HeadlinePolitik

PAN Samarinda Legawa atas Putusan MK

PAN Samarinda Legawa atas Putusan MK
Jasno (Ufqil Mubin/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Samarinda telah menerima informasi bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatannya dalam sengketa pemilu.

Gugatan itu dilayangkan setelah beredar bukti dugaan penggelembungan suara dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRD Samarinda di Dapil Samarinda Ulu.

Hal ini dikatakan Ketua DPD PAN Samarinda, Jasno. Pihaknya mengakui dan menghormati putusan MK tersebut. Kata dia, PAN telah mengambil langkah hukum sesuai amanah konstitusi.

“Artinya PAN sudah melakukan upaya [gugatan]. Memang di MK itu wadah untuk melakukan gugatan. Tapi ternyata majelis hakim menolaknya,” ucap dia, Sabtu (10/8/19).

Ia tidak pernah memprediksi putusan di MK itu. Dia mengaku, putusan tersebut membuat PAN kehilangan satu kursi di DPRD Samarinda.

Diketahui, Muhammad Rayis Jawad disebut-sebut tak menerima hasil penghitungan suara di 22 tempat pemungutan suara (TPS) di Dapil Samarinda Ulu. Di dapil itu, dia mengantongi 1.676 suara. Tertinggi dari seluruh caleg yang diusung PAN di dapil tersebut.

Dia bersaing dengan caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Damayanti. Caleg terpilih ini mengantongi 3.773 suara. Dia memperoleh suara tertinggi dari tujuh caleg yang diusung PKB.

Secara keseluruhan, PKB mendapat 5.330 suara. Sementara PAN meraih 5.231 suara. Dua partai ini memiliki selisih 99 suara.

Jasno menyebut, sejatinya PAN mengantongi bukti dugaan penggelembungan suara di puluhan TPS tersebut. Hanya saja dalam pembuktian di MK, KPU memiliki bukti yang lebih kuat.

“Kita mengakui itu. Biasalah. Memang wadah [bersengketa] itu kan di sana,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Samarinda, Jahidin, mengatakan, gugatan ini dilayangkan kepada KPU Samarinda. Salah satu caleg dari PAN menuding penggelembungan suara dilakukan KPU atas permintaan PKB.

Padahal dalam penghitungan suara yang dilaksanakan di kecamatan, saksi PAN dan PKB melihat proses tersebut. Saksi dari kedua partai ini menilai, penghitungan suara telah berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Ini hanya oknum di PAN saja yang menuding. Kalau di PAN, khususnya mereka yang berteman dengan kami, tidak sependapat dengan gugatan itu,” bebernya. (*)

Penulis/Editor: Ufqil Mubin

5/5 (4 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close