HeadlineIsu Terkini

Pemprov Kaltim Habiskan Rp2 Miliar Demi Tambah Dua Alat PCR Uji Covid-19

Hasil Uji Swab Bisa Diketahui Hanya Sehari dan Tidak Perlu Dikirim ke Surabaya

dua alat pcr
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi meninjau alat PCR baru yang ada di UPDT Labkesda untuk keperluan uji Swab Covid-19. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Akhirnya Samarinda memiliki alat PCR atau Polymerase Chain Reaction sebanyak dua unit. Sebelumnya Balikpapan sudah memilki alat PCR yang diresmikan pada 11 Mei 2020 lalu. Dengan demikian Kaltim memilki 3 unit PCR.

baca juga: THM di Samarinda Batal Buka, Pemerintah Masih Kaji Peraturan dan Persyaratan Beroprasi

Keberadaan dua PCR baru tersebut diresmikan langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kaltim pada Selasa (2/6/2020) tadi.

Hadi menjelaskan, dengan adanya PCR ini, dirinya berharap lebih cepat mendiagnosa virus corona yang berada di Klatim, dan tak bergantungan lagi dengan uji Swab dari BBLK Surabaya.

“Alhamdulillah, bisa berfungsi hari ini. Dengan demikian tak perlu lagi kirim ke Jakarta atau Surabaya,” ucap Hadi.

Untuk diketahui hingga saat ini orang dalam pengawasan (ODP) di Kaltim berjumlah 10.149 orang, dari jumlah tersebut sebanyak 9.566 sudah selesai jalani pemantauan, sehingga tersisa 583 kasus.

Sementara itu jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 1.194 kasus, dari hasil pemeriksaan sampel sebanyak 296 orang dinyatakan positif Covid-19, lalu sebanyak 608 orang diperiksa hasilnya negatif dan masih menunggu tes laboratorium ada 289 kasus.

“Nantinya sampel (Swab) dari berbagai daerah di Kaltim bisa diketahui hasilnya dalam sehari, positif atau negatif,” ujarnya.

Hadi juga menerangkan, dengan tiga alat PCR ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim termasuk Dinas Kesehatan (Diskes) bisa menganalisis serta melacak dengan cepat, dan sejauh mana penyebaran pandemi Covid-19 di Kaltim.

Nantinya setelah corona berakhir, laboratorium ini juga bisa digunakan untuk kepentingan penyakit lain, malaria misalnya. “Harga alatnya ini nyaris satu miliar (rupiah) jadi harus dirawat dengan baik,” tegasnya.

Ditemui terpisah, Kepala UPTD Labkesda Kaltim, Agus Joko Praptomo menjelaskan, PCR ini mampu memeriksa 96 sampel. Namun jumlah itu harus dikurangi 4 untuk kontrol, tujuannya menghindari hasil positif dan negatif palsu. Sekali penggunaan itu makan waktu tiga jam, bila menerima banyak sampel maka laboratorium bisa bekerja dari pagi hingga petang/malam.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

“Kalau sampel hanya 100 saja, bisa sekali atau dua kali pemeriksaan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan kawan-kawan di laboratorium, Sabtu tetap masuk seperti biasa biar tracking virus jauh lebih cepat,” katanya.

Lanjut Agus, PCR di Labkesda Kaltim ini, cukup spesial sebab menggunakan sistem open reagen sehingga saat cairan itu habis masih bisa bahan kimia reaktan yang lain. PCR ini berbeda dengan kepunyaan RSUD Abdul Wahab Sjahranie atau RS Pertamina Balikpapan.

“Kami menerima sampel dari surveilans seluruh Kaltim termasuk mandiri jika diperlukan, hari ini kami baru terima 63 sampel dari Bontang dan Kutai Timur,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close