Hard NewsHeadline

PDAM Kencangkan Ikat Pinggang, Tagih Utang Korporat Rp 6 Miliar, Siap Ambil Langkah Hukum

Hutang Pdam
(Dari kanan) Staf Ahli Keuangan PDAM Nurdin dan Kuasa Hukum PDAM Roy Hendrayanto menyampaikan rilis tunggakan utang pelanggan yang mencapai miliaran rupiah. (Muhammad Aris/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kencana, Samarinda, tampaknya sedang mengencangkan ikat pinggang. Perusahaan plat merah ini tidak sungkan-sungkan membeberkan data pelanggan yang telah menunggak pembayaran air PDAM selama beberapa tahun terakhir.

Senin (14/10/19) siang, jajaran PDAM Samarinda yang diwakili Staf Ahli Keuangan PDAM Nurdin, Humas PDAM M Lukman, dan Kuasa Hukum PDAM Roy Hendrayanto, menyampaikan secara blak-blakan besaran tunggakan air pelanggaran di Kota Tepian.

Dalam pemaparannya, Kuasa Hukum PDAM Tirta Kencana Samarinda Roy Hendrayanto mengungkapkan, jumlah tunggakan pelanggan, baik perorangan dan korporat mencapai Rp 138 miliar. Utang itu tercatat sejak 2001-Agustus 2019.

“Itu data kumulatif. Itu kekayaan atau pemasukan PDAM yang belum diterima dari semua pelanggan,” kata dia.

Dirilisnya dana itu sendiri sebagai tindak lanjut atas seruan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, perihal masih banyaknya pelanggan yang menunggak pembayaran air, terutama dari para korporat.

“Khusus untuk korporat, total tagihannya mencapai Rp 6,9 miliar. Itu tagihan yang rata-rata di atas Rp 5 juta. Itu yang kami usahakan bisa ditagihkan semua dalam beberapa bulan ke depan,” jelasnya.

Dia mencontohkan, salah satu tunggakan utang korporat yakni oleh Perumahan Villa Tamara. Dalam 7 bulan terakhir, perumahan yang terletak di Jalan AW Syahrani itu disebut memiliki tunggakan hingga Rp 647 juta.

“Menagih semua utang kepada korporat ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya,” katanya.

Tunggakan dari korporat yang lain yakni oleh Perumahan Pesona Mahakam. Perumahan yang berlokasi di Kelurahan Harapan Baru, Samarinda Seberang itu, disebut mempunyai tunggakan hingga Rp 3 miliar.

“Pesona Mahakam sudah menunggak 39 bulan. Cuman kami menghargai niat baik mereka, karena mereka mau membicarakan tunggakannya. Mereka yang inisiatif ini kami senang,” katanya.

Roy membeberkan, tunggakan pembayaran air korporat itu terbagi ke dalam empat wilayah. Wilayah I, meliputi Samarinda Kota dan sebagian Samarinda Utara.

“Tunggakan di wilayah itu mencapai Rp 575 juta. Di situ ada sebanyak 29 korporat yang menunggak,” ungkapnya.

Wilayah II, meliputi Sungai Pinang, Sambutan, Samarinda Ilir, dan Sebagian Utara. Dari 22 korporat penunggak di kawasan itu, terdapat sebanyak Rp 302 juta tagihan PDAM yang mengendap.

Sementara wilayah III, meliputi Sungai Kunjang Ulu, Sungai Kunjang Ilir, dan sebagian Samarinda Kota. Di wilayah itu, terdapat 36 korporat dengan tunggakan mencapai Rp 1,5 miliar.

Sedangkan untuk wilayah IV, mencakup Samarinda Seberang, Loa Janan Ilir, dan Palaran. Di wilayah ini terdapat 19 korporat dengan nilai tunggakan mencapai Rp 4 miliar.

