Hard News

Masjid Darussalam Bontang Pilih Tetap Gelar Salat Berjemaah, Antisipasi Virus Corona dengan Hal Ini

masjid darussalam
Takmir Masjid Darussalam masih memfasilitasi salat berjemaah. Namun tetap melakukan upaya sterilisasi. (Istimewa)

Akurasi.id, Bontang – Wabah corona kian hari kian berkembang. Banyak pihak melakukan beragam upaya pencegahan di lingkungan sekitarnya. Termasuk yang dilakukan oleh Takmir Masjid Darussalam Bontang. Terdapat langkah-langkah antisipasi dari takmir, agar wabah yang saat ini dikenal dengan sebutan covid-19 itu tak berkembang di sekitar area masjid.

baca juga: BREAKING NEWS: 4 Warga Bontang Berstatus ODP Diperiksa Tim Surveillance

Ketua Takmir Masjid Darussalam Bontang, Suroyo menjelaskan, bahwa takmir Masjid Darussalam tak pernah ada keinginan mengabaikan instruksi pemerintah. Tetapi takmir hanya ingin memperhatikan cara memakmurkan masjid. Memperhatikan jemaah yang masih ingin datang untuk salat berjemaah di masjid yang berlokasi di HOP V Komplek PT Badak NGL itu.

“Karena itu kami mengupayakan maksimal untuk pencegahan wabah di area masjid,” ujarnya.

Langkah-langkah yang dilakukan pihak masjid adalah dengan memasang 9 hand sanitizer di setiap pintu masuk masjid. Masing-masing pintu terpasang 3 hand sanitizer.

masjid darussalam
Hand sanitizer diletakkan di setiap pintu masuk. Agar memudahkan jemaah sterilisasi tangan. (Yusva Alam/Akurasi.id)

Disebutkannya, untuk materi hand sanitizer itu sendiri dianggap sudah aman oleh pihak takmir. Karena takmir terus berupaya mencari melalui kenalan-kenalan maupun saudara.

“Hal ini agar memudahkan jemaah sterilisasi tangan. Keluar masuk masjid jemaah bisa menggunakan hand sanitizer itu,” imbuhnya.

Langkah berikutnya membatalkan kegiatan-kegiatan yang rutin dilakukan jemaah masjid. Seperti kunjungan ke rumah sakit dan pengajian muslimah.

Selain dari pihak internal takmir, juga ada dari pihak eksternal yang ikut membantu melakukan pencegahan. Seperti bantuan dari PT Badak NGL. Dengan menyemprotkan desinfektan di area masjid. Baik di dalam maupun luar.

“Dari perusahaan kami tidak tahu berapa kali akan dilakukan penyemprotan. Tapi kami juga akan berusaha melakukan penyemprotan dengan membuat sendiri bahan-bahannya,” bebernya.

Pihak eksternal berikutnya dari pihak LAZ Yaumil yang juga menyetop distribusi penceramah. Baik itu untuk kajian harian maupun khatib Salat Jumat. Baik penceramah lokal maupun luar daerah. Sehingga takmir mengantisipasi dengan cara, anggota takmir sendiri yang mengisi kultum dan khatib Jumat diisi oleh Imam rawatib.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

“Banyak anggota takmir yang bisa berceramah,” sebutnya.

Walaupun begitu, pihaknya tak menutup kemungkinan apabila pemerintah sudah mengeluarkan pernyataan kondisi darurat maka Masjid Darussalam akan ditutup. Melarang salat berjemaah dan berkegiatan yang lainnya.

“Kami terus pantau kondisi terkini. Kita lihat bagaimana perkembangannya nanti,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yusva Alam
Editor: Dirhanuddin



Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks