Hard News

Mortir Sisa Perang Dunia II “Meledak” di Sangatta

Mortir Sisa Perang Dunia II “Meledak” di Sanggatta
Lubang sedalam 5 meter dan lebar diameter sekitar 30 meter ini merupakan dampak ledakan mortir. (Kodim 0909/Sgt for Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Mortir sisa Perang Dunia II yang ditemukan beberapa bulan lalu, akhirnya diledakkan oleh Kodim 0909/Sangatta, Kamis (14/3/19) lalu. Eksekusi dilakukan dengan sangat hati-hati di lokasi eks tambang PT Damanka, Jalan Poros Sangatta-Bengalon, RT 29, Desa Singa Gembara, Sangatta Utara, Kutai Timur.

“Jenis bom ini bukan berasal dari TNI AD, AU, maupun AL. Kemungkinan besar berasal dari Perang Dunia II,” ungkap Kapaldam VI Mulawarman, Kolonel Cpl Taufan.

Mortir tersebut biasanya diluncurkan pesawat untuk menghancurkan markas musuh. Adapun ukuran mortir yang ditemukan berdiameter bawah 90 sentimeter, ujung atas 45 sentimeter, dan panjang 180 sentimeter.

Peledakan mortir itu sesuai perintah Pangdam VI Mulawarman. Proses peledakan mortir itu dikawal Dandim 0909/Sangatta Letkol Inf Kamil Bahren Pasha serta didampingi Kasdim Mayor Inf Jon Young Saragi.

Mortir Sisa Perang Dunia II “Meledak” di Sanggatta
Mortir yang dievakuasi TNI ini sudah diledakkan. (Kodim 0909/Sgt for Akurasi.id)

Demi menghindari dampak buruk bagi masyarakat sekitar, sebelum peledakan, pihaknya melakukan sterilisasi di lokasi. Jalan dari arah Sangatta menuju Bengalon dan sebaliknya ditutup selama proses peledakan. Hal itu dilakukan TNI agar dampak ledakan tidak berefek buruk bagi masyarakat.

Dia menyebut, peledakan mortir itu dikerjakan dengan kesungguhan serta ditangani tim peledak yang profesional.

Setelah mortir dinyatakan hancur berkeping-keping, maka tidak lagi menyisakan risiko. Meski terdapat serpihan di lokasi, tetapi telah diamankan personel TNI.

“Bila ada warga menemukan sisa serpihannya, diimbau dapat menyerahkannya kepada pihak Kodim 0909/Sangatta,” imbuhnya.

Dandim 0909/Sangatta, Letkol Inf Kamil Bahren Pasha menjelaskan, Kodim 0909/Sangatta memiliki kewajiban mengamankan barang-barang berbahaya peninggalan perang. Hal ini merupakan wujud dari program Mulawarman Peduli.

Pasalnya, jika meriam kecil itu tersentuh dan terguncang, maka akan memicu ledakan dengan radius sejauh 2 kilometer. Efeknya, dapat berdampak buruk bagi masyarakat sekitar. “Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami untuk menciptakan rasa aman bagi rakyat,” tegasnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Ufqil Mubin

4.9/5 (7 Reviews)
Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar!

avatar
Back to top button
Close
Close