Hard NewsKesehatan

Perjuangan Hidup Dua Bersaudara yang Alami Tuna Daksa dan Wicara yang Luput dari Perhatian

Kondisi Syamsul Rizal (19) dan adiknya Ridho Abdilah (16) hanya bisa berbaring di lantai karena mengalami lumpuh total. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Kondisi dua remaja di Sangatta, Kutai Timur (Kutim) bernama Syamsul Rizal (19) dan Ridho Abdilah (16) benar-benar mengiris perasaan. Kaka beradik itu sudah sejak kecil kelimpuhan. Berbagai pengobatan sedianya telah dilakukan Mas Udah, ibu dari Rizal dan Ridho. Namun hingga keduanya tumbuh dewasa, penyakit kelumpuhan itu tak kunjung sembuh.

Rizal dan adiknya Ridho tak seperti anak-anak normal lainnya. Rizal dan Ridho dilahirkan dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya. Dari segi fisik, Rizal dikategorikan sebagai penyandang disabilitas ganda yaitu tuna wicara (bisu) dan tuna daksa (lumpuh layu). Sementara adiknya Ridho sepatah dua kata masih ada terucap dari mulutnya.

Saat ditemui dikediamannya, Mas Udah, mengisahkan jeritan hati menyaksikan keseharian kedua putranya itu hidup dalam segala keterbatasan. Bukan hanya tidak bisa bermain bersama teman sebaya, Rizal dan Ridho juga tak mampu menyampaikan isi hati dan perasaannya karena tak bisa berbicara.

“Dia dilahirkan seperti ini (bisu dan lumpuh layu), tak bisa bermain bersama teman, juga tidak bisa bicara, saya sangat sedih melihat keseharian anak saya hanya terbaring di lantai, mungkin ini jalan hidup keluarga kami dari Allah,” kata perempuan berjilbab itu ditemui Akurasi.id di kediamaanya di Gang Ryan, Jalan Diponegoro, Senin (9/9/19).

Pada umumnya, dua bersaudara itu dilahirkan dalam kondisi normal, bahkan tidak ada sedikit pun tanda-tanda bayi tersebut mengalami cacat. Namun, menginjak usia satu tahun setengah, mereka mengalami demam tinggi hingga mengakibatkan kelumpuhan pada kaki. “Saat ini mereka hanya bisa bergeletak di lantai rumah tanpa bicara dan beraktifitas apapun,” ucapnya.

Mas Udah yang sehari-hari hanya sebagai pembuat arem-arem mengaku harus pintar-pintar membagi penghasilannya yang tidak seberapa demi mengobati kedua buah hatinya, juga demi sekadar menyambung hidup setiap harinya. Sebab suami dari anak-anaknya, Rudy Siang, telah lama berpulang ke pangkuan Yang Maha Kuasa.

“Yang disyukuri karena kami tidak ngontrak, almarhum suami sempat buatkan rumah meski belum jadi sepenuhnya, tapi setidaknya tidak ngontrak lagi. Penghasilan dari arem-arem yang saya dapatkan bisa untuk memenuhi kebutuhan rumah setiap harinya,” tutur dia.

Sambil mengisahkan keseharian putranya, pipihnya basah oleh air mata. Tangisan kepedihan itu datang dari lubuk hatinya yang dalam. Ia adalah sosok ibu yang istimewa. Limpahan kasih sayang ia curahkan sepenuhnya untuk kedua putranya.

“Saya tidak tahu apakah Allah sayang sama saya atau Allah murka sehingga memberikan anak istimewa, insyallah saya tulus merawat anak-anak saya,” ucapnya dengan nada lirih dan mata berkaca-kaca.

Membutuhkan Uluran Tangan

Saat ditanya soal campur tangan pemerintah untuk membantu Rizal dan Ridho, Mas Uda menuturkan, bantuan dari pemerintah melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kutim pernah sekali dia terima. Ketika itu, bantuan yang dia dapat adalah sembako. “Perna sekali ada bantuan dari Dinsos, bantuannya sembako, sekali itu saja,” sebutnya.

Ibunda Rizal dan Ridho menyadari benar keterbatasan yang dia dimiliki untuk merawat kedua buah hatinya. Sebagai seorang single parent, Mas Uda dia pun mengukur kemampuan yang dimiliki. Sebab itu, dia pun tidak menutup diri ketika memang ada yang ingin membantu meringankan biaya pengobatan kedua anaknya.

Saat ini, yang dibutuhkan Rizal maupun Ridho adalah tempat tidur seperti yang ada di rumah sakit. Sehingga memudahkan keduanya berbaring saat dirawat. “Tempat berbaring seperti di rumah sakit itu sih yang saya butuhkan, kalau mereka berbaring bisa di naik turunkan kepalanya, namun bantuan apa pun itu saya bersyukur dan ucapkan terima kasih,” tutupnya.

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Yusuf Arafah

5/5 (4 Reviews)
Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar
Back to top button
Close
Close