Isu Terkini

Pembagian Sembako Isran Menuai Kritikan, Gubernur Dianggap Berikan Contoh Buruk Pencegahan Covid-19

kritik sembako
Pembagian sembako gratis di kediaman Gubernur Kaltim Isran noor mendapatkan kritikan. (Istimewa)

Akurasi.id, Samarinda – Pengamat kebijakan pemerintah dan juga aktivis Kelompok Kerja (Pokja) 30 Kaltim, Buyung Marajo, melayangkan kritikan atas kegiatan bagi-bagi sembako yang dilakukan Gubernur Kaltim Isran Noor di kediamannya di Jalan Untung Suropati, Sungai Kunjang, Samarinda, Kamis (23/4/20) siang tadi.

baca juga: Diserbu Ribuan Warga, Acara Berbagi Sembako Gubernur Isran Seolah Mengabaikan Physical Distancing dan Bahaya Corona

Buyung menilai, kegiatan pembagian sembako yang dilakukan Isran dengan cara mendatangkan kerumunan masyarakat di kediamannya, merupakan tindakan yang sangat tidak tepat di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 saat ini.

“Seharusnya seorang gubernur bisa menjadi contoh kepada bawahanya dan masyarakat lainnya dalam melakukan physical distancing di saat wabah pendemik seperti sekarang ini,” ucapnya.

Menurutnya, ada banyak cara lain dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak, baik dalam rangka berbagi kepada sesama untuk menyambut bulan Ramadan maupun mereka yang terdampak virus corona.

“Untuk niatnya sebenarnya sudah cukup baik, namun di saat seperti ini sebaiknya tidak dilakukan dengan membuat keramaian, artinya sama saja cari penyakit, dan seharusnya bila sudah membeludak, pihak Isran membubarkan masyarakat, jangan menunggu polisi,” imbuhnya.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak mengaku, kalau dari pihak Isran Noor telah menyiapkan petugas Satpol PP untuk mengawal pembagian sembako tersebut.

Namun mereka tidak menyangka, jika akan ada ribuan warga yang datang berkerumunan sekaligus pada acara bagi-bagi sembako tersebut. Sehingga, masyarakat yang mengantri menjadi membludak dan berdesak-desakan.

“Ada miskomunikasi dalam pembagian sembako itu. Pak Gubernur sebenarnya hanya membagikan sembako sebanyak 600 paket, namun dari masyarakat mengira pembagian ada 1.000 paket. Itu yang membuat pengamanan di sana kewalahan,” tutur Andi mencoba memberikan pembelaan dan meluruskan apa yang terjadi.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Kendati demikian, Andi mengimbau kepada gubernur maupun pejabat lainnya di Kaltim, jika ingin mengadakan acara serupa agar bisa menyiapkan lebih baik dan dapat mengantisipasi membeludaknya masyarakat.

“Ke depan jangan lagi ada mengumpulkan masyarakat, jika ada harusnya keamanannya lebih dipersiapkan secara ekstra ketat lagi,” imbuhnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close