HeadlineIsu Terkini

Lagi! PDP Corona Asal Balikpapan Meninggal, Punya Riwayat Pneumonia, Begini Hasil Tesnya

PDP Meninggal
Seorang PDP Corona asal Balikpapan kembali dilaporkan meninggal dunia. Ilustrasi)

Akurasi.id, Samarinda – Jumlah kasus kematian akibat wabah corona di Kota Balikpapan terus mengalami peningkatan. Dalam rentetan waktu sepekan terakhir, sudah ada dua orang dilaporkan meninggal. Satu orang positif corona. Satu lagi dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) corona.

Belum usai kabarkan itu mereda, Rabu (1/4/20) menjelang magrib tadi, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, kembali melaporkan adanya PDP corona di Balikpapan yang meninggal dunia.

baca juga: Pasien Positif Corona Kini Menjadi 22, Satu di Kukar, Satu Lagi di Berau

Dalam konferensi persnya, Rizal menyampaikan, PDP corona itu meninggal pada Rabu (1/4/20) sekira pukul 12.00 Wita siang tadi. Data hasil uji swab pasien baru diterima RSUD Kanudjoso dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan pada Rabu sore tadi, atau setelah pasien mininggal.

“Pasien merupakan seorang perempuan berusia 74 tahun, namun saat pasien meninggal hasil swab dari Balai Besar Laboratorium atau KKLB Surabaya menunjukan hasil negatif,” ungkapnya.

Setelah mengetahui hasil lab, lanjut Rizal, pihaknya langsung menghubungi pihak keluarga untuk dapat mengurus proses pemakaman pasien bersangkutan.

“Kami sudah menghubungi pihak kelurga pasien. Kami sudah tanyakan, apakah akan dimakamkan keluarga pasien atau dari pihak rumah sakit. Alhamdulillah, keluarga mengikhlaskan pasien dimakamkan secara protokol dari rumah sakit,” tuturnya.

Diketahui bahwa pasien memiliki riwayat penyakit stroke dan hipertensi, dan hasil rontgen juga didapati penyakit pneumonia. Pasien masuk dalam daftar PDP corona lantaran memilki gejala batuk, pilek hingga demam.

Selain itu, Rizal menambahkan, bahwa pasien  tidak memiliki riwayat perjalanan keluar daerah, dan tidak memiliki kontak erat dengan pasien positif lainnya asal Balikpapan.

“Pasien tidak ada kontak erat dengan pasien positif, dan tidak juga ada riwayat perjalanan ke daerah yang terkontaminasi virus corona,” tegasnya.

Adapun riwayat dari bersangkutan, lanjut Rizal, diketahui pasien masuk rumah sakit pada tanggal 28 Maret. Dari riwayat medis sebelumnya, pasien pernah mengalami tifus.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

“Kemungkinan waktu demam, penyakit tifusnya kambuh, saat ini kami masih men-tracing 12 anggota keluarganya, namun belum lengkap, jadi kami belum dapat menyimpulkan kematiannya,” jelasnya.

Dengan demikian, kasus meninggal dunia di Balikpapan bertambah menjadi 3 kasus, 1 di antarnya positif corona, 1 merupakan PDP negatif, dan 1 lagi PDP masih menunggu hasil swab dari BBLK Surabaya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close