Corak

Pemanah Tradisional yang Terinspirasi Sunah

Pemanah Tradisional yang Terinspirasi Sunah
salah seorang pemanah saat akan melepaskan anak panahnya dari atas kuda (Istimewa)

Akurasi.id, Bontang – Olahraga panahan tradisional di Kaltim kian berkembang. Salah satunya panahan tradisional jenis horse bow. Hal ini dibuktikan dengan penambahan klub dan anggota yang terdaftar di Persatuan Pemanah Berkuda Nasional Indonesia (Perdana) Kaltim.

Berdasarkan data yang dihimpun Akurasi.id, klub yang tergabung di Perdana Kaltim berjumlah 11 klub. Dua kelompok baru sedang mendaftarkan diri di organisasi tersebut. Secara keseluruhan, anggotanya berkisar 300 pemanah.

“Alhamdulillah makin banyak masyarakat mulai menggemari olahraga panahan tradisional. Ini membuktikan dakwah panahan semakin meluas,” ujar Ady Priyanto, ketua Perdana Kaltim, Senin (19/8/19).

Menurut Ady, alasan utama masyarakat melirik olahraga ini karena panahan memiliki unsur sunah. Kata dia, banyak orang yang tergabung di organisasi ini ingin hidup sehat dengan berolahraga disertai iming-iming pahala.

“Olahraga ini didominasi oleh umat muslim,” bebernya.

Pemanah Tradisional yang Terinspirasi Sunah
Atlet panahan memakai pakaian tradisional saat berlomba. (Istimewa)

Selain itu, olahraga panahan tradisional jenis horse bow ini sederhana dan tidak membutuhkan banyak tambahan peralatan layaknya panahan modern. Pemanah tradisional ini hanya memakai busur dan anak panah.

Panahan horse bow juga memiliki banyak variasi. Di antaranya gaya duduk, berbalik badan, memanah sambil berkuda, dan memanah sambil melewati rintangan-rintangan.

“Di horse bow menggunakan kuncian thumb draw. Agar anak panah tak mudah lepas. Sehingga dengan gaya apapun bisa memanah,” bebernya.

Perdana memiliki cara tersendiri agar panahan tradisional ini semakin digemari, tidak ekstrem, dan tak dinilai sebagai alat untuk meneror. Caranya, pemanah dibebankan memakai pakaian tradisional.

“Tujuan utama panahan tradisional adalah olahraga dan ibadah. Kami tidak ingin disalahartikan,” tegasnya. (*)

Penulis: Yusva Alam
Editor: Ufqil Mubin

5/5 (2 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close