Isu Terkini

Meski Musiman, Buah Lokal Selalu Jadi Primadona

Meski Musiman, Buah Lokal Selalu Jadi Primadona

Akurasi.id – Saat ini buah lokal seperti duku, durian, rambutan serta buah khas Kalimantan Timur seperti elai, gerantungan serta ihao banyak dijual di toko buah atau penjual buah musiman. Musim buah ini membuat penjualan buah lokal meningkat dibanding buah impor.

Seperti halnya yang dikatakan Kamsiah, pemilik Toko Ena Na Buah, Jalan Yos Sudarso II, Sangatta Utara, Kutai Timur, bahwa masyarakat cenderung memilih buah lokal dibanding buah impor seperti apel, anggur, dan pear.

“Apalagi saat ini banyak buah lokal yang panen, seperti durian, duku dan buah asli Kalimantan,” ujarnya kepada Akurasi.id, Sabtu (2/2/19).

Ia menuturkan perbandingan penjualan saat ini didominasi buah lokal hingga 70 persen, dibandingkan buah impor yang hanya 30 persen. “Kalau lagi tidak musim buah lokal, penjualan keduanya seimbang,” jelasnya.

Menurutnya hal ini sesuatu yang wajar dan terjadi setiap tahunnya. “Memang kalau musim buah lokal, terjadi penurunan penjualan pada buah impor,” ungkapnya.

Ia menambahkan saat ini menjual buah lokal seperti durian super Rp 80 ribu per biji, gerantungan Rp  100 ribu empat biji, ihao Rp 25 ribu per kilogram. “Kalau harga tergantung ukuran buahnya juga seperti durian, gerantungan dan elai itu,” ungkapnya.

Ia memperkirakan peningkatan penjualan buah lokal akan terjadi hingga dua bulan ke depan. “Karena sekarang ini yang lagi ramai duku, kalau buah lokal seperti durian ini sudah sekitar enam bulan ramai,” terangnya.

Ia melanjutkan untuk buah impor seperti anggur dijual Rp 40 per kilogram, Apel Washington Rp 45 ribu per kilogram, dan pear Rp 35 ribu perkilogram. Kamsiah menambahkan, pembeli yang ramai datang ke lapaknya adalah orang-orang yang kerja di perusahaan, bahkan kadang memborong buah lokal yang dijualnya.

“Kalau sore pulang kerja banyak orang tambang yang singgah, kadang mereka makan di tempat dan tetap beli untuk dibawa pulang,” katanya.

Hal senada diungkapkan Baso Sultan, pedagang buah musiman, yang membuka lapak di Yos Sudarso III, Sangatta Utara, jika dirinya lebih senang menjual buah musiman atau buah lokal dengan alasan meski menjualnya musiman, namun dikatakan Baso omzet dari jual buah lokal bisa ia kantongi Rp 20 juta sehari.

“Kalau musim buah lokal memang kebanyakan masyarakat tertarik beli karena buahnya jarang ditemui, beda dengan buah impor bisa tiap hari ada,” kata Baso.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusuf Arafah

5/5 (1 Review)
Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar!

avatar
Back to top button
Close
Close