagi saatnya. Setiap anak mesti mendapatkan hak dan kemerdekaan mereka. Dalam bermain, berekspresi, kasih sayang, cinta, dan memperoleh pendidikan yang layak bagi kebutuhan masa depan mereka kelak.

Logo dprd Kaltim

“Stop kekerasan terhadap anak. Stop eksploitasi anak dalam bentuk apapun,” tulis Syafruddin sebagaimana dikutip dalam akun media sosial (medsos) pribadinya Facebook @SyafruddinPkb yang di-posting, Rabu (20/11/19).

Dalam posting yang sama, anggota Komisi III DPRD Kaltim itu turut mengajak seluruh masyarakat di Tanah Benua Etam –sebutan Kaltim- untuk sama-sama menularkan nilai-nilai positif bagi pembentukan karakter anak. Sebab anak-anak itu yang akan melanjutkan estafet bangsa ini.

“Mari kita wariskan tradisi yang positif untuk anak-anak kita sebagai modal mereka untuk menatap masa depan yang lebih baik,” ajak Udin.

Menurutnya, mendidik anak tidak boleh hanya sebatas memenuhi apa yang menjadi keinginan mereka. Melainkan, bagaimana caranya agar apa yang diberikan para orang tua sebagai bentuk cinta dan kasih sayang yang sangat tulus untuk setiap anak.

“Mencintai anak tidaklah cukup, yang terpenting adalah anak-anak menyadari bahwa mereka dicintai (dan mendapatkan kasih sayang) orang tuanya (dengan setulus hati),” ucapnya.

Dikutip dari Tirto.id, Hari Anak Sedunia diperingati setiap 20 November. Hari Anak Sedunia pertama kali dicetuskan pada 1954, sebagai Hari Anak Universal. Setiap 20 November, Hari Anak diperingati untuk mengampanyekan kesadaran di antara anak-anak di seluruh dunia dan meningkatkan kesejahteraan anak.

20 November 1989 menjadi tanggal yang penting, sebab pada hari itu Majelis Umum PBB membuat Deklarasi Hak-Hak Anak. Kemudian, pada 20 November 1989, Majelis Umum PBB mendeklarasikan Konvensi Hak-Hak Anak. Sejak 1990, Hari Anak Sedunia juga menjadi peringatan bagi Majelis Umum PBB saat mengadopsi Deklarasi dan Konvensi tentang hak-hak anak.

Dikutip dari situs PBB, para ibu, ayah, guru, perawat, dokter, pemimpin pemerintahan, aktivis, tokoh agama, masyarakat sipil, korporat, media massa, kaum muda, dan anak-anak sendiri dapat memainkan peran penting dan menjadikan Hari Anak Sedunia suatu momen yang relevan untuk mewujudkan kesejahteraan anak. (*)

Penulis: Muhammad Aris
Editor: Yusuf Arafah

Tags
Show More

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close