Hard NewsHukum

Nekat, Residivis Ajak Kawan Bobol Rumah Kosong, Mulai Sepeda, TV, hingga Tabung Gas Digasak

nekat bobol rumah kosong
Ketiga pelaku pencurian dan salah seorang penada diamankan di Polsek Sungai Kunjang, Kamis (9/7/2020). (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Residivis kasus pencurian bernama Mujiono (36) warga Jalan Revolusi, Kelurahan Loh Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, kembali berulah. Kali dia nekat bobol rumah kosong dengan cara mencongkel jendela kaca di sebuah rumah bangsalan Jalan Revolusi, Gang 11, Sungai Kunjang, Rabu (8/7/20) pukul 06.00 Wita.

baca juga: Dari 210 yang Akan Digusur di SKM, Baru 9 Rumah Bersedia Direlokasi dan Dibongkar di Gang Nibung

Di tempat tersebut, Mujiono berhasil mengasak sejumlah barang curian, antara satu unit televisi (TV) dan mesin komputer atau PC. Tidak hanya itu, bapak 2 anak itu bahkan ikut mengasak sebuah tabungan gas yang berada di rumah tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, Iptu Purwanto menjelaskan, penangkapan tersangka berawal dari tertangkapnya salah seorang penadah yang membeli TV yang dijual pelaku seharga Rp400 ribu.

“Saat kami mendapatkan cukup informasi dari penadah, segera kami ringkus pelaku di tenpat kosannya yang berada di Kelurahan Karang paci,” jelasnya. “Dan dari keterangan Mujiono, dia mengaku tak sendiri. Dia bilangnya bekerja sama dengan pelaku lainnya berinisial RS (18),” tambahnya.

Setelah melakukan pengembangan dan pengeledahan di tempat kosan pelaku Mujiono, polisi mendapatkan sejumlah hasil tindak pidana pencurian lainnya, antara lain sepeda lipat. Kepada polisi, Mujiono mengakui kalau sepeda itu merupakan hasil dari mencuri yang lagi-lagi dilakukan bersama salah seorang rekannya.

“Sebelum melakukan mencuri TV, PC, dan tabung gas, ternyata Mujiono dan rekannya yang lain berinisial RD (17) sempat mengasak subuah sepeda lipat di Jalan Bangris pada hari yang sama,” ungkap Iptu Purwanto.

Saat ditanya wartawan Akurasi.id, pelaku Mujiono mengaku hasil curiannya dijual untuk kebutuhan makan sehari-hari. Sisianya dibagi kepada rekan-rekannya.

“Yang saya jual baru TV dengan harga Rp400 ribu dan tabung gas seharga Rp100 ribu, sedangkan PC dan sepeda belum sempat terjual,” ujar pria yang sehari-hari juga bekerja sebagai buruh bangunan itu.

Dalam pengakuannya, Mujiono sempat terjerat hukum dengan kasus yang sama pada 2017 lalu. Atas kasus pencurian yang dia lakukan kala itu, dia dijerat dengan hukuman 1 tahun 10 bulan. “Saya kemudian bebas pada 2019 lalu,” ucapnya.

Kini ketiga tersangka dan penadah diamankan di Polsek Sungai Kunjang. Atas tindakan pencurian itu, ketiga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan 5 tahun. Sedangkan penadah dalam kasus itu dijerat Pasal 480 KHUP dengan ancaman 4 tahun. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close