HeadlinePolitik

Nursalam Mulai Ukur Kompas Politik Hadapi Konsesi Pilwali Bontang, Layangkan Lamaran ke Sejumlah Parpol

pilwali bontang
Anggota DPRD Bontang dan politikus Partai Golkar Nursalam siap meramaikan Pilwali Bontang 2020. (Ilustrasi Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Konsesi politik menuju Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Bontang semakin hari semakin menarik saja. Satu persatu para calon bermunculan ke permukaan. Nama baru yang kini mulai diperbincangkan dan sedang menakar arah angin politik yakni anggota DPRD Bontang Nursalam.

Pria yang sebelumnya menjabat ketua DPRD Bontang ini tidak sungkan-sungkan mengutarakan perihal keinginannya maju pada Pilwali Bontang 2020. Saat ini, politikus Partai Golkar itu telah melayangkan sejumlah lamaran ke partai politik (parpol) untuk menggalang dukungan.

“Saya serius mau maju di Pilwali Bontang 2020. Saat ini, saya sedang mencoba melamar ke beberapa parpol,” aku Nursalam saat berbincang-bincang dengan Akurasi.id, Rabu (16/10/19).

Sementara ini, Nursalam diketahui sedang membangun komunikasi politik ke sejumlah parpol, antara lain ke Partai PAN, PKS, Hanura, dan NasDem. Rencananya, Nursalam juga akan melayangkan lamaran pada proses penjaringan yang dibuka sejumlah parpol tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan saya akan mendaftar ke parpol lain. Misalnya ke NasDem, PAN, dan Hanura. Termasuk ke Partai PKS,” katanya.

Bukan Sekadar Mencoba Peruntukan

Nursalam memastikan, keputusannya untuk ikut pada kontestasi Pilwali Bontang 2020, bukan sekadar menguji peruntungan. Apalagi hanya sekadar untuk ikut memeriahkan proses penjaringan Pilwali Bontang di sejumlah parpol.

Dia menuturkan, karier seorang politisi tidak hanya berakhir sebagai anggota legislatif, tetapi memiliki jenjang yang lebih jauh. Menjadi seorang kepala daerah adalah salah satu bagian dari proses politik yang jadi tujuan setiap wakil rakyat.

“Ini bukan mencoba peruntungan. Karier politik tidak bisa berakhir begitu saja di dewan. Ada tujuan yang lebih jauh,” katanya.

Jika memang nantinya masyarakat memberikan dukungan, Nursalam siap melangkah ke arah yang lebih jauh lagi. Apalagi jika dukungan parpol sejalan, maka dia tidak ragu menanggalkan kursi dewan.

“Sepanjang memang ada dukungan dari parpol lain, maka saya akan benar-benar terlibat langsung dalam Pilwali Bontang 2020,” ucapnya.

Dia menegaskan, sebagai seorang politisi, tujuan perjuangannya tidak hanya sebatas di dewan. Di sisi lain, sebagai seorang dewan, dia merasa masih memiliki banyak keterbatasan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Kalau saya bisa maju ke pemerintahan, maka saya bisa menjalankan amanah dalam kapasitas yang lebih besar lagi. Artinya ada banyak hal yang bisa saya lakukan untuk masyarakat Bontang,” tuturnya.

Nursalam menyadari, tugas dan fungsi (tupoksi) legislatif terbatas hanya pada tiga hal, legislasi (pembuatan peraturan daerah), anggaran, dan pengawasan. Wakil rakyat tidak memiliki fungsi eksekusi kebijakan.

“Kalau misalnya saya maju kepala daerah, maka saya punya fungsi mengeksekusi. Tetapi kalau saya di dewan, tentu yang demikian enggak bisa,” katanya.

Siap Berebut Restu Golkar dengan Neni

Keputusannya memilih maju di Pilwali Bontang 2020 tampaknya sudah dipikirkan secara matang-matang oleh Nursalam. Di antaranya dengan keputusannya untuk ikut bersaing mendapatkan restu DPP Golkar jika nantinya Golkar Bontang membuka proses penjaringan kepala daerah.

“Saya sangat serius maju. Saya akan mencoba bersaing dengan Ibu Neni Moerniaeni (ketua Golkar Bontang dan petahana wali kota),” kata Nursalam kepada Akurasi.id.

Sebagai seorang politisi dan kader Partai Golkar, Nursalam pada dasarnya manut dengan apa yang jadi keputusan DPP Golkar nantinya. Namun sepanjang ada peluang bersaing, maka Nursalam akan mencoba mendapatkan restu itu.

“Kalau memang nanti Golkar menetapkan Ibu Neni, ya saya akan menghormati itu. Karena saya enggak mungkin juga ke parpol lain. Konsekuensinya saya bisa dipecat dari partai jika memaksakan diri,” imbuhnya.

Jika nantinya Golkar Bontang membuka penjaringan, maka setidaknya harus ada 10 nama calon kepala daerah yang harus diusung ke DPP Golkar dan paling sedikitnya 5 nama, baik itu mereka dari internal Partai Golkar maupun parpol lainnya.

“Ketentuan itu sesuai dengan juklak (petunjuk pelaksana) DPP Golkar tentang penjaringan dan penetapan calon gubernur, bupati, dan wali kota dari Partai Golkar,” jelas Nursalam.

Klaim Didukung Fungsionaris Golkar Bontang

Pilihan Nursalam untuk maju pada Pilwali Bontang 2020 disebut-sebutnya telah mendapatkan restu dari sebagian besar fungsionaris Partai Golkar Bontang. Atas alasan itu pula, dia berani membangun komunikasi dan mencari dukungan dari parpol lain.

“Saya sudah berkomunikasi dengan beberapa pengurus Partai Golkar, mereka memberikan dukungannya kepada saya. Mereka setuju jika saya ikut mencalonkan diri,” katanya.

Khusus penjaringan di internal Partai Golkar Bontang, Nursalam mengatakan, jika nantinya memang dibuka, maka ada beberapa pertimbangan yang dilihat dari seorang calon. Antara lain yakni finansial dan elektabilitas.

“Makanya, kalau nanti partai mengizinkan saya, ya saya akan jalan terus. Kalau pun saya dipilih jadi wakil di partai lain dan memungkin maju, maka akan saya pertimbangkan untuk maju,” sebutnya.

Sedianya ada banyak kader Partai Golkar Bontang yang ingin maju pada Pilwali Bontang. Hanya saja, saat ini, mereka masih menunggu dibukanya penjaringan oleh Neni sebagai ketua DPD II Golkar Bontang.

“Ya, sebenarnya banyak kader partai yang ingin mendaftar. Hanya saja, di internal partai belum membuka penjaringan,” tandasnya. (*)

Dilengkapi: Muhammad Aris
Editor: Yusuf Arafah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks