Politik

Muhammad Irfan Daftarkan Diri Jadi Pasangan Neni

muhammad irfan
Muhammad Irfan mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wakil Wali kota Bontang, di Kantor DPD II Golkar Bontang. (istimewa)

Akurasi.id, Bontang – Anggota Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang Muhammad Irfan turut serta memeriahkan pesta demokrasi pada 23 September 2020 mendatang. Belum lama ini, politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Wakil Wali Kota Bontang, di Kantor DPD II Golkar Bontang, Jalan Pattimura, Kecamatan Bontang Utara, Minggu (5/01/20) lalu.

Baca Juga: Edi Subandi Ramaikan Bursa Pilbup Kukar, Jalur Independen dan Parpol Tak Jadi Soal

Meski bukan berasal dari Partai Golkar, Irfan –sapaannya- meyakini dirinya layak berpasangan dengan sang petahana, Neni Moerniaeni dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) nanti. Sebab Neni, sapaan akrab Wali Kota Bontang periode 2015-2020 ini dianggap memiliki elektabilitas tertinggi saat ini dibanding kandidat lainnya. Apalagi pasca Neni ditetapkan sebagai calon tunggal Wali Kota Bontang dari Partai Golkar pada rapat pimpinan daerah (Rapimda) DPD II Golkar Bontang.

“Ada sinergi antara Bunda Neni dengan kami, disatu sisi beliau sudah menjabat dan kita sudah lihat kinerja beliau sampai hari ini. Kalau tidak ada nilai positif maka kami juga berfikir mendampingi beliau,” ungkap Irfan.

Irfan meyakini kemampuan Neni dalam memimpin pemerintahan menjadi jaminan baginya untuk mendampingi mantan Anggota DPR Republik Indonesia tersebut pada kontestasi Pilkada 2020 kelak. Bekal dirinya sebagai pengusaha dan politisi dianggap cukup dapat mendampingi dan membantu Neni Moerniaeni dalam memenangi pesta demokrasi Pilkada 2020.

“Kalau bukan Bunda Neni yang jadi Wali Kota belum tentu juga saya daftar, karena banyak juga yang maju jadi wali kota tapi kami juga belum tertarik karena kinerja-kinerja mereka,” bebernya.

Irfan pun menegaskan jika dirinya sudah menyiapkan diri jika ditunjuk atau tidak oleh Partai Golkar untuk mendampingi Neni dalam Pilkada nantinya.

“Tidak ada makan siang gratis. Artinya segala sesuatu yang dilakukan butuh finansial. Jadi kalau mau maju ke sana tidak siap finansial saya harap enggak usah dulu. Kita mengatakan berani maju kita siap ilmu dan siap finansial,” tegasnya.

Baca Juga  Mahyunadi-Kinsu Janji Tuntaskan Pembangunan Infrastruktur Jalan Pada Periode Pertama Memimpin Kutim

Sementara itu Ketua Harian DPD II Golkar Bontang, Arham mengapresiasi langkah Irfan yang mendaftarkan diri sebagai kandidat Wakil Wali Kota Bontang tersebut. Sebagai ketua tim dalam proses penjaringan tersebut pihaknya berencana mengundang Liaison Officer (LO) seluruh kandidat untuk menerima jadwal sosialisasi ke kelurahan di seluruh Bontang,” jelasnya.

Dihadapan puluhan pendukung dan anggota tim penjaringan DPD II Partai Golkar Bontang, Arham menuturkan bahwa saat penjaringan bakal calon wakil wali kota tidak diminta menyampaikan visi dan misi. Hanya saja setiap individu menyampaikan tambahan yang dianggap perlu dalam melengkapi visi dan misi Calon Wali Kota Bontang selanjutnya, Neni Moerniaeni. Nantinya, kata Arham, seluruh kandidat akan melakukan sosialisasi kandidat ke seluruh kelurahan di Bontang.

“Untuk wakil wali kota tidak diwajibkan menyampaikan visi dan misi, yang kita mau dengar hanya komitmen kandidat saja,” tutup Kader Senior Partai Golkar Bontang ini.

Penulis: Kusnadi
Editor: Suci Surya Dewi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks