HeadlineIndepthPolitik

Parpol yang Kembali Berjaya di Karang Paci

Parpol lama kembali menghiasi DPRD Kaltim. Namun terdapat beberapa perubahan perolehan suara dan kursi di Pileg 2019. (Istimewa)

Akurasi.id, Samarinda – Perjuangan panjang partai politik (parpol) di Pemilu 2019 dalam memperebutkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) telah menuai hasil akhir. Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum merampungkan rekapitulasi suara di tingkat kabupaten/kota, namun gambaran perolehan kursi parpol telah diketahui sebagian publik Bumi Etam.

Akurasi.id menerima beragam informasi yang bertebaran di media massa terkait perolehan kursi parpol di Pileg DPRD Kaltim. Namun sebagian besar data tersebut belum mewakili seluruh daerah di Kaltim.

Belum lama ini, kami mendapat data dengan jumlah 1.338.355 suara dari seorang politisi kawakan di Kaltim. Setelah data tersebut dikoreksi dan diuji dengan hasil rekapitulasi penyelenggara pemilu di sejumlah kabupaten/kota yang telah merampungkan penghitungan suara, ternyata data itu memiliki kesamaan.

Lalu bagaimana perolehan suara seluruh parpol yang bertarung memperebutkan kursi wakil rakyat di Gedung Karang Paci? Bagaimana pula komposisi perolehan kursi parpol? Sebelum kami menjawab pertanyaan tersebut, perlu diketahui bahwa KPU membagi Kaltim menjadi enam daerah pemilihan (dapil). Meliputi Dapil I (12 kursi), Dapil II (10 kursi), Dapil III (tujuh kursi), Dapil  IV (11 kursi), Dapil V (tiga kursi), dan Dapil VI (12 kursi). Secara keseluruhan terdapat 55 kursi yang diperebutkan peserta pemilu.

Baca Juga : Wajah Baru Kuasai Dapil Kota Minyak

Seperti diketahui, terdapat 16 parpol yang bertarung di pileg. Meski terjadi perubahan signifikan dari segi perolehan suara, parpol lama tercatat memperoleh suara yang jauh lebih tinggi dibanding parpol-parpol pendatang baru. Berikut perolehan suara seluruh parpol di Pileg DPRD Kaltim:

ParpolSuara
PKB104.161
Gerindra155.939
PDIP200.883
Golkar253.423
NasDem74.908
Garuda4.114
Berkarya32.568
PKS113.602
Perindo37.579
PPP77.649
PSI16.047
PAN110.063
Hanura44.417
Demokrat99.337
PBB11.749
PKPI1.916

Jika kita merujuk pada data tersebut, dapat diketahui posisi parpol yang menempati urutan lima besar. Antara lain Partai Golongan Karya (Golkar) dengan perolehan 253.423 suara, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memperolah 200.883 suara, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mendapat 155.939 suara, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengantongi 113.602 suara, dan Partai Amanat Nasional (PAN) memperoleh 110.063 suara.

Parpol yang Kembali Berjaya di Karang Paci

Perolehan Kursi Parpol

Kami menghitung suara parpol dan mengonversinya menjadi kursi menggunakan metode Sainte Lague. Metode yang diciptakan matematikawan asal Prancis Andre Sainte Lague ini digunakan di Pileg 2019. Dasarnya perintah Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Di Dapil I (Samarinda), terdapat sembilan parpol yang berhasil mendapat kursi di DPRD Kaltim. PDIP, Golkar, dan Gerindra masing-masing mengantongi dua kursi. Sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (NasDem), PKS, PAN, dan Partai Demokrat masing-masing memperoleh satu kursi.

Kemudian di Dapil II (Balikpapan), ada delapan parpol yang memperoleh kursi. Di “dapil neraka” ini, PDIP dan Golkar mengantongi suara tertinggi. Karenanya tiap-tiap parpol itu mendapat dua kursi. Sementara PKB, Gerindra, PPP, PKS, PAN, dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) masing-masing meraih satu kursi.

Beranjak ke Dapil III (Penajam Paser Utara dan Paser). Hanya enam parpol yang meraih kursi di dapil ini. Golkar mengantongi dua kursi. Partai berlambang pohon beringin ini meraih 63.770 suara di dua daerah tersebut. Sisanya didapatkan PKB, Gerindra, PDIP, PAN, dan Demokrat. Setiap partai dari lima parpol itu mendapat satu kursi.

Deminasi Golkar kembali terlihat di Dapil IV (Kutai Kartanegara). Partai yang menguasai parlemen di kabupaten terkaya sumber daya alam ini mengantongi 74.507 suara. Tak heran, Golkar meraih tiga kursi di dapil yang dikenal memiliki ongkos politik tinggi itu. Gerindra dan PDIP masing-masing mendapat dua kursi. Sisanya diperoleh PKB, PKS, PPP, dan PAN.

Di Dapil V (Mahakam Ulu dan Kutai Barat), hanya tiga kursi yang tersedia di dua daerah tersebut. PDIP dengan perolehan 33.827 suara mendapat dua kursi. Sisanya diraih Partai Gerindra. Kemudian di Dapil VI (Kutai Timur, Bontang, dan Berau), terdapat sembilan parpol yang meraih kursi. Di dapil ini, Golkar unggul dengan perolehan tiga kursi. Diikuti PDIP yang mengantongi dua kursi. Tujuh parpol lainnya (PKB, Gerindra, NasDem, PKS, PPP, PAN, dan Demokrat), masing-masing meraih satu kursi.

