Advetorial

Pelajar SD Yabis Siap Harumkan Nama Bontang Pada Pentas CCQ Nasional 2019

Hafsah Lathifatul Izza, Lintang Wahyu Pratiwi, dan Naura Zakiyah Khansa bakal mewakili Bontang dan Kaltim pada lomba CCQ PAI Nasional 2019 di Makassar. (SD Yabis for Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Pembinaan secara intensif dan berkelanjutan yang dilakukan Sekolah Dasar (SD) Yayasan Pendidikan Islam (Yabis) Bontang sukses mencetak anak didik yang cerdas, berakhlak, dan juga berprestasi. Contohnya saja, pada Oktober mendatang, SD Yabis bakal mengirimkan dua muridnya pada pentas Cerdas Cermat Quran (CCQ) Nasional 2019 di Kota Makassar.

Pelajar berprestasi itu yakni Hafsah Lathifatul Izza. Siswi kelahiran Bontang, 3 Agustus 2008 itu tidak seorang diri. Lintang Wahyu Pratiwi dan Naura Zakiyah Khansa juga akan mendampingi Hafsah pada pentas PAI yang akan dilaksanakan pada 9-14 Oktober 2019.

Sebelum berlaga pada lomba itu, baik Hafsah, Lintang, dan Naura, terlebih dahulu mengukir prestasi dengan meraih juara pertama lomba CCQ tingkat Provinsi Kaltim 2019. Atas keberhasilannya itu, ketiganya berhak mewakili Benua Etam-sebutan Kaltim.

Kepala SD Yabis Bontang Syahnan mengatakan, hampir setiap tahunnya para anak didiknya selalu mengukir prestasi gemilang pada perlombaan Pendidikan Agama Islam (PAI), baik di tingkat kecamatan, kota, provinsi, dan nasional.

Pembinaan dan pelatihan yang intensif selalu jadi acuan untuk mendidik para murid. Selain itu, menggali potensi setiap anak berdasarkan hobi dan karakter mereka selalu menjadi prioritas. Dengan demikian, kemampuan setiap anak akan keluar maksimal.

“Seperti di bidang keagamaan, misalnya lomba MTQ, kami mencoba mencari anak-anak yang terampil membaca Alquran. Punya bakat seni. Setelah itu baru kami berikan pelatihan dan pembinaan berkelanjutan hingga anak itu mahir,” kata dia.

Selain itu, SD Yabis juga memberikan pembinaan khusus, baik itu melalui kegiatan ekstra tilawah maupun dengan pendampingan oleh para guru pembimbing. Dalam sehari, pemberinaan pembinaan bisa dua sampai tiga kali sehari, di luar kegiatan belajar mengajar setiap harinya.

Pemberian pembinaan dan pelatihan seperti itu dilakukan disemua mata lomba. Seperti mata lomba pidato, mulai dari anak duduk di bangku kelas I, sudah dicari anak-anak yang gemar berbicara dan berani tampil. Anak-anak tersebut kemudian dibina secara berjenjang hingga mereka kelas VI.

“Kalau lomba CCQ, kami cari anak-anak yang dari segi akademisnya bagus dan berani menyampaikan secara lisan apapun yang ingin mereka sampaikan. Yang berani berbicara. Kemudian anak itu kami perdalam dengan berbagai materi dan pembinaan setiap paginya,” tutur dia.

Harapkan Dukungan Para Wali Murid

Nabila Lailiyah Rusdi menerima piala penghargaan sebagai juara II lomba MTQ tingkat Provinsi Kaltim 2019. (SD Yabis for Akurasi.id)

Kepala SD Yabis Bontang Syahnan menyadari betul peran serta dari para orang tua untuk mencetak anak-anak berprestasi. Karenanya, Syahnan nyaris tidak pernah melepaskan peran serta dari para wali murid dalam memberikan ruang pendidikan bagi anak mereka.

“Tentunya, peran serta dari setiap orang tua murid sangat kami harapkan. Anak harus didukung dari pelatih atau pembina serta orang tua. Bagaimana memoles anak secara bersama-sama,” kata dia.

Salah satu peran dari para wali murid yang sangat diharapkan yakni mengurangi tingkat ketergantungan anak terhadap gadget. Menurut Syahnan, perkembangan teknologi seperti handphone banyak menimbulkan kecanduan dan mengganggu jenjang pendidikan anak.

“Semaksimal mungkin kita harus mengurangi kebiasaan anak terhadap gadget. Itu bukan hanya terjadi di sekolah, tetapi harus terjaga juga di lingkungan keluarga. Peran orang tua sangat kami harapkan,” tuturnya.

Biasakan Anak Didik dengan Jiwa Kompetisi

Selain mengedepankan program tahfiz dalam pendidikan setiap anak, SD Yabis juga aktif membangun jiwa kompetisi anak melalui berbagai kegiatan lomba di internal sekolah. Lomba itu dapat berupa antar siswa dan antar kelas di SD Yabis.

Perlombaan demi perlombaan yang digelar dalam berbagai kesempatan itu, diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan setiap anak, utamanya saat mengikuti perlombaan di luar SD Yabis. Anak diharapkan memiliki keberanian untuk tampil di mana pun.

“Selalu ada kegiatan lomba di sekolah. Supaya anak-anak bersemangat dan berkompetisi mengukir prestasi. Walau memang misi kami bukan hanya menjuarai lomba. Tetapi lebih luas dari itu. Kami tidak menyamaratakan anak. Di bidang mana pun anak itu punya potensi, maka kami gali dan dukung,” tandasnya. (*)

Penulis: Hermawan
Editor: Yusuf Arafah

5/5 (4 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close