Hard News

Menegangkan! Begini Kronologis Laki-laki Diterkam Buaya Bengalon

Menegangkan! Begini Kronologis Laki-laki Diterkam Buaya Bengalon
Ilustrasi (Istimewa)

Akurasi.id, Sangatta – Amran (29) dan Ulla (30) acap hilir mudik di Sungai Bengalon, Sangatta, Kutai Timur (Kutim). Keduanya kerap membawa sawit PT Kemilau Indah Nusantara (KIN) menggunakan kapal tradisional yang biasa disebut ponton.

Pada Minggu (7/7/19) sore, Ulla bertindak sebagai motoris. Amran sering mendampingi pria muda tersebut. Berjarak sekira satu kilometer dari permukiman penduduk, tiba-tiba pontonnya rusak. Ulla berinisiatif memperbaikinya.

Amran duduk tak jauh dari Ulla yang sedang mengecek kerusakan ponton. Berselang beberapa menit, Ulla berteriak meminta tolong. Amran kalang kabut. Dia berusaha memberikan pertolongan kepada laki-laki malang itu.

Dia menyelam ke sungai. Berkali-kali Amran mencari Ulla. Namun usahanya tak membuahkan hasil. Ia nampak panik. Merasa korban tak diketahui rimbanya, dia naik ke atas kapal.

Amran bergegas meminta pertolongan warga. Tak berpikir panjang, sejumlah orang pun ikut membantunya menyisir sungai. Beberapa jam setelah proses pencarian, Ulla ditemukan. Dia ditarik oleh orang-orang yang menyelam di sungai. Meski begitu, ia tak dapat dinaikkan ke atas permukaan.

Tak patah arang, mereka berusaha sekuat tenaga menyelam dan mencari Ulla. Sekira pukul 21.00 Wita, Kepolisian Sektor (Polsek) Bengalon ikut membantu warga.

Mereka menyisir sungai menggunakan kapal di sekitar lokasi hilangnya Ulla.  Dua jam berlalu, seorang warga menemukannya. Posisinya sekira setengah kilometer dari lokasi Ulla dan Amran memperbaiki ponton.

Warga Mess PT KIN yang berlokasi di Jalan Rawa Indah, RT 11, Muara Bengalon, Kutim itu ditemukan tak bernyawa. Kondisinya sangat memprihatinkan. Perut dan tangan kirinya tidak lagi utuh.

“Bagian tubuh korban hancur terkoyak,” terang Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kutim AKBP Teddy Ristiawan melalui Kapolsek Bengalon AKP Achmad, Senin (8/7/19).

Kata dia, setelah jasad Ulla diangkat dari sungai, pihaknya menyerahkannya kepada rumah sakit Sangatta. Setelah dilakukan visum, korban dinyatakan diserang dan dimakan hewan buas. “Bisa dipastikan luka di tubuh korban dari gigitan buaya,” ungkapnya.

Hasil visum ini diperkuat temuan warga dan kepolisian saat mencari jasad korban. Tak jauh dari lokasi penemuan mayat, terdapat dua ekor buaya yang sedang berenang di Sungai Bengalon.

“Saat kapal pencarian mendekat, buaya tersebut langsung pergi,” tandas Achmad.

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Ufqil Mubin

5/5 (4 Reviews)
Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar!

avatar
Back to top button
Close
Close