HeadlineIsu Terkini

Kurang dari 4 Jam Warga Sungai Kunjang Digegerkan Penemuan 2 Mayat di Tempat Berbeda

Kurang dari 4 Jam Warga Sungai Kunjang Digegerkan 2 Penemuan Mayat di Tempat Berbeda
Tim Gugus Tugas Covid-19 mengevakuasi mayat Sarono (50) warga Jalan KS Tubun Dalam. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Warga Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, digegerkan dengan penemuan 2 mayat dalam waktu kurang dari 4 jam pada Selasa (4/8/2020). Penemuan awal mayat berada di Jalan Untung Suropati tepatnya di Terminal Bus Sungai Kunjang, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang.

baca juga: Warga Mendadak Demo Pemprov Kaltim, Minta Aktivitas Pembongkaran SKM Dihentikan, Kenapa?

Mayat yang diketahui berjenis kelamin laki-laki itu bernama Sarono (50) warga Jalan KS Tubun Dalam Gang 07 yang sehari hari bekerja sebagai buruh pasir yang berjarak tak jauh dari terminal. Mayat Sarono ditemukan Sumiarti seorang pembersih terminal pada pukul 04.30 Wita saat sedang membersihkan terminal.

“Saat malakukan bersih-bersih di tempat tunggu Terminal Bus Sungai Kunjang sekitar pukul 04.30 Wita, saksi melihat korban tertidur di kursi tempat tunggu penumpang, pada saat saksi akan membersihakan kursi tersebut korban dibangunkan oleh saksi, akan tetapi korban tidak ada respons,” jelas Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Bambang Budianto saat diwawancara awak media Selasa (4/8/2020).

Kurang dari 4 Jam Warga Sungai Kunjang Digegerkan 2 Penemuan Mayat di Tempat Berbeda
Tim Gugus Tugas Covid-19 Samarinda juga mengevakuasi mayat Hamid Han (62) warga Jalan M Said Gang Polewali 10 C Kelurahan Lok Bahu Kecamatan Sungai Kunjang. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Tak lama berselang Polsek Sungai Kunjang menerima kembali laporan penemuan mayat kedua yakni pria bernama Hamid Han (62) warga Jalan M Said, Gang Polewali 10 C, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang

Pria yang hanya tinggal sendiri di kediamannya itu pertama kali ditemukan oleh tetangganya yang curiga dengan kondisi korban yang tak kunjung bangun saat mengetok pintu rumah korban untuk menanyakan kondisi aliran air yang kurang deras.

“Pada pukul 13.30 Wita, saat tetangga korban bernama Tara ingin bertanya karena aliran keran air yang kurang deras, kemudian Tara mengecek kontrakan korban dan menemukan korban dalam keadaan tengkurap menggunakan celana dan sarung,” paparnya

Korban yang diketahui tinggal sendiri di rumah keluarganya itu, terakhir terlihat pada malam sebelum meninggal saat berada di pos kamling yang berada di dekat kediamannya. “Dari penuturan saksi, korban memang pernah masuk rumah sakit lantaran sakit yang di derita, saat ini kami sedang memanggil keluarga korban untuk mengurus jenazah,” pungkasnya.

Ditemui terpisah, Kanit Inafis Polres Samarinda, Ipda Yipno Hadi mengatakan, bahwa dari dua mayat yang ditemukan hari ini semua di tangani sesuai protokol Covid-19.

“Keduannya kami evakuasi secara protokol, namun untuk mayat pertama saat kami bawa ke RSUD AW Sjahranie, diperjalanan keluarga korban datang untuk membawa pulang langsung untuk segera dikebumikan,” jelas Ipda Yipno saat berada di TKP penemuan mayat di M Said.

Selanjutnya mayat kedua dibawa ke RSUD AW Sjahranie. Untuk pemeriksaan awal, kedua mayat diduga meninggal lantaran penyakit yang di idap. “Saat pemeriksaan awal tim Inafis tak menemukan tanda-tanda kekerasan, untuk sementara diduga kedua korban meninggal lantaran penyakit yang di derita,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks