Hard NewsPolitik

Ogah Bahas Pilkada, Ismu Fokus Tangani Covid-19

pilkada ismu
Bupati Kutim Ismunandar. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Politik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) 2020 nampaknya mulai memanas. Ada 3 pasangan calon (paslon) yang bakal naik, Bupati Kutim Ismunandar pun tak ambil pusing.

baca juga: Terinspirasi Sosok Ayah yang Dermawan, Kakak Beradik ini Berbagi Selama Bulan Ramadan

Jika sebelumnya baru satu pasangan yang resmi sudah mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) yakni Abdal Nanang-Rusmiati melalui jalur independen, kini sejumlah nama lain mulai muncul dan mulai memanasi mesin politik di Kutim. Seperti Mahyunadi-Kinsu yang merupakan salah satu pasangan mendeklarasikan dirinya akan berpasangan di Pilkada 2020 beberapa waktu lalu. Selain Mahyunadi-Kinsu, Pasangan Ardiansyah-Ordiansyah pun digadang-gadang akan bertarung di pemilihan bupati dan wakil bupati di Kutim.

Sementara sang petahana, Ismunadar yang dipastikan bakal maju sebagai incumbent mengaku sedang fokus pada antisipasi penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Oleh karena itu, Ismu enggan membahas pertarungan politik yang digelar setiap 5 tahun sekali tersebut. Baginya, penanganan pandemi lebih penting karena menyangkut masyarakatnya.

“Maaf saya tidak mau bahas pilkada dulu. Saya lebih fokus bergerak bersama melawan Covid-19. Kalau Pilkada itu urusan nomor dua,” ujarnya saat diwawancarai Akurasi.id usai melakukan video conference (vidcon), Senin (18/5/20).

Menurut Ismu, penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 secara bersama-sama lebih penting daripada membahas Pilkada. Hal ini sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim dalam mengambil peran di tengah mewabahnya virus Corona ini. Bahkan pada beberapa kesempatan, Ismu terlihat terlibat langsung dalam menangani pandemi ini. Beberapa kebijakan sudah dilaksanakan dengan cepat, tepat, dan terealisasi dengan baik.

Sejauh ini, dirinya sudah memikirkan kebijakan yang diambil untuk masyarakat Kutim pasca penanganan virus Corona. Seperti bercocok tanam untuk meraih swasembada pangan dan melarang perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan karyawan.

“Dengan harapan segala anjuran pemerintah dapat diikuti oleh masyarakat. Demi kebaikan bersama,” jelasnya.

Kata Ismu, saat ini Covid-19 tidak bisa dipandang remeh. Sehingga kerja sama semua pihak untuk memutus mata rantai virus ini sangat dibutuhkan. Apalagi Kutim sudah dinyatakan sebagai kawasan zona merah dalam penyebaran Covid-19. Dia berharap masyarakat sadar akan pentingnya physical distancing untuk mengurangi penyebaran pandemi.

“Jadi perlu kekompakan dan kerja sama semua pihak, serta masyarakat juga harus mematuhi anjuran pemerintah. Agar mata rantai Covid-19 bisa terputus,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Suci Surya Dewi

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close