Esai Foto

Pembangunan Jembatan Mahakam IV Tak Kunjung Rampung

Pembangunan Jembatan Mahakam IV Tak Kunjung Rampung
Pembangunan Jembatan Mahakam IV Tak Kunjung Rampung
Pembangunan Jembatan Mahakam IV Tak Kunjung Rampung
Pembangunan Jembatan Mahakam IV Tak Kunjung Rampung
Pembangunan Jembatan Mahakam IV Tak Kunjung Rampung
previous arrow
next arrow
previous arrownext arrow
Shadow
Slider

Akurasi.id, Samarinda – Pembangunan Jembatan Mahakam IV molor dari waktu yang direncanakan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menargetkan penyelesaian pembangunan jembatan pada Desember 2018 lalu.

Meski begitu, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim, tidak merisaukan keterlambatan tersebut. Pasalnya, seluruh material untuk pembangunan jembatan sudah berada di lapangan.

Belakangan, keterlambatan penyelesaiaan pembangunan jembatan yang memiliki panjang 220 meter, lebar 16,9 meter, dan tinggi clearance vertikal 22 meter ini disorot oleh sejumlah anggota Komisi III DPRD Kaltim.

Anggota dewan meminta PT Pembangunan Perumahan diberikan penalti karena bekerja tidak sesuai target. Padahal sebelumnya, DPRD telah memperjuangkan pengalokasian seluruh anggaran untuk jembatan yang dibangun di masa kepemimpinan Awang Faroek Ishak ini.

Dari pantauan Akurasi.id, Senin (12/2/19), hanya sebagian kecil material yang belum dipasang di bentang tengah. Sejak pagi, sejumlah pekerja terlihat memasang baut, las, dan menyambungkan sebagian material bentang tengah.

Pembangunan jembatan di bagian bentang tengah ini telah menghabiskan anggaran sekira Rp 400 miliar.

Sementara itu, pembangunan jalan pendekat sisi Samarinda Seberang telah rampung pada Januari 2019 lalu. Proyek ini dikerjakan oleh PT Jaya Konstruksi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim telah menggelontorkan anggaran senilai Rp 237 miliar untuk merampungkan jalan pendekat yang menghubungkan Jembatan Mahakam IV ini.

Pada 29 Januari lalu, sejumlah anggota Komisi III DPRD Kaltim meninjau hasil pembangunan jalan pendekat tersebut. Wakil rakyat masih menemukan beberapa kekurangan. Salah satunya, ketika hujan, air menggenangi jalan pendekat.

“Menurut fakta-fakta di lapangan, ada banyak kekurangan-kekurangannya. Salah satunya, belum beroperasi saja sudah banjir. Sudah ada air yang menggenang. Aliran air juga tidak profesional,” ungkap anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syafruddin.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim itu meminta ada langkah dari kontraktor untuk mengevaluasi hasil pembangunan jalan pendekat tersebut.

“Saya berharap ada ektikad baik dari kontraktor. Agar memperbaiki saluran airnya. Masih banyak kekurangannya,” ucap dia.

Di sisi lain, jalan pendekat sisi Samarinda Kota terlihat lengang. Tidak ada lagi pekerja dari PT Waskita Karya dan KSU Surya Bhakti yang bekerja di proyek ini. Di sisi kiri dan kanan jalan ini, terlihat bersih. Hanya saja, masih terlihat sisa-sisa genangan air di ujung jalan pendekat.

Untuk membangun jalan pendekat ini, Pemprov Kaltim telah menganggarkan anggaran Rp 230 miliar. Sejak masa kepemimpinan Awang Faroek Ishak, pengerjaan proyek ini dikebut. Penganggaran dilakukan bersamaan dengan proyek jalan pendekat sisi Samarinda Seberang dan bentang tengah.

Pada September 2018 lalu, PT Waskita Karya memperlihatkan gambaran kontruksi jalan pendekat tersebut. Di bawahnya, jalan pendekat itu akan terhubung dengan jalan utama menuju pusat Kota Samarinda.

Proyek bentang tengah, jalan pendekat sisi Samarinda Kota, dan jalan pendekat sisi Samarinda Seberang ini sedianya akan diuji coba pada April 2019 mendatang. Pembangunan jembatan ini diharapkan mengurai kemacetan yang selama ini kerap dikeluhkan pengendara yang melewati Jembatan Mahakam Ulu. (*)

Penulis: Ufqil Mubin

5/5 (1 Review)
Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close