CorakHard News

Mahasiswa Unmul Samarinda Tutup Paksa Gerbang Kampus, Tuntut Keringanan Biaya Kuliah

Tutup Paksa Gerbang Kampus
Mahasiswa saat melakukan aksi  menutup jalan keluar di gerbang Unmul Samarinda Jalan M Yamin, Rabu (8/6/20). (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Puluhan mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) yang tergabung dalam Aliansi Unmul Gawat Darurat atau Aliansi UGD menggelar aksi dengan cara menutup paksa pintu gerbang kampus, Rabu (8/7/20). Aksi itu menuntut pihak rektorat memberikan kebijakan meringankan biaya kuliah atau uang kuliah tunggal (UKT).

baca juga: Sempat Mengeluh Sakit, Pria di Jalan Angsoka Samarinda Ditemukan Meninggal di Masjid

Pada aksi tersebut, mahasiswa melakukan long march, yang bermula dari titik kumpul pertama  di Lapangan Bola Jalan Kasturi lalu menuju gerbang depan Unmul Samarinda di Jalan M Yamin. Menurut koordinator lapangan Aliansi UGD, Alfon menyebutkan, aksi itu menuntut keringanan UKT dan menolak SK Rektor Nomor 910/KU/2020, lantaran dinilai bersifat diskriminasi.

“Kami menolak SK Rektor tersebut, ya karena kami menilai adanya pendiskriminasian terhadap satu golongan, karena SK rektor itu hanya meringankan UKT buat mahasiswa semester akhir, dan beberapa mahasiswa yang sangat membutuhkan, sedangkan perekonomian kami bahkan seluruh mahasiswa juga pasti terganggu semenjak masa pandemi ini,” ucapnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan tujuan pada aksi pertama ini sebatas memberikan peringatan untuk pihak birokrasi kampus, dan memberikan informasi kepada seluruh mahasiswa sebelum aksi lanjutan pada Kamis (9/7/20) besok.

Aksi yang akan dilakukan besok, itu pun merupakan gerakan secara nasional, serentak di seluruh daerah untuk memperjuangkan keringanan UKT di masing-masing kampus. “Aksi besok itu juga gerakan serentak secara nasional, karena kami juga tergabung di aliansi nasional,” paparnya.

Humas Aliansi UGD, Muslan menyebutkan, bahwa sebenarnya ada lima poin yang menjadi tuntutan pihaknya, pertama, tolak SK Rektor No.910/KU/2020. Kedua gratiskan UKT di masa pandemi Covid-19. Ketiga transparansi data anggaran keuangan Universitas Mulawarman 2019- 2020. Keempat, hentikan intimidasi terhadap gerakan mahasiswa.

“Terahkir, tolak pemotongan upah maupun PHK pekerja pendidikan mulai dari dosen, administrasi, satpam, pekerja kebersihan. Berikan upah dan jaminan kerja layak untuk pekerja pendidikan Universitas Mulawarman,” bebernya.

Saat dipertanyakan terkait SK Rektor No.910/KU/2020 apa yang bermasalah sehingga ditolak, Muslan menyebutkan, bahwa ada kerancuan dalam SK tersebut. Pada tahun sebelumnya semasa belum adanya Covid-19, ketika ada kesepakatan bahwa UKT sudah turun maka itu akan berlanjut.

“Sementara ini yang terbaru penurunan UKT itu cuma berlaku di semester ini, di semester depan akan berlaku lagi seperti sebelumnya, artinya terjadi kemunduran,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close