Corak

Pemuda Belajar Kreatif di JPD

Pemuda Belajar Kreatif di JPD
Deputi Kemenpora Faizal Abdullah dan Walikota Bontang Neni Moernaeni saat mengunjungi stand pameran pemuda di Kutim. (istimewa)

Akurasi.id, Sangatta – Saat ini, lima pemuda dari Kutai Timur (Kutim) sedang mewakili Kutim dalam Jambore Pemuda Daerah (JPD) ke-8 di Bontang. Kelima pemuda itu diwakili oleh 2 orang perempuan dan 3 orang laki-laki.

Keikutsertaan pemuda dan pemudi Kutim dalam JPD 2019 bertujuan mengharumkan nama daerah. Selain itu, mereka diharapkan dapat memperkenalkan seni dan budaya serta objek wisata Kutim di tingkat regional hingga mancanegara.

Diketahui, kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Pemuda Yang Cerdas, Santun, Kreatif, Mandiri dan Prestasi dalam Meraih Masa Depan” tersebut dilaksanakan pada 3-7 Maret 2019.

Rangkaian kegiatan di antaranya  debat antarpeserta, tes tertulis, wawancara, rapat koordinasi pejabat Dinas Pemuda dan Olaharaga (Dispora) Kaltim, presentasi Kabupaten Layak Pemuda, dan pentas seni. Ada pula kegiatan seminar, bakti sosial, kunjungan lapangan di beberapa instansi dan perusahaan, serta renungan dan api unggun.

Kepala Seksi Organisasi Kepemudaan Dispora Kutim, Basuki Isnawan berharap pemuda dapat memperlihatkan bakatnya dalam berinteraksi dengan budaya lokal. Mereka diharapkan mampu berdialog antarsuku, golongan, agama, dan kelompok yang berbeda.

“Peran pemuda sangat penting. Semoga dapat mempromosikan kekayaan khas daerah seperti budaya asli Kutim serta mampu menunjukkan kebolehannya dalam seni budaya dan keterampilan khas Kutim,” jelasnya kepada Akurasi.id, Selasa (4/3/19).

Pemuda Belajar Kreatif di JPD
Faizal Abdullah dan Neni Moernaeni ditunjuk menjadi tim pemeriksa berkas Kabupaten Kutim sebagai Daerah Rujukan Layak Pemuda. (istimewa)

Sarana Promosi Daerah

Dia juga berharap ajang ini menjadi sarana promosi potensi setiap daerah. Mulai sektor pariwisata, kuliner, kerajinan, hingga kesenian.

Para pemuda dapat menambah wawasan agar dapat mendongkrak perekonomian masyarakat melalui ide-ide kreatif yang didapatkan dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan JPD ini dinilai sangat bermanfaat bagi para pemuda. Program tersebut bisa meningkatkan rasa cinta tanah air, memahami keanekaragaman seni budaya, memupuk rasa kesatuan dan persatuan bangsa. “Serta meningkatkan keterampilan, kreativitas pemuda menuju kemandirian, dan membuktikan Kutim sebagai kabupaten layak pemuda,” terangnya.

Syarat Menjadi Kabupaten Layak Pemuda

JPD merupakan agenda tahunan yang harus diikuti Dispora. Kutim sudah mendapat penghargaan sebagai Kabupaten Layak Pemuda dari Presiden Joko Widodo. Karenanya, Kutim dijadikan rujukan kabupaten/kota sebagai Kabupaten Layak Pemuda.

“Syukur alhamdulillah, Kutim menjadi rujukan kabupaten/kota layak pemuda. Itu berkat kontribusi pemuda yang berperan aktif (di semua sektor),” katanya.

Kota Layak Pemuda diberikan pemerintah pusat setelah daerah tersebut memenuhi empat indikator. Salah satunya regulasi yang meliputi peraturan daerah (perda) tentang kepemudaan.

Selanjutnya infrastruktur. Mencakup ruang atau tempat ekspresi dan kreasi pemuda. Kemudian kelembagaan yang diukur dengan keaktifan organisasi kepemudaan dan komunitas pemuda.

Syarat terakhir adalah kemandirian. Pemuda mandiri dalam hal Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Indikator itu dinilai oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Pemerintahan, legislatif maupun perusahaan terus memberikan dukungan ke pemuda agar terus berkarya. Sehingga pemuda pemudi Kutim bisa berkreasi dan berprestasi. Bisa menjadi contoh,” tutupnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Ufqil Mubin

5/5 (4 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close