Corak

Kaum Jompo Butuh Perhatian Pemerintah

Kaum Jompo Butuh Perhatian Pemerintah
Salah satu lansia sedang menikmati istirahat siang. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Wanita tua itu tampak tenang. Kuku-kuku jari tangannya yang mulai memanjang satu persatu dipotong dan dibersihkan oleh seorang wanita yang jauh lebih muda dari dirinya. Keduanya tampak sangat akrab, layaknya seorang ibu dan anak.

Nama wanita muda itu Nurul Maghfiroh, seorang relawan yang dengan keihklasannya merawat para orang tua yang tak “terurus” lagi oleh keluarganya. Sedangkan wanita sepuh itu, salahsatu lansia yang dirawat oleh Nurul. Aktivitas keseharian keduanya terlihat, Senin (25/2) kemarin di Panti Jompo Al Maghfiroh, salah satu panti penampung lansia terlantar, baik dari Bontang maupun Sangatta.

“Yang kami rawat di sini benar-benar para orang tua terlantar. Bukan orang tua yang punya anak terus dititipkan sama anaknya,” jelas Nurul.

Dikatakannya, di Panti yang berlokasi di Jalan Poros Sangatta-Bontang, Dusun Kemuning RT 08 Kilometer 10, Teluk Pandan, Kutai Timur ini terdapat 9 lansia yang dirawat. Rata-rata berusia 70 tahun ke atas. Selain itu adapula satu anak yang dirawat, karena ditelantarkan. Dari sembilan lansia yang dirawat, dua lansia mengalami lumpuh, serta satu sudah tidak bisa melihat.

“Untuk umur pastinya kurang tau juga, karena mereka tidak memiliki kartu identititas. Bahkan ada yang sudah pikun, jadi agak susah untuk menggali identitasnya,” ungkap Nurul kepada Akurasi. id.

Kaum Jompo Butuh Perhatian Pemerintah
Dua lansia berfoto bersama dua relawan Panti Jompo Al Maghfiroh. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Panti Jompo Al Maghfiroh ini sudah sejak 8 tahun lalu didirikan. Niat pendirinya murni untuk membantu para lansia ataupun orang-orang yang terlantar. Sehingga, ketika ada orang yang terlantar atau tak memiliki tempat tinggal, biasanya diarahkan ke Panti Jompo Al Maghfiroh.

“Rata-rata yang tinggal di sini karena diarahkan oleh warga ataupun oleh Ketua- Ketua RT yang langsung mengantarkan ke kami untuk dirawat,” terangnya.

Berdasarkan pantauan Akurasi. id, dalam kamar berukuran 5×8 meter, masing-masing kamar dihuni 2 lansia. Di dalam kamar dilengkapi dengan tempat tidur dan perlengkapan masing-masing lansia, seperti popok, bedak, obat, maupun minyak angin, serta kursi roda untuk lansia yang lumpuh, yang semuanya merupakan kebutuhan sehari-hari.

Nurul menambahkan, sebagian penghuni Panti Jompo Al Maghfiroh ini sudah renta, sehingga dirinya sejak bangun sampai tidur lagi hanya mengurus lansia-lansia itu. Mulai dari menyediakan makanan, memandikan, hingga membersihkan ketika sudah buang air besar.

“Ada dua orang yang masih bisa bantu nyapu pekarangan, itung-itung sebagai olahraga juga untuk mereka. Kalau yang lainnya karena memang sudah sepuh dan ada yang lumpuh serta buta, maka saya urus sendiri mereka, mulai makan, cebokinnya, hingga menggaruk garuk tubuh mereka yang gatal,” ceritanya.

Disinggung masalah bantuan dari pemerintah, Nurul mengatakan belum mendapatkan bantuan baik dari Pemkab Kutim maupun Pemkot Bontang, padahal wilayah maupun penghuni Panti Jompo Al Maghfiroh ada yang dari Bontang dan juga Sangatta.

“Kalau donatur secara pribadi ada. Dari perusahaan juga selalu rutin ada kunjungan. Tapi kalau dari pemerintah belum ada. Kami sih berharap ada perhatian, setidaknya pemberian pelatihan dan modal usaha misalnya, biar kami ada usaha sendiri jadi tidak bergantung dari donatur terus,” harapnya.

Akurasi. id pun sempat mewawancarai Titi Ruskati, salah satu penghuni Panti Jompo Al Maghfiroh yang terlihat masih bisa beraktivitas sendiri tanpa bantuan relawan. Titi menceritakan, awalnya dia dan suami tinggal berpindah-pindah. Hingga akhirnya ada yang mengarahkan ke Panti Jompo Al Maghfiroh.

“Yang mengantar ke sini yo warga, karena saya tidak punya anak dan tidak punya sanak saudara, numpang saja dari rumah warga yang satu ke warga satunya. Saya sama suami ditampung di Panti Jompo ini,” jelasnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Yusva Alam

5/5 (4 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close