HukumRagam

Narkoba Diremot Dalam Lapas, Diedarkan di Kalangan Remaja

Narkoba Diremot Dalam Lapas, Diedarkan di Kalangan Remaja

Akurasi.id – Peredaran narkoba di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kian mengkhawatirkan di awal tahun 2019. Belum genap sebulan sejak pergantian tahun, belasan pengedar diamankan Kepolisian Resort (Polres) Kutim.

Kapolres Kutim, AKBP Teddy Ristiawan mengatakan, selama Januari 2019 ini pihaknya telah mengungkap 11 kasus narkotika. Dalam pengungkapan tersebut, diketahui sebanyak 11 pengedar dan 11 pembeli diamankan.

Dari sejumlah kasus itu, kepolisian mengamankan 314,35 gram narkotika jenis sabu. Tak tanggung-tanggung, Polres menyita uang sebesar Rp 785 juta dalam beragam kasus tersebut.

Narkoba yang diedarkan itu umumnya dibeli kaum milenial. Sasarannya adalah para remaja yang lalai dari kontrol orang tua. Karenanya, kata AKBP Teddy Ristiawan, belasan pembeli narkoba tersebut belum dapat dijadikan tersangka. “Mereka hanya dikenakan wajib lapor,” ucapnya, Jumat (25/1/19).

Dia menyebut, tersangka terdiri dari delapan orang pria dan tiga orang perempuan. Di depan awak media, pihaknya memperlihatkan dua orang tersangka berinisial F (20) dan D (34).
Keduanya merupakan warga Sangatta, Kutim.

Dari tangan tersangka, kepolisian menyita barang bukti 297,36 gram narkotika jenis sabu yang telah dikemas dalam plastik kecil dan besar. “Kami juga mengamankan dari tangan tersangka dua unit telepon genggam dan dompet orange,” jelasnya.

Berdasarkan pengakuan D, barang haram itu didapatkan dari seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bontang. Narapidana itu tak lagi asing di Polres Kutim.

Pasalnya, kepolisian telah menjadikannya sebagai target karena telah lama mengendalikan pengedaran narkoba.

“Pengendali utama dalam kasus ini adalah dua orang tersangka narapidana lapas Bontang yang berinisial R dan R. Jenis kelaminnya laki-laki dan perempuan. Mereka ini kasusnya narkoba juga. Kebetulan warga Kutim,” ujar Teddy.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kutim, Kasmidi Bulang mengatakan, upaya membendung pengedaran narkotika mesti melibatkan semua pihak.

Ini bukan hanya tugas kepolisian. Tetapi tugas kita bersama. Karena ini dapat merusak mental generasi. Mari kita cegah dan hentikan peredaran narkoba, ajaknya. (*)

Ransum Info: AvivE
Editor: Ufqil Mubin

5/5 (1 Review)
Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar!

avatar
Back to top button
Close
Close