DPRD Bontang

Masyarakat Bontang Banyak Belum Paham New Normal, Abdul Samad: Edukasi Mesti Digencarkan

Sebagai Antisipasi Adanya Gelombang Kedua Wabah Covid-19, Protokol Kesehatan Harus Diperhatikan Serius

protokol kesehatan covid-19
Anggota DPRD Bontang Abdul Samad mengingatkan pemerintah dan Dinkes agar memperhatikan protokol kesehatan selama masa new normal Covid-19. (Istimewa)

Akurasi.id, Bontang – Terhitung 1 Juni 2020 lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang telah menerapkan kebijakan new normal sebagai upaya pelonggaran terhadap pembatasan sosial wabah Covid-19. Hanya saja, dalam penerapannya, ternyata masih ada banyak masyarakat yang tidak menjalankan protokol kesehatan sebagai panduan atas penerapan new normal Covid-19.

baca juga: Minta Warga Direlokasi, DPRD Bontang Menyoroti PT GPK 

Hal itu dapat dilihat dengan masih banyaknya masyarakat yang berkumpul di kafe atau tempat makan tanpa memperhatikan physical distancing. Selain itu, masih banyak di antara masyarakat yang beraktivitas tanpa menggunakan masker.

Tak pelak, hal tersebut mendapatkan sorotan dari anggota DPRD Bontang, Abdul Samad, saat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Senin(16/6/20) lalu.

“Protokol kesehatan Covid-19 di masa new normal ini banyak yang diabaikan saya lihat. Saya pun melihatnya, bahwa masyarakat mengira jika pandemi Covid-19 ini telah berlalu, sehingga menggabaikan protkol kesehatan,” tuturnya.

Menurutnya, hingga saat ini baik dari pemerintah pusat maupun Tim Gugus Percepatan Covid-19 pusat belum menyatakan, jika wabah dari Covid-19 ini telah hilang. Dari itu seharusnya Pemkot Bontang, khususnya Dinkes maupun Tim Gugus Percepatan Covid-19 Bontang untuk bisa lebih gencar lagi dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat prihal apa itu new normal.

“Berikan edukasi yang lebih kepada masyarakat, jangan sampai dengan pemberlakuan new normal, ke depannya akan kembali menambah pasien positif di Bontang. Tak terlepas dari itu saya sangat mengapresiasi kerja keras rekan-rekan Tim Gugus Covid-19 dan pihak terkait lainnya karena kerja kerasnya saat ini Bontang telah zero pasien positif,” jelasnya.

Lanjutnya, dengan 13 kasus yang pernah terjadi lantas jangan membuat masyarakat lengah. Mengingat adanya Covid-19 di Bontang merupakan virus yang di bawa dari luar Bontang seharusnya untuk penjagaan pintu Bontang lebih bisa untuk diperketat lagi.

Sementara yang diketahui pintu masuk ke Bontang yang dijaga hanya Tugu Selamat Datang Bontang, tetapi apakah pernah dipikirkan pintu masuk yang berbatasan dengan Kukar yakni Santan dan dengan Kutim (Bukit kusnodo).

“Selama ini yang terkonfirmasi positif adalah orang -orang yang setelah melakukan perjalanan dari luar Bontang dan untuk masyaakat Bontang sendiri hingga saat ini belum ada yang pernah positif Covid-19 (transmisi lokal),” bebernya. “Apakah ada jaminan orang-orang yang masuk ke Bontang melalui dua jalur tersebut tidak akan membawa virus dari luar,” tambahnya. (*)

Penulis: Jisa
Editor: Dirhanuddin

Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close