HeadlineIsu Terkini

KSOP Amankan Lima ABK Usai Insiden Jembatan Mahakam Ditabrak

Jembatan Mahakam
Plh Kasi Keselamatan Berlayar, KSOP Kelas II Herdi dan General Manager Pelindo IV Suhadi Hamid Aly. (Muhammad Upi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Tidak berselang lama setelah kejadian tertabraknya tiang pilar Jembatan Mahakam, pada Minggu (17/11/2019) malam kemarin, untuk pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda mengetahui pelakunya.

Dari hasil gerak cepat itu, diketahui jika tiga pilar itu ditabrak oleh tongkang BG Financia 37 yang ditarik kapal tugboat Entebe Emerald 59 yang sedang melintas di bawah Jembatan Mahakam saat sedang menuju jetty perusahaan tambang batu bara di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar).

Baca juga:Jembatan Mahakam Kembali Ditabrak, Hadi: KSOP Harus Bikin Aturan Jelas Jangan Cuma Tahu Ambil Pungutan Saja!!!

Dijumpai di ruang kerjanya, Senin (18/11/19), Plh Kasi Keselamatan Berlayar, KSOP Kelas II Herdi menjelaskan, setelah mendapat laporan awal pihaknya langsung melakukan pencarian terhadap kapal perusahaan yang melakukan kejadian tersebut.

“Kami lakukan pengejaran dan menemukan kapal tersebut berada di sebuah jetty di kawasan Kukar. Kemudian kita langsung lakukan olah KTP,” ucapnya kepada awak media.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sebelum menabrak kapal tugboat yang sedang menarik tongkang kosong tersebut usai melakukan bongkar muatan di kawasan Muara Berau. Setelahnya, kapal itu bergegas kembali untuk melakukan pengisian ulang batu bara.

Terkait dengan perlintasan tugboat Herdi menambahkan bahwa ada jadwal penggolongan untuk melintas. Tetapi tidak ada jadwal tersebut, pada malam hari. Saat kejadian berlangsung tugboat yang melintas seharusnya meminta panduan kepada pihak Pelindo IV jika hendak melintas di perairan Sungai Mahakam terlebih jika hendak melalui kolong jembatan jika nakhoda kapal tidak yakin bisa melintasinya seorang diri.

“Yang mengetahui pihak Pelindo IV. Kalau tidak ada muatan maka tidak ada jadwal penggolongan. Sedangkan kalau nakhoda tidak merasa yakin, maka berhak memanggil pemandu,” tambahnya.

Dalam hal ini, pihak KSOP sendiri sudah melakukan pemeriksaan dengan meminta keterangan terhadap lima ABK tugboat dan satu orang pihak agen, termasuk kelengkapan dokumen izin saat berlayar.

“Dokumen masih berlaku dan lengkap untuk tugboat. Untuk tongkang serta dokumennya kita tarik sementara sampai proses pemeriksaan selesai,” tutupnya.

Tugboat Wajib Diiringi Pemandu

Jembatan Mahakam
Kegiatan pengangkutan batu bara di Sungai Mahakam diminta untuk mendapatkan pendampingan. (Ilustrasi)

Insiden tertabraknya tiga pilar Jembatan Mahakam oleh tongkang BG Financia 37 yang ditarik kapal tugboat Entebe Emerald 59, rupanya di luar pengawasan Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV. Hal ini diterangkan General Manager Pelindo IV Suhadi Hamid Aly, jika pihaknya tidak mendapatkan laporan resmi dari pihak pemilik kapal. Kalau pada waktu tersebut akan ada aktivitas penggolongan.

“Teknisnya kami tidak mengetahui seperti apa. Sepengetahuan kami tidak ada kegiatan perlintasan kapal pada jam tersebut,” jelas Suhadi.

Suhadi yang saat itu tengah berada di luar kota, sontak terkejut saat pertama kali mendapatkan kabar jika ada kecelakaan sebuah kapal menabrak tiang pilar jembatan. Tentu saja ini merupakan hal yang wajar karena sedikit pun dia tidak mengetahui jika akan ada aktivitas penggolongan.

Setelah kejadian, ia bersama KSOP langsung mengagendakan jadwal rapat. Suhadi pun berharap agar ke depannya akan ada peraturan atau instruksi wajib pandu untuk para pemilik kapal menjalankan ketentuan tersebut.

Hal ini wajib dilakukan agar kejadian serupa tidak terus terulang di kemudian hari. Penggolongan secara mandiri pun ditiadakan sehingga kapal-kapal yang melintas akan dipandu selama 24 jam penuh. Terlebih ketika kapal yang melintasi aliran sungai di tengah kota ini pasti akan melewati Jembatan Mahakam.

“Kami monitor mulai hari ini hingga seterusnya sembari menunggu prosedur tetap (protap) untuk tongkang-tongkang yang kosong,” imbuhnya.

Suhadi juga menyebutkan kegiatan pemanduan setiap harinya tergantung dari pasang surut air Sungai Mahakam. Saat ini pihak Pelindo IV efektif bekerja selama 12 jam per hari, tetapi hanya bisa optimal sekitar 8 jam untuk memandu tugboat yang akan melewati perairan sungai Mahakam.

“Dalam 12 jam tongkang yang antre itu kami optimalkan agar bisa melintas pada saat pasang tertinggi. Kita siapkan 4 sampai 5 pandu dalam sehari, “tutupnya. (*)

Penulis : Muhammad Upi
Editor: Yusuf Arafah

Tags
Show More

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close