Berpijak pada data tersebut, dapat disimpulkan bahwa hanya 10 parpol yang berhasil meraih kursi di DPRD Kaltim di Pemilu 2019. Berikut daftar parpol tersebut:

Golkar12 kursi
PDIP11 kursi
Gerindra8 kursi
PAN5 kursi
PKB5 kursi
PKS4 kursi
PPP4 kursi
Demokrat3 kursi
NasDem2 kursi
Hanura1 kursi

Enam parpol lainnya tak mendapatkan kursi. Antara lain Partai Garuda, Partai Berkarya, Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Bulan Bintang (PBB), serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Perbandingan Kursi Parpol di Dua Pemilu

Wajah lama kembeli menghiasi panggung politik di Kaltim. Parpol yang memperoleh kursi di DPRD Kaltim di Pemilu 2019 tak jauh berbeda dengan kontestasi demokrasi lima tahun lalu. Namun jumlah perolehan kursi parpol mengalami pergeseran.

Meski tetap berada di posisi teratas, kursi yang diperolah Golkar berkurang di pemilu tahun ini. Jika di Pemilu 2014 partai ini mendapat 14 kursi, maka di Pemilu 2019 partai yang berdiri di era Orde Baru tersebut memperoleh 12 kursi.

Berbeda dengan Golkar, PDIP berhasil menambah satu kursi di DPRD Kaltim. Sebelumnya partai berlambang banteng ini mendapat 10 kursi. Kini diperkirakan PDIP memperoleh 11 kursi. Pun demikian dengan Gerindra. Partai yang dipimpin Andi Harun ini menerima tambahan dua kursi. Di pemilu yang lalu partai tersebut mendapat enam kursi. Kini Gerindra mengantongi delapan kursi.

Berikut perbandingan perolehan kursi parpol di dua pemilu tersebut:

Parpol20142019
Golkar14 kursi12 kursi
PDIP10 kursi11 kursi
Gerindra6 kursi8 kursi
PAN4 kursi5 kursi
PKB4 kursi5 kursi
PKS4 kursi4 kursi
PPP3 kursi4 kursi
Demokrat4 kursi3 kursi
NasDem3 kursi2 kursi
Hanura4 kursi1 kursi

Dari data tersebut, Partai Hanura mengalami penurunan perolehan kursi yang sangat signifikan. Pada Pemilu 2014, partai yang didirikan Wiranto ini mendapat empat kursi. Di pemilu tahun ini, perolehan kursi Hanura berkurang tiga kursi.

Pengamat politik dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Budiman mengatakan, merosotnya perolehan kursi Hanura diduga karena konflik berkepanjangan yang mendera partai tersebut. Banyak kader potensial Hanura yang beralih ke partai lain.

“Masalah Partai Hanura di pusat sampai ke bawah. [Terjadi] pergantian pengurus. Berimbas pindahnya kader dan pemilih ke partai lain,” ucapnya lewat pesan WhatsApp kepada Akurasi.id, Senin (6/5/19).

Salah satu contoh migrasi besar-besaran kader Partai Hanura terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kader-kader partai ini umumnya berpindah ke PKB. Puji Hartadi yang sebelumnya memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura, kini dipercaya menahkodai PKB Kukar.

Hal yang sama terjadi di Samarinda. Herwan Susanto yang dulu memimpin Hanura Kaltim, memilih PKB sebagai perahu politiknya di Pemilu 2019. Sebagai anggota DPRD Kaltim, dia membawa gerbong besar loyalisnya. Jika di pemilu lalu Hanura mendapat satu kursi di Dapil Samarinda, kini kursi itu telah direbut partai lain. Satu-satunya kursi yang didapat Hanura hanya di Dapil Balikpapan.

Data tersebut juga menunjukkan sisi yang sangat unik bagi PAN. Partai yang lahir di era Reformasi ini berhasil menggeser posisi Partai Demokrat. Meski PAN memperoleh suara di bawah PKS, partai yang didirikan Amien Rais ini mendapat kursi yang merata di lima dapil. Sementara PKS hanya mendapat kursi di empat dapil.

Di sisi lain, PAN dan PKB mendapat jumlah kursi yang sama. Namun PAN unggul dengan perolehan suara. PAN mengantongi 110.063 suara. Sementara PKB memperoleh 104.161 suara. Selisih suara kedua partai tersebut sebanyak 5.902.

Karenanya, PAN akan menduduki kursi wakil ketua bersama PDIP dan Gerindra. Jika kita merujuk data di atas, maka pimpinan DPRD Kaltim akan kembali diduduki kader Golkar. (*)

Penulis: Ufqil Mubin
Editor: Ufqil Mubin

5/5 (2 Reviews)

Tags

4
Tinggalkan Komentar!

avatar
4 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
newest oldest most voted
trackback

[…] Parpol yang Kembali Berjaya di Karang Paci […]

trackback

[…] Parpol yang Kembali Berjaya di Karang Paci […]

trackback

[…] Parpol yang Kembali Berjaya di Karang Paci […]

trackback

[…] Parpol yang Kembali Berjaya di Karang Paci […]

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close