Isu Terkini

Longsor Melanda TPU Selili, Warga Perbaiki Secara Swadaya, Berharap Pemerintah Bertindak

tpu selili
Secara swadaya, Herli bersama tiga rekannya saat melakukan perbaikan makam dengan alat dan perlengkapan seadanya. (Muhammad Upi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Sepekan terakhir sejumlah besar wilayah Samarinda terus diguyur hujan. Walhasil, bencana banjir merendam pemukiman, hingga belasan ribu jiwa terdampak karenanya. Persoalan musim hujan ini rupanya tidak hanya menimbulkan musibah banjir saja. Nyatanya peristiwa tanah longsor dan pohon tumbang jua turut menghantui warga.

baca juga: Banjir Samarinda Belum Juga Turun, Para Korban Mulai Krisis Makanan

Seperti yang terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslimin, Jalan Lumba-Lumba, RT 17, Kelurahan Selili, Samarinda Ilir pada Kamis (16/1/20) kemarin. Akibat terjangan longsor, puluhan makan bergeser. Nisan dan pagar makam rusak. Bahkan papan ari (papan penutup jasad) hingga muncul di balik tanah yang masih basah.

Memang, TPU yang berada di belakang SD 006 Samarinda Ilir itu berada di lereng bukit. Kemiringannya sekira 20 hingga 30 derajat. Beberapa warga terlihat berdatangan ke TPU, untuk melihat makam sanak keluarganya.

Dijumpai di lokasi kejadian, pengurus TPU Muslimin, Kelurahan Selili, bernama Suriansyah (50) mengatakan, dirinya baru mengetahui makam tersebut terkena longsor pada pagi kemarin, saat hendak mengecek ke makam tempatnya bekerja.

“Kalau kejadian kemungkinan saat hujan deras kemarin,” ujarnya.

Sedangkan jumlah makam atau yang terdampak, Suriansyah tidak bisa memastikan secara pasti. Hanya saja ia memperkirakan, ada lebih dari 50 makam yang terdampak longsor. Setelah mengetahui hal tersebut, pihaknya langsung memberitahu kepada para warga yang memakamkan keluarganya.

“Kalau kami lihat, kondisinya sangat memprihatinkan dan ini merupakan longsor yang pertama terjadi di kuburan ini,” terangnya.

Meski telah berlalu selama dua hari sejak kejadian pertama longsornya makam. Hingga Jumat (17/1/20) pagi tadi, bantuan belum jua datang dari pihak pemerintah. Kendati belum mendapatkan bantuan, warga yang memakamkan sanak saudaranya di TPU tersebut tetap berinisiatif melakukan perbaikan, meski dengan bahan dan perlengkapan seadanya.

Dijumpai awak media, pria warga sekitar bernama Herli (42) bersama tiga rekannya sudah sibuk dengan perkakasnya melakukan perbaikan. Tujuannya ialah agar kondisi ketika kembali ditimpa hujan, makam tidak akan sampai hancur sepenuhnya. Terlebih mengingat pada salah satu makam, terdapat kuburan mendiang keluarga Herli.

“Di sini ada makam tante juga soalnya. Di baiki biar enggak maki rusak kalau kena longsor lagi,” ucapnya saat dijumpai pada Jumat (17/1/20) siang.

Perbaikan yang dilakukan Herli beserta tiga rekannya yakni dengan mencangkul tanah di seputaran makam. Kemudian memasang sejumlah papan untuk turap atau dinding penahan agar ketika tanah bergeser, akan meminimalkan pergerakan makam yang tengah dibenahinya.

“Kami turap biar enggak geser lagi,” imbuhnya.

Herli bersama tiga rekannya ternyata tidak hanya mementingkan makam sanak saudaranya saja. Makam lainnya pun, rupanya jua turut ia benahi meski dengan alat dan perlengkapan seadanya.

“Kami benahi juga, ada yang kasih upah ada yang kasih bahan-bahannya,” tuturnya.

Meski terampil melakukan pembenahan, namun Herli mengaku jika ia bersama tiga rekannya tidak akan mampu kalau diminta untuk memperbaiki seluruh makam. Kontur tanah yang masih melunak menjadi kekhawatirannya yang terbesar. Ia pun memutuskan untuk membenahi makam yang dirasa mampu ia kerjakan dan tak ingin mengambil risiko.

Tanah yang telah menjadi ‘bubur’ dan rawan akan longsor membuatnya tak ingin ambil risiko. Herli menduga akan ada longsor lanjutan, terlebih jika hujan kembali turun.

“Kalau hujan ya mungkin bisa longsor lagi. Coba lihat itu tanahnya retak, ya kami enggak berani,” jelasnya.

Terpisah, awak media sempat bertemu dengan Ketua RT 15, Kelurahan Selili, bernama Ismono yang menuturkan kalau pihak pemerintah khususnya dari kelurahan setempat telah melakukan tinjauan. Selain itu, longsornya TPU yang berada di Jalan Lumba-Lumba, Samarinda Ilir juga telah dilaporkan ke pihak kecamatan setempat.

“Mungkin sudah sampai ke walikota,” ucap Ismono.

Menanggulangi persoalan ini, Ismono berharap agar bantuan dari pemerintah bisa secepatnya tersalurkan, sebelum longsor susulan kembali terjadi. Karena awan mendung masih kerap berada di atas langit Kota Tepian-sebutan Samarinda.

“Semoga bisa cepat dibantu, soalnya perbaikan begini perlu dana dan enggak mungkin warga mampu,” harapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Hendra AH menjelaskan, untuk pemantauan dampak curah hujan semisal banjir telah dilaksanakan. Begitu pun dengan peristiwa TPU Muslimin yang mengalami longsor.

MAHYUNADI

“Sudah ditinjau, dan kelurahan setempat pun juga sudah kasih laporannya,” ucapnya.

Hendra mengakui untuk penanganan memang belum dilakukan. Dinas PUPR yang memiliki sejumlah sarana alat berat juga telah dihubungi untuk penanganan longsor.

“Kami koordinasikan ke PUPR, nantinya akan dibahas dulu, takutnya butuh alat berat,” tuturnya Hendra.

“Yang penting tak ada korban jiwa, untuk penanganan, pasti ada, koordinasi juga sudah, tinggal eksekusi saja,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Upi
Editor: Yusuf Arafah

Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close