Hard NewsHeadline

Menanti Mahkota IV Beroperasi, Punya Kapasitas 1.300 Ton, Mampu Bertahan hingga 50 Tahun

Mahkota IV
Jembatan Mahkota IV Samarinda sudah sangat dinanti-nantikan masyarakat untuk dapat difungsikan. (Dirhan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Dana ratusan miliar telah digelontorkan Pemerintah Kaltim sejak 2012 lalu untuk merealisasikan pembangunan Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) IV Samarinda. Namun hingga di penghujung 2019 ini, masyarakat tampaknya belum akan dapat menikmati jembatan tersebut.

Masih ada sejumlah tahapan yang mesti disiapkan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Perumahan Rakyat (DPUTRPR) Kaltim selaku instansi yang bertanggung jawab atas megaproyek tersebut. Antara lain, merampungkan pemasangan lampu dan pagar jembatan. Setelahnya, baru akan dapat dilakukan proses uji beban.

Baca Juga: APBN 2020, Dana Transfer Pusat ke Kaltim Turun Rp1,63 Triliun?

Sebagaimana diketahui, pembangunan Jembatan Mahkota IV Samarinda terbagi ke dalam beberapa bagian. Pertama, pembangunan jalan pendekat sisi Kota Samarinda menjadi tanggung jawab PT Waskita dan PT Surya Bakti dengan skema kerja sama operasional (KSPO). Jalan pendekat itu memiliki panjang 502,4 meter dan menelan anggaran sebesar Rp225,84 miliar.

Kedua, pembangunan bentang utama jembatan sepanjang 400 meter. Proyek itu dikerjakan PT Pembangunan Perumahan dengan nilai kontrak Rp180,64 miliar. Ketiga, jalan pendekat sisi Samarinda Seberang sepanjang 386,65 meter. PT Jaya Konstruksi dan PT Modern Technical menjadi penanggung jawab atas proyek dengan nilai kontrak Rp226,87 miliar.

Progres Pembangunan Diklaim Sudah 80 Persen

Ditemui di sela-sela kegiatannya pada Sabtu (30/11/19), Kepala Dinas PUTRPR Kaltim Taufik Fauzi menyampaikan, pelaksanaan pembangun fisik Jembatan Mahkota IV sudah di atas 80 persen. Seperti kegiatan pengaspalan jembatan juga telah dirampungkan. Saat ini, pihaknya sedang memasang railing dan menyelesaikan pagar motif, utamanya di bagian kanan atau yang menghadap dari hulu sungai.

“Progresnya sudah 40 persen. Kemudian di Kompi C atau Samarinda Seberang, kami sedang menyelesaikan pemasangan pagar pembatas. Sementara di sisi Kota Samarinda, kami sedang menyelesaikan pemasangan pembuangan air, pedestrian dan trotoar,” ungkapnya.

Rencananya pada 3 Desember 2019, Dinas PUTRPR Kaltim akan menggelar rapat dengan Kementerian PUPR di Jakarta untuk mengusulkan waktu pelaksanaan uji beban Jembatan Mahkota IV. Baik itu uji beban dinamis maupun statis. Termasuk uji beban layang jembatan.

“Dan itu sudah kami laporkan ke Pak Gubernur. Rapat di Jakarta akan dilaksanakan bersama dengan Kementerian PUPR dan Balai Jembatan. Semua progres pembangunan jembatan akan kami presentasikan, termasuk kesiapan uji bebannya,” kata dia.

Taufik menginginkan, jika tidak ada aral melintang, pelaksanaan uji beban jembatan dapat dilaksanakan pada 15 Desember 2019. Dengan harapan, rekomendasi atas pelaksanaan uji beban jembatan dapat segera keluar. Sehingga pihaknya dapat segera membenahi apa yang menjadi kekurangannya.

“Saat ini, untuk lampu tematik atau lampu dereknya, akan ada 170 unit. Dan lampu itu sudah ada di sini, tinggal dipasang. Kalau lampu itu sudah terpasang, maka progres jembatan akan langsung tinggi. Saat ini, pemasangan lampu itu sudah pada posisi 40 persen,” sebutnya.

Uji Beban Diikuti 30 Mobil Truk dengan Rata-Rata Beban 30 Ton

Dalam hal pengoperasian Jembatan Mahkota IV, Taufik tidak berani memberikan kepastian. Dia beralasan, yang memiliki kewenangan terkait itu bukan pihaknya, melainkan Kementerian PUPR dan Balai Jembatan Khusus dan Terowongan (BJKT). Dasarnya adalah hasil uji beban nantinya.

“Kami sebatas mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan di lapangan. Nantinya, pelaksanaan uji beban minimal diikuti 30 kendaraan truk bermuatan masing-masing 30 ton. Itu untuk kebutuhan statis. Kemudian uji beban dinamis itu truk berjalan, ada pengereman dan sebagainya,” jelas dia.

MAHYUNADI

Taufik menyebutkan, Jembatan Mahkota IV didesain dengan hanger sebanyak 30 ribu. Memiliki beban hingga 1.300 ton. Dengan daya tahan selama 50 tahun. Jika pagar dan lampu tematik telah selesai dikerjakan, maka operasional jembatan tersebut tinggal menunggu proses uji beban yang akan dilakukan BJKT, Kementerian PUPR.

“Sekali lagi, operasional jembatan masih menunggu hasil rekomendasi dari Balai Jembatan. Rekomendasi itu akan keluar setelah uji beban dilakukan. Semakin cepat kami melaksanakan apa yang direkomendasikan, maka semakin cepat juga jembatan difungsikan,” tandasnya. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

Tags
Show More

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close