Pemkot Bontang

Peringati HUT PMI Ke-74, Wali Kota Buka Jumbara ke VI PMR Kota Bontang

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memberikan penghormatan saat pembukaan acara Jumbara ke VI PMR Kota Bontang. (Humas Pemkot Bontang for Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membuka Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara) ke VI Palang Merah Remaja (PMR) se-Kota Bontang, di lapangan Den Arhanud Rudal 002, Jalan MT Haryono, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Kamis (19/9/19).

Pembukaan Jumbara tersebut digelar melalui upacara dalam rangka memperingati HUT Palang Merah Indonesia (PMI) ke-74. Upacara ini diikuti 445 peserta mula, madya dan wira yang terbagi menjadi 24 defile kontingen. Mereka terdiri dari 5 SD pada tingkat mula, 9 SMP tingkat madya, dan 9 SMA/SMK tingkat wira.

Dalam sambutannya, wali kota yang juga ketua PMI Kota Bontang mengungkapkan rasa syukur bahwasa PMI memasuki usia yang ke-74. Ia berharap HUT kali ini menjadi momentum PMI Bontang untuk mendapat semangat baru dalam melanjutkan kiprah dan pengabdian.

Selain itu, momentum ini merupakan kesempatan untuk bersilaturahmi dan menggalang kebersamaan antara pengurus, staf dan relawan PMI, serta pemangku kepentingan organisasi.

Dijelaskan, PMI sebagai satu-satunya perhimpunan nasional di Indonesia yang didirikan berdasarkan konvensi-konvensi Jenewa. Merasakan bahwa kebersamaan sungguh merupakan kekuatan semua pihak dalam menggalang semangat berkarya dalam kegiatan pelayanan kemanusiaan.

“PMI menjadi tantangan kita semua untuk menjalankan peran sebagai pendukung pemerintah di bidang kemanusiaan dengan tetap mengacu pada kaidah prinsip dasar gerakan palang merah,” tutur Neni.

Sementara, PMR merupakan wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI. Anggota PMR, lanjutnya, merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan di bidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.

Lebih lanjut, melalui Jumbara ini Neni berharap dapat menguatkan motivasi dan dedikasi agar dapat mengemban tugas kemanusiaan yang lebih baik. Sebab, menurutnya, kegiatan tersebut salah satu wadah untuk mengevaluasi upaya pembinaan dan pengembangan PMR di sekolah.

“Alhamdulillah, tentu ini menambah motivasi dan inovasi PMR Bontang dengan Jumbara. Nanti anak-anak kita bisa mendapatkan berbagai macam keterampilan, ilmu pengetahuan baik kesehatan dan lingkungan. Jadi tentunya hari ini merupakan salah satu momentum untuk kita komitmen, bahwa mereka akan menjadi pribadi-pribadi yang tangguh, loyalitas tanpa batas untuk membantu negeri,” jelas dia.

“Pesan-pesan ini yang selalu kita ingatkan kepada anak-anak kita untuk menjadi anak-anak yang tangguh. Dengan berbagai permasalahan kemajuan teknologi, jika kita bekali dengan kecerdasan spiritual dan emosional, Insyaallah ini mengurangi kenakalan remaja yang ada di Kota Bontang,” sambung Neni.

Usai sambutan, rangkaian acara dilanjutkan pemukulan gong dan pemotongan tumpeng sebagai pertanda dimulainya Jumbara ke VI se-Kota Bontang. Kemudian wali kota didampingi Dan Den Arhanud Rudal 002, kepala OPD terkait dan lurah, beserta rombongan pengurus PMI Bontang bergeser meninjau seluruh tenda peserta Jumbara.

Sebagai informasi, Jumbara VI PMR merupakan kegiatan yang diadakan PMI Bontang yang bertujuan untuk mengevaluasi hasil pelatihan kegiatan PMR, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota PMR. Selain itu, kegiatan Jumbara ini berfungsi berkarya serta berbakti di masyarakat dengan tema “PMR Wujud Baktiku Untuk Masyarakat’. Adapun jargon, ialah “Relawan Tangguh Indonesia Maju”.

Untuk kegiatan Bhakti, terbagi menjadi bakti masyarakat, hasta karya, poster, mading, dan travelling. Kegiatan bakti masyarakat dibagi menjadi tiga, yaitu promosi kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, dan bakti sungai. Bakti sungai akan dilaksanakan di sekitar BTN KCY dan untuk promosi kesehatan meliputi pembagian Abate di daerah Tanjung Limau. Sedangkan kegiatan Gembira, terbagi menjadi kegiatan yel-yel, pentas seni, senam bersama, masak bar-bar, dan defile kontingen. (*)

Penulis: Pewarta
Editor: Yusuf Arafah

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close