Hard NewsHeadlineHukum

Perampok Toko Emas Ditangkap, Kuasa Hukum: Jangan Sebar Identitas dan Wajah Pelaku

Perampok Toko Emas Ditangkap, Kuasa Hukum: Jangan Sebar Identitas dan Wajah Pelaku
Kapolres Kukar AKBP Andreas menunjukkan barang bukti yang digunakan pelaku perampokan di Tenggarong. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Kasus perampokan yang dilakukan 3 pelaku di bawah umur di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) berbuntut panjang. Sebab, kuasa hukum pelaku akan menuntut masyarakat yang masih menyebarluaskan video rekaman CCTV kasus perampokan pada Kamis, 30 Juli 2020 lalu.

baca juga: Buruh Bangunan Tewas Tertimpa Tembok Saat Bekerja, 1 Orang Luka Ringan

Mansur, kuasa hukum ketiga perampok remaja ini meminta dengan tegas kepada para oknum atau masyarakat agar tidak lagi menyebar wajah atau identitas pelaku. Apalagi ketiganya kini sudah menjalani proses hukum.

“Kami berharap masyarakat yang telah mengekspos atau sudah membagikan foto dan video tapi tidak memblur atau menutup identitas dan wajah anak-anak tersebut, diharapkan untuk menghapusnya,” pinta Mansur.

Selain itu, menurutnya sesuai Pasal 19 Ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak menegaskan bahwa anak harus disembunyikan identitasnya, termasuk wajah.

“Pasal 97 jika seseorang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud Pasal 19 ayat (1) diancam dengan hukum penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp500 juta,” tegasnya.

“Kami meminta postingan itu dihapus, jika tidak kami akan menempuh jalur hukum,” tambahnya.

Mansur menyebut bahwa kliennya adalah korban. Karena dari keterangan kliennya, saat pemeriksaan di kepolisian ketiga kliennya tersebut dipaksa yang disertai ancaman dan dijanjikan uang Rp50 juta perorang oleh pelaku utama RY (22) jika tidak menuruti kemauannya tersebut.

Mansur juga berharap kepada jajaran Polres Kukar agar segera bisa menangkap pelaku utama agar kasus ini bisa cepat dituntaskan.

“Kami berharap RY segera ditangkap untuk membuktikan bahwa klien kami ini dalam melakukan tindakan tersebut bukan inisiatif mereka,  melainkan suruhan dari pelaku utama,” bebernya.

Diketahui sebelumnya, 3 pelajar asal Tenggarong nekat merampok sebuah toko emas yang berada di Pasar Tangga Arung Tenggarong Kukar, pada Kamis (30/7/20) lalu sekira pukul 08.30 Wita.

Dengan menggunakan senjata tajam, pistol airsoft gun, dan penutup wajah para pelaku kemudian datang dan melompati kaca etalase serta mengancam pemilik toko. Aksi ketiga pelajar SMA yang duduk bangku kelas XI itu terekam CCTV toko. Aksinya sempat viral di media sosial. Ketiganya masih di bawah umur mengaku nekat merampok lantaran mendapat perintah dari seorang pria yang menjadi otak perampokan.

Terlihat dari bukti video rekaman kamera CCTV, ketiga pelaku yang datang dengan 2 sepeda motor. Lalu merangsek masuk melompati etalase saat pemilik toko hendak membuka toko sekira pukul 08.30 Wita.

Sedangkan RY, otak dari perampokan itu menunggu di dalam mobil Brio merah yang terparkir tak jauh dari lokasi kejadian. Di mana pada pagi itu toko emas lainnya di sekitar lokasi belum buka.

Dua pelaku yang berhasil kabur, kemudian langsung meninggalkan rekannya yang tertangkap dan menuju ke mobil Brio merah. Ketiganya lalu kabur menggunakan mobil tersebut menuju Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Setelah mendapatkan keterangan dari seorang pelaku yang berhasil tertangkap, Tim Aligator Satreskrim Polres Kutai Kartanegara kemudian berkoordinasi dengan polres lain di wilayah Polda Kaltim untuk melakukan pengejaran. Hingga akhirnya mobil Brio merah yang digunakan pelaku terlacak di wilayah Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Suci Surya Dewi

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks