Hard NewsHukum

Mencuri Ponsel Demi Miras, Residivis Ini Terancam Tujuh Tahun Penjara

Mencuri Ponsel Demi Miras, Residivis Ini Terancam Tujuh Tahun Penjara
Pelaku tindak pidana curat (memakai baju tahanan dan tutup kepala hitam) diamankan Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Bontang. (Ayu Salsabila/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) yang diamankan Unit Opsnal Sat Reskrim Kepolisian Resort (Polres) Bontang Kamis (18/7/19) lalu mengaku hendak menjual kembali ponsel-ponsel yang dicurinya di Toko Halim Cell 1.

Berbekal linggis, Edy Suseno melakukan aksi curat dengan mencungkil pintu samping gerai telepon tersebut. Pria bertubuh gempal itu sempat melihat daftar harga handphone (HP). Dia hanya mengambil ponsel berharga mahal. “Saya bawa pakai dus semua hp-nya,” kata Edy.

Baca Juga: Puluhan Ponsel Dicuri, Korban Merugi Ratusan Juta

Pencurian itu dilakukannya karena membutuhkan uang untuk makan. Sisanya digunakannya untuk menikmati minuman keras (miras) bersama teman-temannya. “Kalau narkoba saya enggak pake. Miras saja,” ungkapnya.

Edy sudah bercerai dengan istrinya. Kini dia tinggal bersama ibunya. Sejak 2011, ia tak memiliki pekerjaan tetap. Sesekali dia berkerja sebagai buruh bangunan. Kalau pekerjaan sudah selesai, dia kembali menganggur.

Berkat bantuan ketua RT, pria muda ini bekerja di salah satu rumah karaoke. Namun nasib berkata lain. Akibat ulahnya, dia harus bermalam di balik jeruji besi.

Edy mengaku sempat dipenjara dan bebas pada 2006. Tak butuh waktu lama bagi residivis perampokan ini untuk membobol toko ponsel. Ia hanya mengintainya beberapa hari.

Kapolres Bontang AKBP, Siswanto Mukti, mengungkapkan, tindak pidana curat dengan tersangka Edi masih dikembangkan penyidik. Sebab jumlah barang bukti yang dicuri dan disita tidak sama.

“Kami masih mengembangkan barang bukti lainnya ada di mana. Tak menutup kemungkinan ada TKP baru yang belum terdata. Mudah-mudahan dalam pengembangan nanti bisa ditemukan,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Ferry Putra Samodra, menambahkan, tersangka sudah mengirim beberapa ponsel ke Pulau Jawa. Polisi masih menelusuri kebenaran keterangan tersebut. “Kami masih lacak di setiap ekspedisi,” ucapnya.

Pelaku tertangkap setelah mencuri puluhan ponsel di Toko Halim Cell 1. Saat kasus ini dikembangkan, terdapat tujuh TKP yang disasar pelaku. Dia sudah memulai aksinya sejak 2017.

Atas perbuatannya, tersangka diduga melanggar Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Ia terancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara. (*)

Penulis: Ayu
Editor: Ufqil Mubin

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close