HeadlineIsu Terkini

Mulai Sapu Jalan hingga Bersih Rumah Ibadah Jadi Sanksi Sosial Masyarakat Kutim yang Langgar Protokol Kesehatan

Mulai Sapu Jalan hingga Bersih Rumah Ibadah Jadi Sanksi Sosial Masyarakat Kutim yang Langgar Protokol Kesehatan
Polres Kutim mendeklarasikan Gerakan Kutim Bermasker dalam mencegah meluasnya wabah Covid-19. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) terus meningkatkan kedisiplinan warganya dalam menerapkan protokol kesehatan, utamanya dalam memakai masker. Sebagai langkah tegas, jajaran Tim Gugus Tugas Covid-19 berencana bakal memberlakukan sanksi kepada masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Meski Kasus Covid-19 Merangkak Naik, Wisata Bontang Kuala Justru Dipadati Pengunjung

Jika di daerah lain seperti Samarinda dan Balikpapan telah menerapkan aturan berupa sanksi denda, maka untuk di Kutim, jajaran Tim Gugus Tugas Covid-19, secara khusus Polres Kutim memilih memberikan sanksi sosial.

Hal ini diungkapkan Kapolres Kutim AKBP Indras Budi Purnomo saat melakukan Gerakan Kutim Bermasker bersama para pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kutim beberapa hari lalu.

Kebijakan penerapan sanksi sosial ini, kata Indras, merupakan bentuk implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang dituangkan dalam Peraturan Bupati Kutim Nomor 32 Tahun 2020.

“Nantinya, Perbup Kabupaten Kutai Timur akan menyesuaikan dulu (Inpres Nomor 6 Tahu  2020). Baru nanti bisa diterapkan,” ungkapnya kepada awak media.

Menurut Indras, tingkat kepatuhan masyarakat Kutim dalam memakai masker masih minim, sehingga perlu ada upaya peningkatan. Nantinya, akan diatur sejumlah ketentuan hingga sanksi sosial bagi mereka yang melanggar protokol kesehatan Covid-19

Terkait soal sanksi sosial seperti apa? Indras berujar, bisa berupa hukuman bersih-bersih fasilitas publik. “Bisa menyapu-nyapu jalan, bisa bersih-bersih masjid, dan sebagainya. Nanti kami akan atur dan bahas lebih lanjut lagi,” ungkapnya.

Ide diterapkan sanksi sosial ini berangkat dari upaya membangun kesadaran masyarakat dalam mendukung pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih, masih ada saja warga yang beranggapan bahwa Covid-19 adalah konspirasi.

“Selain sanksi, kami juga akan meningkatkan dukungan dan peran serta tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mengajak masyarakat agar lebih disiplin lagi menjalankan protokol kesehatan, termasuk mengajak para Paslon Pilkada agar menyosialisasikan protokol kesehatan,” tandasnya.

Bakal Calon Bupati Kutim Mahyunadi yang mengikuti deklarasi Gerakan Kutim Bermasker berujar, dia sangat mendukung program Kutim bermasker dan sangat berharap Pilkada di Kutim bisa berjalan secara damai dan sehat.

“Yang paling penting itu kita harus sehat dulu, kalau kita sehat apa-apa bisa dilakukan. Untuk itu kami mendukung pemerintah dalam menyosialisasikan ke pendukung, simpatisan untuk terus menerapkan protokol kesehatan yakni 3M (menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan),” tutupnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks