DPRD Bontang

Maksimalkan Pengelolaan, Irfan Ingin BLKI Dilimpahkan ke Pemkot Bontang

BLKI
Anggota Komisi I DPRD Bontang Muhammad Irfan. (Nur Handayani/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Meningkatkan mutu serta kualitas tenaga kerja yang dimiliki Bontang dinilai sangat perlu untuk terus dilakukan. Antara lain dengan mengoptimalkan keberadaan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim yang ada di Kota Taman -sebutan Bontang-.

baca juga: Raking Soroti Masih Adanya Sekolah yang Kekurangan Ruang Kelas, Minta Pemerintah Fokus Urus Pendidikan

Usulan itu salah satunya datang dari anggota DPRD Bontang Muhammad Irfan. Menurut politikus Partai PAN itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang sebaiknya mencoba melobi Pemprov Kaltim agar mau menghibahkan BLKI ke Kota Taman.

Ada banyak alasan yang dikemukakan Irfan tentang pentingnya BLKI diambil alih Pemkot Bontang. Satu di antaranya, agar pengelolaan lembaga tersebut dapat dimaksimalkan lagi oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang selaku instansi yang menaungi itu.

“Pada dinas pertama saya sebagai anggota DPRD Bontang, saya langsung berkonsultasi dengan Disnaker Kaltim. Saya meminta agar BLKI dihibahkan ke Pemkot Bontang. Biar pengelolaannya bisa lebih maksimal lagi,” ungkap dia kepada Akurasi.id belum lama ini.

Peran BLKI dirasakan cukup membantu untuk meningkatkan mutu dan kualitas SDM yang dimiliki Bontang. Ketika BLKI dihibahkan ke Bontang, maka DPRD dapat membantu menyalurkan anggaran. Artinya, Pemkot Bontang tidak mesti lagi menunggu Pemprov Kaltim jika ingin memberikan pelatihan ketenagakerjaan kepada para pencari kerja di Kota Taman.

“Selain itu, kalau BLKI dikelola Pemkot Bontang, maka kami bisa mengajak perusahaan untuk bekerja sama memberikan pelatihan kepada masyarakat dan para pencari kerja di Bontang,” tuturnya.

Di sisi lain, hampir semua fasilitas penunjang BLKI ada di Kota Bontang. Contohnya saja, di Kota Taman terdapat dua industri berskala besar, nasional, dan bahkan internasional, yakni PT Pupuk Kaltim dan PT Badak LNG. Artinya, semua sarana dan prasarana telah tersedia.

“Kalau bicara fasilitas, ya kita punya. Pemerintah dan perusahaan yang ada di Bontang tinggal mentransferkan ilmunya lewat BLKI,” ujarnya.

Di tengah kompetisi kerja yang kian ketat. Perkembangan teknologi yang semakin cepat. Masyarakat Bontang dinilai juga perlu bertransformasi dan menyesuaikan diri dengan semua perubahan itu. Mendorong BLKI adalah opsi terbaik meningkatkan kompetisi sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Bontang.

“Saya hanya tidak ingin masyarakat Bontang menjadi penonton di daerah mereka sendiri. Makanya, saya mau masyarakat Bontang ikut belajar dan menyiapkan diri,” katanya.

Irfan berencana akan berkoordinasi dengan Pemkot Bontang untuk mengusulkan hibah BLKI dari Pemprov Kaltim ke Pemkot Bontang. Dia juga bakal meminta ke Pemkot Bontang untuk segera bersurat ke gubernur Kaltim untuk membahas rencana tersebut.

“Kalau BLKI sudah dihibahkan ke Bontang, maka kita tidak perlu lagi menunggu persetujuan Pemprov Kaltim kalau mau melakukan sesuatu,” cakapnya.

Harapannya, ketika ada penerimaan tenaga kerja, baik di Bontang maupun daerah lainnya di Kaltim dan provinsi lainnya di Indonesia, SDM yang dimiliki Kota Taman selalu siap mengisinya. Dia yakin, jika dikasih dukungan, maka SDM Bontang bakal mumpuni.

“SDM yang ada di Bontang ini sangat hebat-hebat sebenarnya. Karena hampir semua SDM yang dibutuhkan dunia kerja sudah ada dan tersedia di Bontang. Tinggal keseriusan pemerintah saja lagi menggarapnya,” tandasnya. (*)

Penulis: Nur Handayani
Editor: Yusuf Arafah

Tags
Show More

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close