HeadlineIsu Terkini

Namanya Diseret OTT KPK, Kasmidi Bingung dengan Bahasa Bagi-bagi Proyek, Ngaku Tak Dilibatkan Bahas Anggaran?

ott kpk kasmidi bulang
Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang saat dikonfirmasi terkait namanya yang disinyalir terlibat dalam ‘bagi-bagi proyek’ yang menjerat Bupati Ismunandar. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Nama Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang kini ikut hangat diperbincangkan. Lantaran, dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Kutim Ismunandar disebut-sebut ikut menyeret nama Kasmidi Bulang.

baca juga: Utak-Atik Proyek, Cara Bupati Ismunandar dan Istri Memetik Kekayaan THR dan Hadiah Ratusan Juta (2-habis)

Seperti halnya Ismunandar dan istrinya Encek UR Firgasih selaku ketua DPRD Kutim, Kasmidi juga diduga ikut andil mengatur jalannya proses pengadaan barang dan jasa atas sejumlah proyek pembangunan yang ada di Pemerintah Kutim.

Menyikapi hal itu, di depan awak media Kasmidi sesumbar mengaku, jika dia tidak mengerti istilah bagi-bagi proyek yang dimaksud oleh Bupati Ismunandar. Apalagi sampai menyentil namanya dalam pusaran korupsi yang ditangani komisi antirasuah.

“Saya menanggapinya sederhana saja, kalau bahasa bagi-bagi proyek yang ada disebutkan Ismu (sapaan Ismunandar) itu saya tidak tahu bagaimana menjabarkannya, tapi kalau program, begini, masyarakat itu ketika datang ke kamu menyampaikan usulan program saya rasa itu hal lumrah,” imbuhnya, Senin (6/7/2020).

baca juga: OTT KPK di Kutim, Bukti Politik Dinasti Rawan Korupsi, Castro: Perampokan Uang Negara Mudah Terjadi

Terkait usulan program pembangunan, Kasmidi menilai kalau memang hal lumrah disampaikan masyarakat kepadanya. Bahkan sejak dia menjadi anggota DPRD Kutim. Namun, Kasmidi menegaskan, usulan-usulan masyarakat tersebut tidak serta merta dikabulkan, tetapi harus melewati prosedur yang benar.

“Konteksnya setelah itu saya usulkan ke Bappeda dan tim TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) untuk dibahas. Jadi tidak ada (bagi-bagi proyek) semua lewat prosedur. Semua lewat mekanisme. Dan saya tidak masuk dalam TAPD,” tegasnya.

Kasmidi mengaku tidak tahu menahu tentang pembahasan kegiatan yang akan dikerjakan dalam satu tahun anggaran. Bahkan dirinya mengaku tidak tahu item mana saja yang kini menjerat Bupati Ismunandar dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Kamis (2/7/2020) lalu.

“Ketika pembahasan anggaran itu saya hanya dilibatkan saat hampir pengesahan. Bahkan jujur saja kegiatan (yang menyeret bupati ke KPK) saya hampir tidak tahu item kegiatannya apa saja, maksudnya yang menjadi kasus ini,” tegasnya.

baca juga: Menyibak Aroma Busuk Korupsi di Balik Frasa Defisit dalam OTT Bupati Ismunandar dan Istri oleh KPK (1)

Lebih lanjut, dirinya mengaku siap jika dimintai keterangan oleh KPK terkait kicauan Ismu. Kasmidi menilai hal tersebut menjadi kewajibannya. Terlebih, menurutnya, isu ini akan menjadi bahan serangan oleh lawan politik untuk menjatuhkan dirinya.

“Ketika saya diminta untuk memberikan keterangan saya selalu siap dan saya wajib untuk mengklarifikasi apalagi inikan momen bisa saja lawan politik dipakai sebagai bahan serangan,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, KPK terus mendalami kasus korupsi sejumlah proyek di Kabupaten Kutai Timur. Hal itu merupakan pengembangan operasi tangkap tangan (OTT) yang membuat 7 orang menjadi tersangka, termasuk Bupati Kutim Ismunandar beserta istri yang juga Ketua DPRD Encek Unguria Firgasih. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Dirhanuddin

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close