Isu TerkiniPolitik

Namanya Didorong Jadi Calon  Bupati Berau, Syarifa: Semua Tergantung Restu Partai

bupati berau
Wakil Ketua I DPRD Berau Syarifatul Sya’diah menjadi salah satu nama yang didorong maju pada Pilkada Berau 2020. (Dok Pribadi Syarifatul Sya’diah)

Akurasi.id, Samarinda – Perhelatan pesta demokrasi di Kabupaten Berau pada 2020 ini tampaknya akan kian menarik. Sederet nama besar yang dicalonkan sebagai bupati dan wakil bupati di daerah itu satu persatu bermunculan. Salah dari nama itu adalah Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Sya’diah.

baca juga: Mahyunadi Perkuat Komunikasi  Politik ke Demokrat, Irwan dan Mahyudin Berikan Sinyal

Bagi masyarakat Berau, nama Syarifatul bukan jenawa yang asing. Politikus Partai Golkar itu sebelumnya pernah menjabat Ketua DPRD Berau. Sehingga secara karier di birokrasi, perempuan kelahiran 3 Juli 1968 ini, bisa dibilang sudah punya modal besar.

Saat berjumpa media ini di Samarinda, Syarifatul mengakui, saat ini memang ada begitu banyak masyarakat yang mendorong dirinya maju sebagai calon bupati maupun wakil bupati Berau pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 ini.

“Ada banyak dorongan dari masyarakat bawah yang menginginkan saya maju pada Pilkada Berau 2020. Masyarakat ingin saya bisa berbuat yang lebih untuk Berau,” ujarnya, Jumat (14/2/20).

Saat ini, Syarifatul sendiri diketahui telah mendaftarkan diri sebagai calon bupati dan wakil bupati Berau melalui Partai Golkar. Selain Syarifatul, ada sederet nama lain yang diketahui ikut memperebutkan perahu Golkar.

“Iya, saya sudah mendaftar di Partai Golkar. Hasilnya juga sudah diplenokan oleh partai. Saya adalah salah satu dari enam nama yang mendaftar dan diusulkan ke DPP Golkar sebagai calon bupati dan wakil bupati Berau,” ungkapnya.

Sebagai seorang kader partai, Syarifah mempercayakan sepenuhnya kepada pengurus DPP Golkar untuk memutuskan siapa yang akan mendapatkan rekomendasi pada Pilkada Berau 2020. Namun sebagai orang yang sudah lama berkecimpung di Partai Golkar, dia berharap, DPP Golkar dapat mengedepankan kadernya sendiri.

“Tapi apapun keputusan partai, ya saya akan ikuti. Karena saya adalah kader partai. Siapa pun yang direkomendasikan, maka itu yang terbaik menurut partai. Karena saya memang hanya mendaftar di Golkar saja,” tutur perempuan berjilbab ini.

Pada Pilkada Berau 2020 ini, Partai Golkar tidak memerlukan koalisi jika hanya ingin mengusung calon bupati dan wakil bupati Berau. Sebab, dari total 30 kursi legislatif yang tersedia, partai besutan Airlangga Hartarto itu, mendapatkan sebanyak 6 kursi dan itu sudah cukup untuk mengusung calon kepala daerah. Kendati demikian, Partai Golkar tetap membuka ruang koalisi yang sebesar-besarnya dengan partai lain.

“Sebagai kader partai Golkar, saya ingin membawa perubahan bagi Partai Golkar maupun masyarakat serta pembangunan Berau melalui pemilu 2020. Jika memang partai mempercayakan saya, maka itu tentu saya sangat syukuri,” katanya.

Percayakan Pada Keputusan DPP Golkar

Bagi Syarifa, dia tidak ingin terlalu getol memperebutkan perahu Golkar. Apalagi sampai harus memaksakan maju di Pilkada Berau tanpa disertai restu Partai Golkar. Karena dia sadar, perjuangan dan karier politik yang dia dapatkan sejauh ini tak lepas dari Partai Golkar.

“Saya biarkan partai yang menilai saya seperti apa. Karena itu hak partai, hak DPP. Kalau memang saya yang dipercayakan, saya ucapkan alhamdulillah. Kalau pun enggak, mungkin saya masih diminta berjuang lewat legislatif saja,” imbuhnya.

Dari sisi komunikasi politik dengan partai lain, Syarifah tidak menepis adanya hal itu. Bahkan menurut dia, sudah ada tiga hingga empat partai politik lain di luar Partai Golkar yang telah mengajak dirinya mendiskusikan pencalonan bupati dan wakil bupati Berau.

“Yang sudah mengajak komunikasi politik, ada. Sudah ada beberapa partai. Ada tiga empat partai. Yang memang intens ada. Yang baru memulai juga ada,” ungkapnya.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Untuk diketahui, beberapa di antara nama calon bupati dan wakil bupati Berau yang mendaftarkan diri di Partai Golkar, antara Bupati Berau Muharam, Wakil Bupati Berau Agus Tamtomo, Sri Marawiah (istri Ketua DPRD Kaltim Makmur), H Topan, Gamalis, dan Syarifatul Sya’diah.

“Bagaimana kelanjutannya, nanti kita lihat lagi dinamika politik. Karena dinamika politik Berau saat ini juga terbilang cukup luar biasa. Kita ikuti saja bagaimana perkembangannya. Karena apapun dan di mana pun, saya akan tetap membawa aspirasi masyarakat,” tandasnya. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close