HeadlineIsu Terkini

Kutim Pertimbangkan Kebijakan New Normal dengan Rapid Test 200 Pedagang Pasar Induk

rapid test 200 pedagang
Ratusan pedagang Pasar Induk Sangatta mengikuti rapid tes massal yang diadakan Dinkes Kutim. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Sekitar 200 pedagang di Pasar Induk Sangatta, Kutai Timur (Kutim), menjalani rapid test atau tes cepat yang dilakukan tim Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Kamis (28/5/20). Tes cepat itu dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap kian merebaknya wabah Covid-19 di Sangatta.

baca juga: Kebijakan New Normal Covid-19 Dinilai Sebagai Kekalahan, Irwan: Pemerintah Angkat Bendera Putih

Kepala Dinkes Kutim, Bahrani Hasanal menerangkan, rapid test dilakukan demi menekan penyebaran angka Covid-19. Ia berharap dengan melakukan uji cepat ini, pihaknya dapat mengetahui secara dini siapa saja warga yang reaktif Covid-219, agar saat penerapan new normal life, dapat dibatasi dengan harapan tidak ada lagi transmisi lokal. “Semoga tidak banyak yang menunjukkan hasil reaktif,” ucapnyan.

Untuk hasil rapid test dapat keluar dalam waktu satu hari. Nantinya setiap orang yang mengikuti tes cepat ini, kemudian dikabari melalui via seluler sesuai data diri masing-masing. Untuk pasien yang mendapatkan hasil tes negatif disarankan untuk melakukan isolasi diri atau diberikan fasilitas kesehatan. Karena dari hasil tes tersebut tidak memungkinkan benar-benar negatif virus corona. Sedangkan untuk pasien yang berstatus orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan (ODP) akan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri.

“Dari hasil rapid tes ini jika ada yang reaktif maka dianjurkan untuk isolasi mandiri, namun masyarakat tak perlu panik atau takut, karena hasil reaktif itu belum pasti yang bersangkutan positif corona,” papar Bahrani.

Dia menambahkan, pelaksanaan tes cepat diprioritaskan bagi para pedagang. Test tersebut akan dilakukan di tiga titik, yakni di Sangatta meliputi Pasar Induk Sangatta, Pasar Teluk Lingga, dan Pasar Sangatta Selatan. “Ketiga pasar itu kami sasar, karena memang ramai dikunjungi pembeli,” katanya.

Menurut dia, kegiatan rapid test massal tersebut dilaksanakan dengan menyediakan sebanyak 600 alat tes. “Selain di pasar, nantinya akan kami adakan rapid test massal dengan para imam masjid hingga para pendeta,” pungkasnya.

Baca Juga  DPRD Bontang Usulkan Tilang Khusus dan Arena Balap

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Induk Sangatta, Bohari mengatakan, terdapat sebanyak 200 pedagang yang mengikuti tes cepat yang dilakukan secara acak. Menurutnya, keramaian pasar pasca Lebaran kembali ramai. Padahal sebelumnya aktivitas jual-beli di pasar ini selama pandemi Covid-19 cenderung menurun.

Selama pandemi Covid-19, tambah dia, meskipun tidak ada pembatasan jam operasional pasar, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan, yakni para penjual dan pembeli diwajibkan memakai masker dan harus cuci tangan.

“Selama ini para pedagang dan pembeli diwajibkan memakai masker dan dianjurkan agar selalu mencuci tangan apalagi setelah melakukan transaksi,” tutupnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks