PeristiwaTrending

Gunung Semeru Keluarkan Lava Pijar, 380 Erupsi Tercatat Sejak Awal Tahun

Minggu, 9 Juni 2024, Gunung Semeru Kembali Erupsi dengan Kolom Abu Setinggi 500 Meter di atas Puncak

Loading

Lumajang, Akurasi.id – Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, telah mencatatkan aktivitas vulkanik yang signifikan sejak awal tahun 2024. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa hingga bulan Juni 2024, Gunung Semeru telah mengalami 380 kali erupsi, dengan beberapa di antaranya disertai oleh guguran lava pijar yang spektakuler.

Pada Minggu, 9 Juni 2024, Gunung Semeru kembali erupsi dengan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak. Erupsi pertama terjadi pada pukul 06.33 WIB dan berlanjut hingga malam hari dengan total 14 kali letusan sepanjang hari. Menurut Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke barat daya.

Lava Pijar dan Bahaya Awan Panas

Rekaman CCTV dari pos pengamatan menunjukkan guguran lava pijar yang mengalir dari puncak menuju ke Besuk Kobokan. Fenomena ini meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekitar, terutama mereka yang beraktivitas di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Besuk Kobokan. Potensi bahaya awan panas dan aliran lahar menjadi perhatian utama karena dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa peringatan yang jelas.

Baca Juga  Menag Keluarkan Aturan Penggunaan Pengeras Suara Masjid dan Musala

Sejak awal tahun, Gunung Semeru terus menunjukkan aktivitas vulkanik yang intens. Pada bulan-bulan awal tahun ini, PVMBG mencatat 226 letusan, yang terus bertambah hingga mencapai angka 380 pada bulan Juni. Yadi Yuliandi, Petugas Pos Pengamatan Gunungapi, melaporkan bahwa gunung ini sering mengalami gempa letusan dengan amplitudo 15-23 mm dan durasi 88-145 detik.

Jasa SMK3 dan ISO

Status Siaga dan Rekomendasi PVMBG

Dengan status Siaga atau Level III, PVMBG memberikan beberapa rekomendasi penting bagi masyarakat. Pertama, warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Kedua, masyarakat juga diminta untuk menghindari aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Baca Juga  TNI Temukan Kotak Hitam Sriwijaya Air

Selain itu, aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru juga dilarang karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar. Masyarakat harus selalu waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta pada anak sungai dari Besuk Kobokan.

Pantauan Terus Berlanjut

Cuaca di sekitar Gunung Semeru sering kali mendung dengan angin lemah yang mengarah ke barat daya. Kondisi ini menambah tantangan dalam pemantauan aktivitas vulkanik. PVMBG terus memantau perkembangan erupsi dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat serta pihak berwenang untuk memastikan keselamatan dan mitigasi risiko bencana.

Baca Juga  Cerita Doddy “Oppa Korea” Penjual Nasi Kuning, Ditawari Main Film hingga Dapat Bullying Netizen

Dengan intensitas erupsi yang tinggi, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat serta pihak terkait menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana yang bisa ditimbulkan oleh aktivitas Gunung Semeru. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti arahan dan rekomendasi dari pihak berwenang serta menghindari daerah-daerah berbahaya di sekitar gunung.(*)

Penulis: Ani
Editor: Ani

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button