Hard NewsHeadline

Motor Penumpang Ponton Terjun ke Sungai, Bocah Enam Tahun Tenggelam

Penumpang Ponton Terjun ke Sungai,  Bocah Enam Tahun Belum Ditemukan
Pencarian bocah enam tahun masih dilakukan tim gabungan. Berkali-kali tim penyelamat menyisir sungai untuk mencari korban. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Sungai Sangatta kembali menelan korban. Satu keluarga yang menumpang ponton tercebur ke sungai bersama motor yang dikendarainya. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (4/7/19) sekira pukul 08.00 Wita.

Kapolsek Sangatta Utara, Iptu Slamet Riyadi, menjelaskan, para korban tercebur bersama motor Yamaha Jupiter KT 2379 RH yang dikendarai kepala keluarga bernama Sudar (33). Saat mengendarai motor, korban duduk di tengah sebagai pengemudi. Sementara istrinya duduk di belakang serta anaknya Wahyu (6) duduk di depan.

Baca Juga : Anak yang Tenggelam di Sungai Sangatta Ditemukan Tak Bernyawa

Para penumpang ponton ini hendak menyeberang dari Sangatta Utara ke Sangatta Selatan. Ketika ponton belum sempurna bersandar, pengendara sudah melintasi jalan menuju ponton.

Sialnya, rem motornya tak berfungsi maksimal. Meski pengendara telah berusaha menghentikan motornya, namun kendaraannya tetap melaju menuju ponton.

“Waktu tercebur, satu keluarga ini terjun dengan motornya. Sudar dan istrinya bisa selamat. Motor sudah ditemukan. Tinggal proses pencarian Wahyu,” jelas Slamet.

Upaya pencarian dilakukan dengan melibatkan Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas), Kepolisian Resort (Polres) Kutim, Kodim, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan warga setempat.

Kasi Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Dinas Perhubungan Kutim, Soleram Irang, menegaskan, pihaknya telah berulang kali melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada warga yang kerap menggunakan ponton agar terhindar dari bahaya.

Selain warga, motoris ponton pun selalu diberikan penyuluhan. “Bahkan kami sudah instruksikan untuk semua ponton agar memasang rantai pengaman. Jadi ketika rantainya terpasang, akan ada penghalang untuk terjun langsung ke sungai,” jelasnya.

Irang menyebut, selain pemasangan rantai untuk keamanan penumpang, Dishub juga telah memasang spanduk peringatan berupa kapasitas beban ponton.

“Setiap hari kami melakukan pengawasan. Jika nanti [diketahui] kejadian ini karena kelalaian [seperti] tidak memasang rantai, maka akan dikenakan sanksi. Sanksinya stop beroperasi sampai ponton dipasangkan rantai,” tandasnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Ufqil Mubin

5/5 (7 Reviews)
Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar!

avatar
Back to top button
Close
Close