“Korporat yang kami maksudkan di sini seperti perumahan, developer, ruko, dan perhotelan. Rata-rata korporat ini memiliki tagihan di atas Rp 30 juta. Ada juga dari perusahaan pertambangan,” jelas dia.

Penunggak Membandel, PDAM Tak Segan Bawa ke Ranah Hukum

Langkah PDAM Tirta Kencana Samarinda menagih tunggakan pembayaran air kepada pelanggan tampaknya tidak main-main. PDAM mengambil ancang-ancang bakal membawa para korporat yang enggan membayar tunggakan ke ranah hukum.

Roy menegaskan, nantinya, PDAM akan melayangkan surat pemberitahuan kepada setiap korporat untuk segera menyelesaikan tunggakan pembayaran yang mereka miliki. Jika surat itu tidak diindahkan, maka PDAM tidak segan-segan menyerat persoalan itu kepada meja hukum.

“Apabila dalam 14 hari kerja setelah kami surati tidak ada respons, maka kami akan membawa persoalan itu ke ranah hukum. Kami tidak segan-segan melayangkan gugatan perdata,” tegasnya.

Namun demikian, Roy menyebutkan, PDAM sangat membuka ruang jika memang ada korporat yang memiliki inisiatif untuk membayar tunggakannya. PDAM bahkan membuka lebar-lebar ruang komunikasi membahas itu.

“PDAM akan memberikan keringanan jika memang ada itikad baik dari korporat untuk menyelesaikan tunggakannya. Apa yang kami lakukan ini sebagai bentuk transparansi kepada publik,” ucapnya.

Tindak Lanjut dari Upaya Persuasif

Dibeberkannya data pelanggan yang menunggak di PDAM Tirta Kencana disebut-sebut sebagai upaya untuk membenahi keuangan perusahaan tersebut. Karena jika tunggakan itu terbayarkan, maka operasional PDAM dapat ditingkatkan lagi.

Iklan mahyunadi lagi

Selain itu, langkah tegas itu sebagai tindak lanjut atas berbagai upaya yang telah dilakukan petugas PDAM selama ini. Menurut Staf Ahli Keuangan PDAM Tirta Kencana, upaya persuasif telah dilalukan pihaknya selama ini. Hanya saja belum begitu membuahkan hasil.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, kami sudah melayangkan surat pemberitahuan agar korporat membayar tunggakannya. Cuman tidak begitu direspons. Makanya, kami coba gas lagi untuk upaya perbaikan PDAM,” tuturnya.

Nurdin menyebutkan, besaran tunggakan pelanggan yang mencapai ratusan miliar bukan tanpa disertai data. Kata dia, penghitungan tunggakan itu merujuk pada data meteran air yang sudah dapat menggunakan sistem online.

“Tunggakan pelanggan itu adalah hasil audit internal PDAM. Kami menghitung sesuai meteran pelanggan. Karena sekarang, kami juga sudah menggunakan sistem online,” sebutnya.

Saat ini, upaya pendataan sedang terus dilakukan PDAM terhadap data tunggakan pelanggan. Pasalnya, untuk beberapa kasus, ada rumah yang sudah berubah fungsi, ada juga rumah yang tidak ada lagi pemiliknya. Bahkan ada tempat yang tidak memiliki bangunan sama sekali.

Salah satu contoh rumah atau bangunan yang telah beralih fungsi yakni, Asrama Polisi (Aspol) Sungai Kunjang yang kini telah berubah menjadi Markas Besar (Mabes) Polresta Samarinda. Mekanisme penagihan dan pembayarannya perlu untuk dibahas bersama lagi.

“Kemungkinan ada juga yang mau diputihkan. Karena ada banyak kasus pelanggan yang kami temukan yang masih punya rumah, tetapi tidak ada orangnya lagi, bahkan telah beralih fungsi,” sebutnya. (*)

Penulis: Muhammad Aris
Editor: Yusuf Arafah

5/5 (1 Review)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close