MENU

Tim Tabur Kejagung Eksekusi Terpidana Kasus Korupsi Dana Hibah Pemprov Kaltim

Terpidana kasus korupsi dana hibah Pemprov Kaltim, Ardiansyah (menggunakan kursi roda) saat dieksekusi Tim Tabur Kejaksaan Agung, Rabu (27/7/2022), setelah menjadi buron. (Dok Kejaksaan Agung)

Terpidana kasus korupsi dana hibah Pemprov Kaltim, Ardiansyah (53), akhirnya dieksekusi tim Tabur Kejagung. Terpidana kasus korupsi dana hibah yang merugikan Pemprov Kaltim Rp3,6 miliar itu, sebelumnya telah masuk dalam DPO.

Akurasi.id, Samarinda – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung (Kejagung), melakukan eksekusi penangkapan terpidana kasus korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) pada Rabu (27/7/2022).

Informasi dihimpun, terpidana tindak korupsi itu bernama Ardiansyah (53) yang ditindak Korps Adhyaksa. Sebab tak mengindahkan Putusan Mahkamah Agung Nomor: 6 /PID-TPK /2020/PT.SMR, yang menetapkannya sebagai terdakwa kasus rasuah senilai Rp 3,6 miliar.

“Pada Rabu 27 Juli 2022 sekitar pukul 16.40 Wita, bertempat di Perum Bumi Sambutan Asri, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Tim Tabur Kejagung berhasil mengamankan buronan (Ardiansyah), yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) asal Kejaksaan Negeri Samarinda,” ucap Kepala Pusat Penerangan Hukum, Ketut Suardana melalui siaran tertulisnya yang diterima wartawan.

Lanjut dijelaskannya, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor: 6/PID-TPK/2020/PT.SMR. Terpidana Ardiansyah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, sebagaimana diatur dan diancam melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dalam perkara tindak pidana korupsi pada dana hibah dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Baca Juga  Direksi Terpilih Perusda Kaltim Bakal Dipanggil Komisi II DPRD Kaltim Usai Melaksanakan Reses

Praktik korupsi itu dilakukan pada tahun anggaran 2012 dalam pengadaan jasa catering (bidang konsumsi), jasa snack/minuman, dan pengadaan jasa sewa penginapan dan fasilitas/ sarana cabang olahraga (cabor). Untuk peserta training center (TC) Panitia Kontingen Paralympic (PORPC) di kegiatan PEPARNAS XIV Tahun 2012. Yang telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 3.638.147.500 (tiga milyar enam ratus tiga puluh delapan juta seratus empat puluh tujuh ribu lima ratus rupiah).

Baca Juga  NASA Tabrakkan Pesawat ke Asteroid Ancam Bumi

Terpidana Kasus Korupsi Dana Hibah Pemprov Kaltim Wajib Bayar Denda Rp200 Juta

Akibat perbuatannya, terpidana dijatuhi pidana penjara selama 8 (delapan) tahun dan denda sebesar Rp200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) subsidair 3 (tiga) bulan kurungan dan dibebani membayar uang pengganti sebanyak kerugian negara tersebut.

Apabila terpidana tidak membayar dalam tenggang waktu 1 (satu) bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, harta bendanya dapat disita dan dilelang. Jika harta bendanya tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun.

Baca Juga  Siap-siap! Harga Pertalite Naik, 3 Menteri Sudah Beri Sinyal

“Terpidana Ardiansyah diamankan, karena ketika dipanggil untuk dieksekusi menjalani putusan. Tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut. Dan oleh karenanya, terpidana masuk dalam DPO,” ungkapnya.

“Selanjutnya, tim bergerak cepat untuk melakukan pemantauan terhadap terpidana dan setelah dipastikan keberadaannya. Tim langsung mengamankan terpidana dan segera dibawa ke Kejaksaan Negeri Samarinda untuk dilaksanakan eksekusi,” jelasnya.

Melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan. Jaksa Agung meminta jajarannya, untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran. Untuk dilakukan eksekusi untuk kepastian hukum. Dan pihaknya mengimbau kepada seluruh DPO Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri.

“Dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Upik
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share :

Print Friendly, PDF & Email
IKLAN SPACE AKURASI.ID DISEWAKAN
TINGGALKAN BALASAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
POPULER POST
JOB VACANCY
REKOMENDASI
INSTAGRAM FEED
[instagram-feed]