Lifestyle

Komunitas Kampus Cerita Lahirkan Tujuh Penulis

Komunitas Kampus Cerita Lahirkan Tujuh Penulis
Junius Andria (kanan) berfoto dengan penulis Kampus Cerita. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Berangkat dari sebuah komunitas, Kampus Cerita berkembang menjadi gerakan literasi yang membuahkan hasil. Pada Ahad (21/7/19), Junius Andria, founder gerakan ini,  mewisuda tujuh anggota komunitasnya setelah berhasil menulis buku bertajuk “Cinta Seadanya”.

Junius mengatakan, kegiatan yang bertemakan cinta menuju buku tersebut bermaksud mewisuda dan meluncurkan karya perdana penulis di Kampus Cerita.

“[Kami] ingin mengenalkan kembali budaya literasi kepada kaum muda Kutim,” Kata Junius kepada Akurasi.id.

Wanita kelahiran 7 Juni 1991 ini menjelaskan, Kampus Cerita adalah komunitas yang ditujukan sebagai wadah bagi siapapun yang ingin mengembangkan minat membaca dan menulis.

“Dengan taraf minat buku kita yang rendah, saya ingin menyebarkan minat baca dan menulis lebih meningkat. Program sosial dengan menyentuh literasi ini sangatlah penting,” bebernya.

Disinggung peran pemerintah dalam mendukung gerakan komunitasnya, ia berharap pemerintah tidak hanya memerhatikan Kampus Cerita. Tetapi juga menopang dan menggandeng kelompok-kelompok yang konsen mengembangkan literasi di Kutim.

“Saya berharapnya pemerintah bisa lebih perhatian terutama terhadap dunia literasi di Kutim. Setelah tambang habis, saya takut peradaban Kutim juga habis jika kita tidak mulai menulis,” katanya.

Di kesempatan yang sama, mantan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, turut menyampaikan kebanggaannya pada para penulis muda yang bersusah payah meningkatkan literasi di Kutim.

“Ini adalah sumbangsih yang luar biasa. Apalagi tulisan bisa menjadi inspirasi bagi orang banyak. Jangan pernah berhenti untuk menulis,” imbuhnya.

Dia berpesan agar para penulis tak malas dan bosan melahirkan karya tulis. Dua “penyakit” ini dinilainya dapat menghambat penulis menyusun dan menghasilkan karya.

“Teman-teman ini diharap mampu menjadi generasi penerus. Agar bisa mewabahkan sudut pandang dan melebarkan sayap literasi di daerah,” tandasnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Ufqil Mubin

Tags
Show More

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close